Sanak dipalanta, memang ndak berhubungan jo minang, artikel dibawahko 
pandangan generasi mudo terhadap sejarah. Bagus juga buat bahan renungan.

Salam
Is St Marajo, 39+
www.cimbuak.net
http://urang-minang.blogspot.com

Dari lapau sabalah.
Pak Harto Maafkan Saya

Oleh Seruni Ambarkasih - Mahasiswi Fak. Ilmu Budaya UI

Ketika Pak Harto sakit dan masuk Rumah Sakit Pusat Pertamina sejak 4 
Januari hingga wafatnya pada 27 Januari 2008 lalu, banyak pihak yang 
menghendaki agar masyarakat memaafkan Pak Harto. Kenapa Pak Harto harus 
dimaafkan tentu saja saya tidak tahu. Ketika Pak Harto mulai memerintah 
negeri ini, saya belum lahir. Ketika lengser pada 21 Mei 1998, saya masih 
anak-anak. Praktis saya hanya mengenal Pak Harto dari buku-buku pelajaran 
sejarah saja. 

Dan pelajaran sejarah yang wajib saya pelajari adalah yang bersumber dari 
buku pelajaran yang resmi dipakai di sekolah. Yang unik, saya menemukan 
dan membaca beberapa buku tentang pemerintahan Pak Harto, yang justru 
berbeda jauh isinya daripada yang ada di buku pelajaran sekolah untuk SMP 
dan SMA yang wajib saya pelajari.

Dalam buku-buku yang sempat saya baca, disebutkan tentang peranan Pak 
Harto pada tragedi 1 Oktober 1965 yang mengakibatkan beberapa orang 
jenderal teman baik Pak Harto mati. Selanjutnya terjadi pembantaian massal 
sehingga tga juta rakyat Indonesia mati. Ini menurut pengakuan Pak Sarwo 
Edhie, Komandan RPKAD pada waktu itu, yang mengaku mendapat tugas dari Pak 
Harto untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dicurigai 
menjadi anggota atau simpatisan PKI, di mana partai itu dinyatakan 
terlibat sebagai dalang terjadinya tragedi 1 Oktober 1965.

Saya tidak mempersoalkan apakah informasi tersebut benar atau tidak, 
karena tidak termuat dalam buku pelajaran saya. Yang ingin saya 
pertanyakan, kenapa sejarah peristiwa tersebut simpang-siur dan 
membingungkan? Dikabarkan bahwa pada 1 Oktober 1965 ada anggota 
ormas-ormas pendukung PKI yang melakukan kegiatan di Lubang Buaya, 
melakukan pemotongan kelamin dan mencongkel mata para jenderal serta 
melakukan pesta Harum Bunga.

Di buku yang saya baca disebutkan di Lubang Buaya tak ada orang lain pada 
saat itu kecuali anggota Tjakrabirawa yang melakukan pengambilan terhadap 
para jenderal atas perintah Letkol Untung. Juga di kemudian hari ditemukan 
visum dari seorang dokter yang memeriksa jenazah para jenderal bahwa 
mereka tidak ada yang dipotong alat kelaminnya dan juga dicongkel 
matanya.Mana yang benar?

Saya merasa telah menjadi salah seorang di antara jutaan pelajar yang 
menjadi korban penipuan atau penggelapan sejarah. Untuk satu peristiwa 
yang sama muncul berbagai versi sejarah yang bahkan saling bertentangan. 
Bagaimana saya bisa mengabdikan diri sebagai anak bangsa di negeri ini 
kalau dibesarkan dengan pemahaman sejarah yang sudah dikorupsi untuk 
kepentingan politik? 

Belum lagi soal Supersemar. Barangkali selama ini saya juga sudah tertipu 
oleh Supersemar palsu. Kalau demikian, barangkali selama puluhan tahun 
keberadaan Pak Harto sebagai penguasa Orde Baru sebenarnya merupakan 
presiden asli tapi palsu. Asli karena diangkat dan disahkan oleh MPR. 
Palsu karena MPR itu sendiri keberadaannya didasarkan pada Supersemar 
palsu. 

Dengan Supersemar Pak Harto memperoleh kekuasaan. Melalui kekuasaannya Pak 
Harto dapat mengganti semua anggota MPR dengan kroninya. Terang saja waktu 
pemilihan presiden Pak Harto menang terus karena sebagai calon tunggal 
tidak ada yang mengalahkan dan dikalahkan. Pak Harto menjadi presiden 
bukan dipilh oleh wakil rakyat di MPR tapi oleh kroninya yang telah 
menguasai MPR.

Bagaimana pula dengan korupsi? Di buku pelajaran sekolah saya tidak 
disinggung sedikit pun bahwa Pak Harto melakukan korupsi. Tetapi kenapa 
muncul tudingan gencar bahwa Pak Harto telah melakukan korupsi 
besar-besaran? Malah mau diseret ke pengadilan karena itu supaya dimaafkan 
saja? Sayangnya (atau untungnya) dia sakit dan kini tak bisa lagi 
dihubungi. Lalu bagaimana kepastiannya, Pak Harto itu koruptor atau bukan? 
Sayang sekali kalau tanda tanya ini terus menjadi beban dan dibawa sampai 
ke alam baka.

Sungguh ironis. Saya hanya bertanya sebagai generasi muda dan saya masih 
ragu apakah pertanyaan tersebut akan mendapatkan jawaban yang tuntas. 
Mungkin jutaan generasi muda kini merupakan generasi tanda tanya atau 
generasi bingung yang bertanya-tanya karena telah menjadi korban korupsi 
sejarah bangsanya sendiri.

Karena itu kalau banyak pihak mengusulkan agar Pak Harto dimaafkan, kini 
saya sebagai bagian dari generasi bingung justru ingin minta maaf pada Pak 
Harto kalau yang saya tulis tersebut salah, karena tidak sesuai dengan 
pelajaran sejarah versi Orde Baru. Tetapi saya percaya, tidak sesuai bukan 
berarti tidak benar. Saya jadi ingat apa yang dikatakan negarawan Inggris 
Chesterfield, history is only a confused heap of facts. Sejarah hanyalah 
tumpukan fakta yang membingungkan. Saya kira, mengenai sejarah Pak Harto, 
tidak ada yang membingungkan. Hanya saja orang dibuat bingung. Dan saya 
salah seorang korbannya. 

Kini Pak Harto hanya akan menjadi bulan-bulanan yang abadi para 
wayang-wayang politik yang tak punya dalang lagi. Pihak yang membenci 
karena merasa telah disakiti hanya melihat warna hitam di wajahnya. Pihak 
pengagum karena pernah dibahagiakan dengan tahta dan harta hanya melihat 
warna putih di wajahnya. Sikap hitam putih berkait dengan sejarah 
seseorang bukan hanya munafik tapi juga gombal. Pak Harto menjadi produk 
gombalisasi justru karena telah memanipulasi sejarah. Pak Harto, maafkan 
saya.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke