Sama sama Aulia...
Ambo juo indak ado urusan dengan Suharto...karena diawal ambo alah menuliskan
tidak kenal dan tidak dikenal oleh penguasa orba itu. persoalan dosa dan
perbuatan baik biarlah menjadi perkara sendiri sendiri..namun sekali lagi apa
yang ambo tulis adalah sebuah pengalaman.
Lihatlah sekarang. kita dengan mudah dan bebasnya membicarakan presiden.
keberasan kita dalam menyampaikan kalimat tidak seperti ini dulu..Kalau
sekrang, media dengan mudah dan bebas membuat karikatur SBY, JK dan pejabat
tinggi, kalau dulu...(jangan harap itu terjadi)
Adlah tugas pemimpin dan ilmuwan bangsa ini untuk menjelaskan sejarah bangsa
ini...sejarah kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan peralihan
kepemimpinan dari Bung Karno ke Suharto...semua sekrang hrs dijelaskan kepada
rakyat.
Biarkan mereka menilai tanpa digiring untuk membenci, memcintai pembesar di
negeri ini..kalau menurut saya, kita sudah dibodohi selama ini, baik dari sisi
sejarah, ekonomi dan segala macam.
Soal Pinochet, atau Marcos dan yang lainnya itu biarlah jadi pengalaman
berharga bagi negara lain, tokh seperti kata Aulia, bangsa ini memang terlalu
lemah untuk meski sekedar mempertanyakan sejarahnya sendiri. apalagi menghukum
bangsa sendiri yang bersalah.
Suharto memang sudah tiada, dia berbuat baik, itu benar adanya, dia membangun
masjid, benar juga adanya, dia membuat kita bangga sebagai kekuatan politik
dan ekonomi di ASIA dan ASEAN, itu benar juga, namun sejarah juga telah
mencatat bahwa Suharto juga punya tanggung jawab atas apa yang terjadi pada
bangsa ini.
Kita tentu punya penilaian sendiri dan pendapat sendiri atas bekas presiden
itu, namun sekali lagi ini pendapat pribadi saya dan tidak bermaksud untuk
mempengaruhi orang lain agar sependapat apalagi memaksa...
Salam
------------------
Aulia Postiera <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Luar biasa diskursus, sharing, dan wacana di forum ini.
Sedikit berbeda dengan Uda Bobby, bagi saya, persoalannya bukan maaf-
memaafkan, tapi bagaimana kita mendudukkan segala sesuatu pada
konteks dan tempatnya masing-masing, karena tiada guna menghujat
orang yang sudah tak ada.
Saya tidak berpretensi negatif terhadap kelompok masyarakat yang
turut bersedih atau memaafkan Soeharto. Begitu juga, saya juga tidak
serta-merta berpretensi positif terhadap mereka yang asal menghujat
harto dan keluarganya tanpa pernah mau menanggung komitmen atau
sikap dan pilihan politisnya.
Namun, apa lacur, para pemimpin dan bangsa kita terlalu permisif.
Andai sejak sebelum Pak Harto meninggal dunia kita (ada waktu hampir
10 tahun semenjak lengser), kita bisa belajar banyak dari negara-
negara lain, seperti:
1. Rakyat cile menolak pemakaman seorang diktator besar yang pernah
berkuasa di negara tersebut semenjak 1973, melalui kudeta berdarah
yang menyingkirkan kepemimpinan demokratis Salvador Allende.
Diktator tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Agusto Pinochet,
yang meninggal 10/12/2006.
2. Nicolae Caucescu dihukum gantung dalam revolusi sosial yang
membakar Rumania bulan Desember 1989. hukum gantung yang dilakukan
setelah keruntuhan tembok berlin tersebut menunjukkan kebencian
rakyat Rumania yang luar biasa besar terhadap rezim yang paling
nepotis, despot dan otoriter dari seluruh negara komunis ataupun
kapitalis yang pernah ada.
3. Ferdinand Marcos dan Imelda lari terkencing-kencing dari istana
malacanang saat rakyat Filipina menyerbu istana tersebut pada
saat "people power" menumbangkan kediktatoran markos dan rakyat
filipina menginginkan demokrasi. pada tanggal 25 februari 1986
tersebut, diketemukan 3.000 pasang sepatu Imleda Marcos, selain itu
juga rakyat filipina menyita 2.300 halaman dokumen yang memberikan
petunjuk dalam proses pengembalian aset negara yang telah dijarah
oleh Ferdinand Marcos.
Yah... Apa daya, bangsa kita tidak mampu melakukan itu dari kemarin-
kemarin.
Mungkin yang bisa dilakukan saat ini adalah:
1. Melanjutkan kembali kasus hukum perdata yang sudah jalan dan
pengembalian asset negara.
2. Meluruskan kembali sejarah Indonesia (tugas Bang IJP) dan kawan2
(Apakah dengan tidak memberikan gelar kepahlawanan kepada Alm/tidak).
3. Mengejar dan menjerat para kroni/keluarga yang pernah di
untungkan selama dia menjabat (karena tak ada lagi tempat berlindung
bagi mereka).
4. dll sebagainya... (tambahin aja).
Kalau urusan Alm. Pak Harto, menurut saya biarlah itu menjadi urusan
Alm dengan Tuhan-Nya. Karena walau seberat zarahpun perbuatan akan
diperhitungkan di pengadilan Maha Tinggi.
Itu Sudaaah.
(Maaf kalau ada salah-salah kate, piss!)
Wassalam
-Postiera-
--- In [EMAIL PROTECTED], Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Assalamualaikum...
>
> Apakah kita (urnag Minang) pantas berterima kasih pada
Suharto ???. Bukankah apa yang kita alami saat ini adalah karena
penjajahan Suharto. kita orang minang dilenakan oleh Suharto dengan
kemewahandan jabatan. namun apa yang didapat oleh masyarakat kita..
Saya tidak punya hubungan dan kenal apalagi dikenal olehnya.
>
> Namun apa yang rasa rassakan ketika kecil dan saat beranjak
dewasa adalah sebuah penindasan oleh Suharto dan orang orangnya..
>
> Saya ingat ketika masih SMP berkali kali diingatkan untuk tidak
membicarakan Suharto atau membacak kejelekannya.. Bahkan ketika
tahun 1993 lalu saat dia menjadikan diri sebagai presiden saya
sempat protes dan berkata kepada teman kok dia lagi yang jadi
presiden...buru buru teman saya dan keluarga saya melarang berkata
seperti itu..
>
> Skrng kita semua memuji muji suharto seolah dia adalah anak
bangsa yang hebat dan berjasa.
>
> SATU PERTANYAAN SAYA...APAKAH KITA PERLU MERASA BANGGA ATAS APA
YANG TELAH DIPERBUAT OLEH SUHARTO...????
>
> Saya menjawab TIDAK.
>
>
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it now.
>
__._,_.___ Messages in this topic (2) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
==========================================================================
(Untuk kenyamanan, hapus pesan yang tidak perlu, jika anda ingin me-replay
pesan)
Media Informasi dan Komunikasi Angkatan Muda Minang se-dunia
===========================================================================
MARKETPLACE
---------------------------------
Earn your degree in as few as 2 years - Advance your career with an AS, BS,
MS degree - College-Finder.net.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Recent Activity
1
New Members
Visit Your Group
Yahoo! Groups
Lawn & Garden
ideas and tips
for a green thumb.
Moderator Central
An online resource
for moderators
of Yahoo! Groups.
Y! Messenger
All together now
Host a free online
conference on IM.
.
__,_._,___
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---