[Renungan di akhir Ramadan 1433 H]

Satu hari, kurang lebih dua pekan menjelang Ramadan di tahun 2005.

Seperti, biasa pengurus IKM di lingkungan tempat tinggal kami di Depok
mendatangi keluarga-keluarga Minang, termasuk keluarga kami  tentu saja,
menanyakan kesediaan untuk menjadi tuan rumah salat tarwih bergilir, yang
sudah berlangsung praktis sejak kompleks itu mulai dihuni tahun 1979.

Isteri saya Kur minta tiga hari, yang membuat saya 'tercengang'. Apakah
jemaah tarawih akan disuguhi air putih, saya membantin.

Sejak program USAID Perform selesai akhir Januari 2005, untuk pertama
kalinya sejak 1963 akhir-minus tiga bulan di tahun 1966-saya menjadi seorang
penganggur. Penganggur benaran. 

Upaya  Robert, COP kami di Perform  memasukkan saya sebagai staf tetap pada
program baru USAID Local Governance Support Program (LGSP), tidak berhasil.
LGSP lingkupnya lebih luas daripada Perform, karena menggabungkan
eks-Perform, dengan dua eks-program USAID lainnya yang bergerak di
pendidikan dan kesehatan, tetapi korporasi daerah yang merupakan sub-program
yang menjadi tanggung jawab Perform tidak lagi menjadi sub-program di LGSP. 

Mula-mula saya agak kecewa dan gamang juga, apalagi belakangan ini asma saya
agak sering kambuh.  Mencari pekerjaan lain, yang biasanya mudah, kok
sekarang susah? Tetapi saya pikir pasti ada hikmahnya, melatih dan
menyiapkan anak-anak agar lebih mandiri, karena pada suatu saat, dan
pastinya tidak lama lagi, karena usia saya sudah melewati 61, saya akan
berhenti dan pergi.

Kembali sejenak ke belakang, tiga bulan sebelum menunaikan ibadah haji di
tahun 2003, kami kedatangan  tamu, si Unieng, orang Minang yang menjadi
pengurus bagian  pemasaran Pasar Agung Depok yang ketika itu sedang
direnovasi.

"Uni mau mengoper jatah pedagang lama di basemen  yang tidak ingin
mengambilnya? tanya si Unieng. 

Kami tidak perlu lama untuk menjawab ya, karena kami memang sudah lama ingin
memiliki rumah makan kecil-kecilan saja, jika saya tidak lagi bekerja, lalu
menyelesaikan persyaratan administrasi dengan Panitia Pasar. Pasar selesai
direnovasi empat bulan setelah kami kembali dari Tanah Suci. Karena
lokasinya bagus, tidak terlalu jauh dari pintu masuk, lapak kami  itu sudah
ada yang menawar, yang jika kami jual sudah dapat pulang modal ditambah
penggantian biaya berhaji kami berdua. Tentu kami tolak, karena bukan itu
tujuan kami membelinya.

Sehabis Lebaran 2004, Kur mulai berjualan nasi di sana. Lumayan, karena
masakan Kur lumayan enak. Dari warung itu lah dapur kami tetap berasap
setelah saya tidak lagi bekerja, walaupun dengan mengencangkan ikat pinggang
tentu saja, karena seluruh penghasilan kotor sebelum dikurangi biaya,
jumlahnya tidak sampai separuh gaji saya per bulan di Perform.

Namun menjelang Ramadan di tahun 2005 Kur mengatakan ingin tutup selama
Puasa, sesuatu yang saya maklumi, karena orang-orang di pasar banyak yang
tahu Kur sudah haji. Nama warungnya pun "Waroeng Nasi Bu Haji Darwin", masak
mau buka siang hari di bulan Ramadan? Tapi bagaimana? 

Tapi rezeki memang rahasia Illahi.     

Beberapa hari kemudian saya dihubungi seorang sahabat lama yang tinggal di
Salatiga, minta bantuan untuk membuat hitungan-hitungan keuangan untuk studi
kelayakan sebuah proyek infrastruktur di Solo.yang sedang dikerjakannya yang
akan memakan waktu dua bulan. Fee yang saya minta-setelah melakukan salat
Istikharah-diterima tanpa ditawar.

Untuk keperluan pengumpulan data dan observasi lapangan, saya menjadwalkan
untuk mengunjungi Solo selama dua hari di pekan kedua Ramadan.

Berselang sepekan setelah itu, saya dihubungi Pak Rudi, kenalan lama
Direktur Perusahaan Konsultan Engineering yang fokus pada proyek-proyek air
bersih dan sanitasi, menawarkan saya pekerjaan di Jakarta selama dua bulan,
yang sebagian besar dapat dikerjakan di rumah. Alhamdulillah, dengan uang
muka dari dua pekerjaan tersebut, dapur dapat tetap dapat berasap selama
Ramadan, dan tidak perlu menjamu jemaah tarawih dengan air putih, serta
untuk biaya perjalanan ke Solo.   

Ketika itu setiap hari hanya ada dua penerbangan Garuda Jakarta-Solo.  Saya
membeli tiket pulang-pergi; berangkat Senin pagi dan kembali Selasa petang.

Kegiatan pengumpulan data di institusi yang akan memanfatkan proyek berjalan
lancar. Sebagian data sudah diperoleh, sisanya sedang dipersiapkan dan
dijanjikan dapat diambil keesokkan Persoalan timbul ketika kami mencoba
mengimput perhitungan belanja modal (capex) yang dibuat sahabat  saya itu ke
model excel yang saya siapkan dengan menggunakan desktop.di Depok, karena
laptop inventaris dari Perform sudah saya kembalikan. Pasalnya, di beberapa
warnet yang kami kunjungi, kami tidak dapat membuka model yang saya buat
dengan Excel 2003, karena mereka hanya punya Excel versi tahun-tahun
sebelumnya. Akhirnya file itu dapat juga dibuka di rumah kenalan sahabat
saya itu yang di komputer ankanya ada program Excel 2003.

Saya diantar sahabat saya itu ke hotel yang sudah dibookingnya di jalan
Slamet Riyadi. Sesudah menumpang shalat zuhur di kamar saya dia pulang ke
Salatiga.

Merasa letih sekali, berangkat dari rumah sesudah makan sahur, saya
rebah-rebahan di tempat tidur untuk beristirahat. Tanpa saya sadari saya
tertidur lelap, dan begitu terbangun saya lihat di luar sudah gelap dan
begitu melihat jam waktu sudah menunjukkan jam tujuh. Saya segera
beristigfar, karena sebelum tidur -tiduran tadi, saya belum shalat zuhur,
jadi dua shalat sudah terlewati zuhur dan ashar  yang sudah tidak mungkin
saya jamak  lagi. Walaupun menurut syariat saya "tidak berdosa" karenanya
keadaan tersebut membuat perasaan saya tidak nyaman. Saya segera membatalkan
puasa dengan air kemasan yang tersedia di kamar

Wassalam, HDB-SBK (L, 69) 

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke