"Triumvirat Tiga Sekawan inilah yang telah mengendalikan Indonesia ini sejak 
masih di zaman kolonial sampai sekarang sesudah 60an tahun merdeka ini." 

Kok diranuangkan saketek lai, mangaa awak ka bulubji bana ka Cino? Jauah 
sabalun nan disabuik Angku MN itu, dalam Tambo -- walaupun digalak-sengenkan 
dek Tukang Piluru M.O. Parlindungan dalam Tuangku Rao --  Maharajo Awak kan 
Batigo Badunsanak. Nan baduo dari Banua Ruhum jo Banua Cino. Katurunan Rajo nan 
Baduo tu ciek-ciek kini lah bakambang ka Adidaya, satu di Baliak Bumi, 
sadangkan Cino lah baliak manjadi Adidaya di Tanah Usalinyo. Awak, katurunan 
dunsanak nan katigo, ka manga Awak?

Salam,
-- Nyit Sungut
Sjamsir Sjarif
Di Baliak Bumi di Taoi riak nan Badbabua
Paraksiang, Wed, July 25, 2012 2:50 AM PST

--- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarnaim@...> wrote:
>
> TENTANG AHOK DAN CINANYA
>  
> Mochtar Naim
>  
>      Okelah kalau Joko banyak nilai tambahnya. Haji, jujur, rendah hati, 
> sederhana, kerja keras, perduli orang kecil, dedicated, njawani, entah apa 
> lagi. Terlihat dengan karya nyata simfoni Soloensisnya selaku wako.
>      Yang Ahoknya? Ini yang masalah. Selama ini WNI keturunan Cina membatasi 
> diri pada penguasaan ekonomi, perdagangan dan industri. Mereka menyediakan 
> diri sebagai pelaksana dan perpanjangan tangan dari para kapitalis MNC yang 
> wajahnya invisible. Di bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, dsb, 
> selama ini mereka bermain di belakang layar. Mereka memanfaatkan para pejabat 
> dan penguasa negara, dari pusat sampai ke daerah, di seluruh 
> Indonesia. Mereka bertiga: MNC, Konglo dan penguasa negara membentuk 
> kerjasama segitiga yang bersifat saling mendukung dan saling menguntungkan. 
> Triumvirat Tiga Sekawan inilah yang telah mengendalikan Indonesia ini sejak 
> masih di zaman kolonial sampai sekarang sesudah 60an tahun merdeka ini. Tak 
> ada yang telah berubah secara struktural di bidang apapun, terutama ekonomi, 
> perdagangan dan industri.
>      Dan ini adalah juga gambaran Asia Tenggara secara keseluruhan, yang dari 
> segi kepentingan Cina adalah wilayah emporium kekuasaan dan pengaruh mereka. 
> Singapura yang tadinya adalah kerajaan Melayu Temasek, sekarang telah menjadi 
> negara Cina Singapura yang seluruhnya dikuasai oleh mereka. Menyusul di 
> belakangnya Filipina yang juga, tidak hanya ekonomi, perdagangan dan industri 
> mereka kuasai seluruhnya, tapi juga politik, sosial, budaya, pendidikan, yang 
> orang Melayu Filipina telah menjadi warga kelas dua ataupun tiga. Mereka 
> telah tergeser dan terlempar ke pinggiran. 
>      Indonesia dengan situasinya sekarang tinggal sejengkal di belakang 
> Filipina. Tapi dengan mulai masuknya kelompok WNI Cina masuk ke dalam area 
> dan arena politik, sosial, budaya, pendidikan, dsb, seperti sekarang ini, 
> Indonesia tinggal hanya menghitung hari, sampai Indonesia juga menjadi 
> Filipina kedua.
>      Untung di Malaysia, orang Melayu sempat cepat sadarkan diri. Melalui 
> sistem kepemimpinannya yang tegas berwibawa, walau komposisi kependudukan 
> hampir berimbangan antara yang M (Melayu) dan yang non-M (Cina, India, Arab, 
> dsb), di bawah kepeloporan Mahathir, dst, Negara Malaysia adalah Negara 
> Melayu par excellence. Mereka telah berada di gerbang Dunia Maju.
>      Secara berlebih berkurang juga Vietnam dan menyusul Thailand dan negara2 
> Asia Tenggara lainnya. Mereka cepat sadarkan diri. Tanpa mengusir keberadaan 
> konglo Cina di negara2 mereka, karena kesamaan etnografik, agama dan budaya, 
> mereka kelompok etnik Cina ditoleransi, tapi kelompok etnik pribumi bertangan 
> di atas dan mengutamakan kepentingan rakyat asli yang memang sangat 
> mendambakan kekuatan negara dan pemerintah untuk menyelamatkan nasib dan 
> keadaan mereka. Negara dan pemerintah mereka berpihak kepada rakyatnya. Ini 
> yang tidak terjadi di Indonesia ini. Negara dan pemerintah lebih berpihak 
> kepada MNC dan Konglomerat Cina untuk menyelamatkan ekonomi negeri dan negara 
> ini. Negara dan pemerintah NKRI ini lebih mempercayakan kepada tripartit 
> kelompok Segi Tiga Triumfirat itu dan menjadikan rakyat pribumi kembali 
> menjadi kawula-kawula yang harus patuh dan tunduk kepada negara dan 
> pemerintah. Dengan sistem democrazy biaya tinggi dan kembali
>  menempatkan pejabat negara menjadi para ndara2 kagung penguasa negara dengan 
> orientasi feodalistik seperti di zaman pra kolonial dahulu, adegan2 politik 
> seperti yang kita saksikan sekarang mulai terlihat. Sekarang saja sudah mulai 
> bermunculan ahok-ahok dan ahik-ahik lainnya yang memasuki jalur politik di 
> samping ekonomi dll itu.
>      Dalam konteks Asia Tenggara sekarang ini, patutlah kalau kita belajar 
> banyak dari kasus Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, dsb itu, 
> untuk melihat di mana dan bagaimana kita sekarang. Yang jelas, dalam konteks 
> Asia Tenggara saja, kita telah tercatat sebagai negara dengan rakyat 
> termiskin,  dan tergolong ke dalam kelompok negara terkorup di dunia. Yang 
> diperlukan sekarang adalah keberanian untuk merubah dan merombak struktur 
> kenegaraan yang sekarang ini yang pro kepada rakyatnya sendiri.
>      Baa tu Bung Andrinov, Pak Saf, dan sado nan lain di dunia maya ko.    
>  
> MN250712 
> 
> 
> ________________________________
> From: Andrinof A Chaniago <andrinof@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Monday, July 23, 2012 11:49 AM
> Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok.
> 
> 
> Orang Minang biasanya kritis dan bisa melihat mana pesan-pesan yang berisi 
> fitnah dan motifnya hanya politik. Semoga itu tidak ditinggalkan.
> 
> Orang yang menggunakan mesjid untuk menyampaikan pesan, atau lembaran 
> stensilan dakwah untuk menyampaikan pesan, orang berbaju koko, berkopiah atau 
> syal di leher, belum tentu lebih islami dibanding orang yang tidak 
> menggunakan simbol-simbol tersebut.
> 
> Saya berani mengatakan bahwa Jokowi lebih islami dari Foke, karena Jokowi 
> terbukti lebih jujur, nyata-nyata antikorupsi, tidak suka berbohong, tidak 
> pernah mengeluarkan kata-kata yang merendahkan orang, tidak menyombongkan 
> diri, termasuk tidak memamerkan ibadahnya. Jokowi sudah pergi Haji 12 tahun 
> lalu, tidak pernah saya lihat tinggal sholat..
> 
> Soal Ahok? Dia bukan dari keluarga misionaris. Ketika saya tidak tahu bahwa 
> ia akan jadi Cawagub setahun lalu, saya sudah melihat dia di kampungnya di 
> Manggar dan tahu aktifitas di rumahnya sampai di dapurnya. Dia terpilih 
> sebagai Bupati Belitung Timur di daerah mayoritas Melayu dan Muslim, karena 
> orang lebih percaya dia sebagai orang jujur dan juga tahu bahwa dia bukan 
> Kristen misiionaris. Orang tuanya dikenal dermawan, ikut membantu mesjid dan 
> membantu orang pergi naik haji.
> 
> Jangan mudah terpancing emosi oleh kelompok yang mencari kekuasaan dengan 
> menghalalkan segala cara, termasuk menjual agama.
> Sekian.
> Salam,
> 
> Andrinof A Chaniago
> 
> 
> 
> 2012/7/22 Dr Saafroedin Bahar <saafroedin.bahar@...>
> 
> Saya sedang merenung tentang artikel berikut mengenai bung Ahok, seorang 
> penganut agama Kristen Protestan, cawagub pendamping Jokowi.
> >Saya bermaksud memilih Jokowi dalam pilgub DKI putaran kedua yad.
> >Ada saran para sanak mengenai hal ini ?
> >Wassalam,
> >SB.
> >
> >http://m.kompasiana.com/post/politik/2012/07/20/pandangan-saya-sebagai-orang-islam-terhadap-ahok
> >
> >Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.


-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke