Assalamualaikum Wr.Wb. yth. Para Pambaco nan Budiman. Dima latak pabedoan kriteria2 (umumnyo untuak kaum lelaki Minangkabau, boleh2 saja nan non Islam, untuak Padusi Minangkabau absolut 100% Islam KTP), mamiliah calon Pemimpin, jo mamiliah calon Permaisuri (Induak Bareh, Amai Paja, Urang Rumah, Asisten Pribadi nan 24 Jam/Hari nan bagaji flexible)
Sagitu dulu tanyo andia dari ambo ka-Pambaco nan Budiman. Wassalam, Muljadi Ali Basjah. -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Sat, 4 Aug 2012 03:44:16 -0700 (PDT) > Von: Eri Bagindo Rajo <[email protected]> > An: "[email protected]" <[email protected]> > Betreff: Bls: Bls: [R@ntau-Net] Fw: Memilih pemimpin yg baik dan benar > Dima pulo iko SARA... manguji apo nan ka tajadi > itu namo no RISK ANALYSIS pak ANDRI SATRIA.. > > Ingek sabalun kanai kecek ranggawk saisuak.. > lah MANDAPEK mangko KAHILANGAN.... > Pikia palito hati, sasa kudian indak baguno.. > > kalau lah naiak KUMPENI jadi ANGKU DAMANG, > > apo kadayo kito > > > EBR jkt,54 > > > > ________________________________ > Dari: Andri Satria Masri <[email protected]> > Kepada: [email protected] > Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 17:21 > Judul: Re: Bls: [R@ntau-Net] Fw: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > > > Hati-hati menyikapi parang isu sara ko. Indak tatutuik kemungkinan, pihak > yg disarang isu sara malah yg mambukak patamo kali atau memanfaatkannyo utk > mandapek simpati dari seluruh pihak. > > Ingek kejadian Pilpres dulu. Ba a isu sara, dizalimi, dll dapek menuai > simpati dari masyarakat. > > Andri Satria Masri | Nagari Sungai Sariak Kec. VII Koto Kab. Padang > Pariaman Prov. Sumbar | ✉ andri.padangpariamankab.go.id | ✆ 081374001167 | > 288E864B | http://andrimasri.blogspot.com | @AndriSatria | YM: > [email protected] > ________________________________ > > From: Eri Bagindo Rajo <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sat, 4 Aug 2012 03:16:59 -0700 (PDT) > To: [email protected]<[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Bls: [R@ntau-Net] Fw: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > Sato sakenek Dunsanak. > > kalau Jokowi dan Ahok terpilih jadi pasangan Gubernur > dan JOKOWI berhalangan sebagai DKI 1 (KRN usia, sakik , masalah > > hukum) mako OTOMATIS ....AHOK jadiGubernur (by LAW) > > Baa gak ati dunsanak.....???????? > > EBR > > > ________________________________ > Dari: Lies Suryadi <[email protected]> > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 15:59 > Judul: Bls: [R@ntau-Net] Fw: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > > Sanak Aryandi, > Tarimo kasih ateh postingan nan bamanfaat ko. Dima dapek e ko? > Alhamdulillah lai juo ado urang nan bapikia bapijak di bumi mah di negara > awak ko. > Banyak nan bapikia saolah2 aloah dalam sarugo, padohal masih di bumi. Bueklah > Indonesia ko jadi suduik 1/100 zarah sarugo: aman, damai, tentram, makan > cukuik walau indak mewah. Alah tumah. Cari pamimpin "nan menghadirkan > sebesar-besarnya kemakmuran rakyat"-- mangutip tulisan di bawah. Jan liek > kupiah > e sajo. > > Wassalam, > Suryadi > > Dari: "[email protected]" <[email protected]> > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Dikirim: Sabtu, 4 Agustus 2012 7:19 > Judul: [R@ntau-Net] Fw: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > > > Bapak/ibu kasadonyo, sarato anggota RN nan dirahmati Allah > Skedar meneruskan sajo, apo nan sampaikan ka ambo satantang diskusi/wacana > nan berkembang di RN. > > Semoga berkenan. > Aryandi, 39th 4hari, ciledug > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > From: "Maria" <[email protected]> > Date: Thu, 2 Aug 2012 10:21:05 +0700 > To: Maria<[email protected]> > Subject: FW: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > Sekedar berbagi berita > > From:Hadhi Kusumo [mailto:[email protected]] > Sent: 26 July 2012 13:13 > To: Willy Ganda; Widodo; Wati; tedjo suwito; Ay Lan; Tan Tiong Gie; > Stefanus A Wartono; Sian Kiong & Silvy; Rustamadi; Raymond Trihadi; patricia > mrs; > Olen Kawi; Maria ; Julie & Gie; Hiangky; Heru Setiawan; Hendra Shidarta; > hendra kurniawan; Giok Bie & Swan; Freddy; fonni dharmadi; fifie; Daisy > Kristianto; Caroline Sutanto; Benny S.; Bambang Setiawan; anthony limongan; > [email protected]; Anna Elfina; Alex Tanumara > Subject: Memilih pemimpin yg baik dan benar > > Memilih Pemimpin yang Sejati > > (Ringkasan dari opini: Pandangan Saya sebagai Orang Islam terhadap Ahok > OPINI Anita Tahmid Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo 20 July 2012 | > 07:28) > > Menurut saya, memilih pemimpin harus didasarkan kepada kemampuan Calon, > bukan apa agama Calon. Sebab, soal agama adalah urusan pribadi antara seorang > hamba dengan Tuhannya. Apakah Calon rajin sembahyang atau tidak, tekun > puasa Ramadhan atau tidak, dan selalu membayar zakat atau tidak, itu semua > bukan urusan rakyat untuk mengetahuinya. > > Yang perlu dipertimbangkan saat memilih pemimpin adalah sejauhmana > kemampuan pemimpin untuk menghadirkan sebesar-besar kemakmuran rakyat. Karena > itu, > yang harus dipilih adalah pemimpin yang adil sehingga kepemimpinannya > membawa kemaslahatan (kemanfaatan) bagi rakyat yang dipimpinnya. > > Dalam Kitab Al-Hisbah karangan Ibnu Taimiyah dinyatakan sebagai berikut: > > الله ينصر الدولة العادلة وإن كانت كافرة، > ولا ينصر الدولة الظالمة وإن كانت مؤمنة > > Artinya: > > “Allah akan menolong Negara yang adil meskipun Negara itu Kafir. Dan > Allah tidak akan menolong Negara yang dholim meskipun Negara itu Mukmin > (Islam).” > > Kita bisa melihat Australia, Jepang, Korea, Negara-negara Eropa dan > Amerika yang penduduknya bukan mayoritas Muslim (baca: Kafir), tapi ternyata > lebih maju dan sejahtera dibandingkan dengan Negara-negara Islam seperti > Mesir, > Yaman, Aljazair, Oman, Libya dan Tunis, tidak lain karena Negara-negara > Kafir itu menjunjung tinggi keadilan. Maka Allah menolong mereka karena > keadilan yang mereka tegakkan. > > Seorang tokoh pembaharu asal Mesir, Mohammad Abduh mengatakan “Saya > melihat Islam di Barat tapi saya tidak temukan Kaum Muslim di sana . > Sebaliknya, saya menemukan Kaum Muslim di Timur tapi saya tidak melihat ada > Islam di > sana .” Maksudnya, Orang-orang Barat tidak mengenal agama Islam, namun > perilakunya mencerminkan ajaran Islam. Mereka menjunjung tinggi keadilan, > giat bekerja, disiplin, memudahkan urusan orang lain, menjaga kebersihan dan > ketertiban umum serta menghargai waktu. > > Nah, inilah pentingnya memilih pemimpin yang diyakini mampu menghadirkan > keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Soal apa agama pemimpin tersebut, itu > bukan faktor penting Sebab, bisajadi ada pemimpin yang di KTP tertulis agama > Islam, tapi perilakunya justru Kafir, tidak mencerminkan nilai-nilai > Islam. Keislaman seorang pemimpin bukan dilihat dari peci dan baju koko-nya, > melainkan dari perilakunya. Pemimpin yang mengaku Islam sebagai agamanya, > tidak berani berbuat korupsi, tidak menggunakan fasilitas Negara untuk > kepentingan pribadi, dan tidak berbuat dholim kepada rakyatnya. > > Sebaliknya, tidak mustahil ada pemimpin yang di KTP tertulis Kristen tapi > perilakunya malah sangat Islami. Ia curahkan segala pikiran dan tenaganya > untuk kesejahteraan rakyat, sehingga rakyat bisa memenuhi seluruh kebutuhan > hidupnya, baik jasmani maupun rohani. Ia kerahkan jiwa dan raganya untuk > kemaslahatan (kemanfaatan) rakyat, sehingga rakyat tidak menemui kesulitan > untuk memperoleh pangan, sandang dan papan, bahkan untuk melakukan > peribadatan kepada Allah SWT. Pemimpin seperti itu sesuai dengan Kaidah Fiqh: > > تصرف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة > > Artinya: > > “Kebijakan pemimpin terhadap rakyatnya harus mengacu pada kemaslahatan > (kebaikan) rakyat”. > > Kajian Dalil Larangan Memilih Pemimpin Kafir > > Memang dalam kitab Suci Al-Quran ada beberapa ayat yang melarang umat > Islam untuk memilih pemimpin yang tidak beragama Islam. Di antaranya ayat-ayat > yang terjemahannya berikut ini: > > Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang > Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpinmu (Al-Maidah : 51) > > Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang > Kafir sebagai pemimpin-pemimpinmu dengan meninggalkan orang-orang Mukmin / > Muslim (An-Nisa : 144) > > Menurut saya, ayat-ayat di atas benar adanya. Hanya saja, pertanyaannya > adalah orang Kafir seperti apa yang tidak boleh dijadikan sebagai pemimpin. > Di sinilah perlunya melakukan apa yang dalam Logika Hukum disebut > Rechtsvervijning (Pengkonkritan atau Penghalusan Hukum) yang merupakan salah > satu > metode dalam Konstruksi Hukum. > > Kita tidak boleh memahami ayat secara apa adanya atau tekstual, tapi harus > melakukan kontekstualisasi. Kenapa orang Kafir tidak boleh dijadikan > pemimpin? Bagaimana kondisi dan situasi pada saat ayat itu diturunkan? Apakah > keadaan sekarang masuk dalam kriteria tidak dibolehkannya mengangkat pemimpin > Kafir seperti pada masa Rasulullah SAW. masih hidup dulu? > > Saya berpendapat bahwa orang-orang Islam tidak boleh memilih pemimpin > Kafir dengan catatan pemimpin tersebut membawa dampak negatif bagi agama dan > umat Islam. Selama pemimpin Kafir tersebut diyakini mendatangkan keburukan > atau kemudharatan bagi agama dan umat Islam, maka hukum memilihnya tidak > boleh. Sebaliknya, bila keyakinan itu tidak ada maka hukumnya boleh. > > Lagi pula, untuk ukuran jaman sekarang di era demokrasi, pemimpin tidak > bisa tampil secara sewenang-wenang dan sesuka hatinya. Ia tidak bisa menjadi > satu-satunya pengambil kebijakan. Setiap kebijakan yang diputuskan harus > melalui musyawarah dengan banyak pihak dan dalam pelaksanaannya dikontrol > oleh rakyat, baik melalui wakil-wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat, media dan > LSM. Adanya mekanisme kontrol inilah yang membedakan pemerintahan sekarang > dengan jaman dulu. > > Pemimpin sekarang tidak akan berani berbuat semena-mena, kecuali ia akan > menjadi bulan-bulanan media dan didemonstrasi oleh rakyat. Karena itu, > kekhawatiran dengan adanya pemimpin Kafir tidak mempunyai dasar. > > Sosok Ahok yang Islami > > Ada seorang ulama di Belitung Timur, kampung halaman Ahok, yang > mengatakan, “Pada diri Ahok ditemukan sifat-sifat kenabian, yaitu Shidiq > (jujur), > Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (mampu berkomunikasi) dan Fathonah > (cerdas).” > > Saya sependapat dengan ulama tersebut. Berdasarkan rekam jejak yang > dipublikasikan, selama memimpin Belitung Timur, Ahok terkenal sebagai sosok > pemimpin yang profesional, jujur, bersih, transparan dan merakyat. Sifat-sifat > itu sesuai dengan ajaran Islam. > > Ahok tak menjaga jarak antara dirinya dengan rakyat. Ia biasa keliling > kampung untuk mengetahui persoalan rakyatnya. Perilaku Ahok itu seperti yang > dilakukan Khalifah Umar bin Khattab yang suka keliling kampung. Dengan > keliling kampung, Khalifah Umar pernah dikisahkan menemukan suara tangis pada > malam hari. Ternyata ada anak-anak kecil yang menangis tiada henti karena > tidak makan berhari-hari. Karena merasa bersalah, Khalifah Umar spontan > mengambil sendiri makanan yang ada di gudang Negara, memikulnya sendiri dan > mengantarkan ke keluarga tadi. Itulah perlunya pemimpin turun ke bawah (turba) > sehingga tahu persis keadaan rakyat yang dipimpinnya, dan tidak melulu > mengandalkan laporan dari staf-stafnya. > > Ahok juga tidak pernah memanfaatkan fasilitas publik untuk kepentingan > pribadi. Justru yang terjadi, Ahok memotong uang perjalanan dinasnya untuk > membantu rakyatnya yang miskin. Perilaku Ahok ini mengingatkan saya kepada > cerita Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Suatu ketika putranya datang menghadap ke > Istana, lalu Khalifah Umar bertanya, “Untuk urusan apa, Kamu datang, > Nak?” Sang putra menjawab, “Untuk urusan pribadi.” > > Seketika Khalifah Umar mematikan lampu ruangan. Sang putra bertanya lagi, > “Kenapa dimatikan, Ayahanda?” > > “Karena lampu ini dibiayai oleh Negara. Tidak boleh menggunakan > fasilitas Negara untuk kepentingan pribadi.” Subhanallah. > > Perilaku Ahok itu jarang ditemukan pada pemimpin-pemimpin saat ini. Tidak > sedikit Gubernur dan Bupati/Walikota yang mendekam di penjara karena > terlibat kasus korupsi penggunaan APBD. Tapi tidak termasuk Ahok. Ia sadar > bahwa > APBD adalah uang rakyat yang harus dipergunakan untuk kepentingan rakyat. > Maka, uang itu haram dimanfaatkan untuk urusan pribadi, seperti untuk > memperkaya diri sendiri atau untuk mendanai kampanye pemenangan dalam > Pemilukada. > > Ketika pemilukada Belitung Timur 2005, ada kekhawatiran bahwa jika > terpilih, Ahok akan melakukan kristenisasi atau membangun gereja > besar-besaran, > ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti. Selama memimpin Belitung Timur, > Ahok lebih menjunjung tinggi ayat-ayat Konstitusi. > > Lagi pula, kalau kelak benar-benar terpilih pada Pemilukada Jakarta > putaran kedua tanggal 20 September 2012, sosok Jokowi tidak akan mungkin > membiarkan wakilnya, Ahok sibuk memprioritaskan urusan agamanya ketimbang > urusan > rakyat keseluruhan. Ahok bukan pasangan pertama Jokowi. Sebelumnya, Jokowi > sudah pernah berpasangan dengan Wakil yang beragama Kristen. Selama dua > periode kepemimpinannya di Solo, Jokowi didampingi Wakil yang juga beragama > Kristen. Namanya FX Hadi Rudyatmo. Dan, selama ini tidak pernah terjadi > apa-apa. > > Semoga bermanfaat untuk memilih pemimpin yg baik dan benar bagi masyarakat > dan bangsa -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
