Catatan Kecil mengenang 110 tahun Bapak Proklamasi, Bapak Perekonomian
Rakyat,  Bung Hatta

[Bagian satu dari empat tulisan]

Menjelang berakhirnya masa bakti Program USAID Perform pada akhir Januari
2005, sebagai koordinator subprogram bantuan teknis bagi korporasi daerah,
saya melakukan kunjungan supervisi-akhir dengan ditemani seorang anggota Tim
ke provinsi-provinsi mitra kami.  Kunjungan tersebut saya lakukan  pada
bulan November 2004, yang bertepatan dengan bulan Ramadan di tahun tersebut.

Kunjungan pertama saya lakukan ke Provinsi Sulawesi Selatan. Dari sini
perjalanan saya  lanjutkan  ke Merauke, Papua. Manokwari di Papua Barat saya
lewati,  karena supervisi akhir di sana sudah saya selesaikan pada kunjungan
sebelumnya. Sebelum kembali ke Jakarta, saya singgah ke kantor regional kami
di Jayapura.

Setelah beristirahat sehari di rumah, kunjungan saya teruskan ke Sumatra
Barat. Seperti biasa, di sini saya  'ngepos' di Bukittinggi, dan sebelum
kembali ke Jakarta,  menginap dulu semalam di Padang.  Perjalanan kemudian
saya lanjutkan ke Malang, kota kedudukan kantor regional kami di Jawa Timur.


Kunjungan ke Malang bukan kunjungan supervisi, karena tugas supervisi di
provinsi-provinsi di pulau Jawa sudah  saya serahkan kepada dua anggota Tim
yang lain, tetapi sebagai a farewell trip. Hal itu dikarenakan di kota ini
saya bergabung dengan Perform di tahun 1998 yang ketika itu masih bernama
CLEAN Urban, dengan wilayah kerja yang  hanya meliputi satu provinsi saja,
yaitu Jawa Timur. Oleh karena itu pula saya pernah bermukim di kota itu
selama dua tahun  lebih. Dari kota ini pula program perencanaan partsipatif
(atau ejaan bakunya: partisipatorif), mulai digagas dan dibumikan di
sejumlah kabupaten/kota, yang kemudian mewarnai UU No 25 tahun 2004 Mengenai
Perencanaan Nasional. 

Kunjungan ke kota yang menyisakan banyak kenangan ini sekaligus mengakhiri
seluruh pekerjaan lapangan saya.

Dari 'safari' Ramadan ada catatan kecil yang menarik, yakni pengalaman
bersahur di hotel tempat saya menginap di 4 kota, Bukittinggi, Padang,
Malang dan Makassar.        

Di Bukittinggi, seperti biasa saya menginap di Novotel (sekarang Hills). Di
sini  makan sahur diantar ke kamar, yang memberikan petunjuk bahwa tamu yang
menginap tidak banyak. Makanan enak, standar hotel, hanya porsinya terlalu
besar, saya tidak dapat menghabiskannya. Di Bumiminang, hotel tempat saya
selalu menginap di Padang, sahur disediakan secara prasmanan di restoran,
dengan menu yang tidak begitu menerbitkan selera. Tamu hotel yang makan
sahur dapat dihitung dengan jari tangan. Pemandangan serupa juga saya
temukan di hotel Regent's Park, tempat saya menginap di Malang. Sementara
di Hotel Quality, tempat saya ketika itu menginap Makassar, saya harus
berdiri agak lama menunggu kursi kosong di restoran untuk makan sahur,
saking berjubelnya tamu hotel yang bersahur (!).

Itu cerita tahun 2004 memang, tetapi dari fenomena sederhana itu dapat
disimpulkan, bahwa dari ketiga provinsi: Sulawesi Selatan, Sumatra Barat dan
Jawa Timur, hanya jumlah pengunjung ke Sulawesi Selatan yang selama bulan
Ramadan tahun itu yang hanya tetap tinggi. Sedangkan yang ke Sumatra Barat
dan Jawa Timur cenderung menurun. 

Memangnya Sulawesi Selatan punya apa? 

Alhamdulillah, karena pekerjaan saya sudah mengunjungi hampir
seluruh-minimal ibu kota-provinsi di Indonesia. Hanya lima yang belum.  Bali
sudah saya kunjungi tujuh kali. Provinsi-provinsi di Kalimantan yang paling
sedikit saya kunjungani Kalimantan Tengah dua kali, Kalimantan Selatan lima
kali, Kalimantan Barat, dan-terutama-Kalimantan Timur sudah tidak terhitung.

Akan tetapi Provinsi yang selalu yang selalu membuat saya jadi orang iri-an,
hanya lah Provinsi Sulawesi Selatan. Memang Sulawesi Selatan punya Tana
Toraja yang eksotik-saya pernah ke sana. Akan tetapi, apakah karena hanya
punya Tana Toraja sajakah, Sulawesi Selatan didatangi lebih banyak
pengunjung daripada Sumatra Barat yang cantik dan eksotik ini?

Wassalam, HDB-SBK (L, 69)

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke