SELAMAT JALAN BULAN RAMADHAN

Tak terasa waktu cepat berlalu
Hingga bulan Ramadhan akan segera meninggalkan kita
Jelang sepuluh hari terakhir
Aku membaca status  sahabatku
Sementara aku mencari jawabanmya
Pertanyaan itu kulemparkan pula kepada Fuadri sahabatku

Jawaban Fuadri dengan judul MUTIARA
Menjadikan tulisan yang bagus di penghujung Ramadhan
Akupun menemukan  suatu tulisan yang intinya mengatakan
Puasa bagaikan mengubah ulat bulu menjadi kupu-kupu jelita
Banyak tulisan yang mengatakan puasa sangat baik untuk kesehatan
Yang berarti puasa adalah bermanfaat untuk diri sendiri

Di penghujung Ramadhan
Coba periksa diri sendiri
Sudah tumbuhkah sayap kupu-kupu yang indah
Ataukah masih saja seperti ulat bulu
Periksa juga diri sendiri
Bagaimana perasaanmu di tinggal bulan Ramadhan
Tidak perlu diberitahukan orang lain jawabannya
Cukup untuk diri sendiri

Selamat jalan bulan Ramadhan
Semoga kita bertemu lagi
Dengan ketulusan hati
Kami juga mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI  1433 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Padang, 18 Agustus 2012


Hanifah Damanhuri

MUTIARA
oleh Fuadri Sh pada 17 Agustus 2012 pukul 14:53 •
Suatu ketika, aku dibuat terhenyak
oleh pertanyaan sahabatku Hanifah Damanhuri :
"Ramadhan telah memasuki 1/3 terakhir...... Sudah kah kita mampu
menjawab apa yg dipuasakan dan untuk siapa saja puasa itu"
Pertanyaan ini membuatku menghitung2 sikap

Kucoba untuk merangkai jawab
dalam barisan kalimat yang ku tajuki MUTIARA,
karena ku tahu apa yang dilontarkan sahabatku ini adalah bahan untuk
mengampungkan Mutiara2 hikmah ubudiyahku melaksanakan shaum dalam Ramadhan ini.

Apa yang aku torehkan ini
Mungkin tidak seakurat rumusan matematika,
Sangat jauh dari pencernaan logika
Agamakupun sejatinya bukanlah semata2 logika dan tidak semua untuk dilogikakan

Di saat berbicara.dalam diam..
Di saat tanda tanya..selalu bergelut dengan hati

Di saat rasa salah tak bisa ku raba
Di saat kesabaran harus dihadirkan
Di saat hati harus dibalut ikhlas
Di saat bimbang harus disikapi
Bahkan saat prasangka harus dipupus

Semuanya
Harus di ikhtiarkan dalam bershaum
Namun juga sangat mungkin diwujudkan dalam bershaum
Bermunajatpun, akan dirasa ijabahnya ketika bershaum

Shaum juga bisa memilah,
Ketika ketulusan harus bicara
dan tak bisa di tutupi
Ada yang sengaja menunjukkan diri pada khalayak
Akan pedullnya pada duafa
Ada yang menolong karena takut pada atasan
Ada pula berbakti sosial karena jabatan

Namun, tak sedikit pula ditampakkan atas seizin Allah, hamba-hambaNya
mengamalkan ubudiyah , semata-mata demi menyempurnakan shaumnya

Dan yang paling bisa dirasakan adalah ketika mampu mengetuk pintu hati
ini untuk melakukan perbaikan terhadap diri..saat bershaum,

Semuanya, bisa bershaum, namun tidak semua mampu bershaum. Hanya bagi
yang telah mampu menghadirkan iman dalam keseharian, hingga
Ikhlas berbuat dalam diam, seperti diamnya amalan shaum itu sendiri

Wallahu alam, bissawab.....!



Fuad, kasihbundo, 16/08/2012

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke