Sudah tujuh Ramadan peristiwa itu berjarak dengan Ramadan tahun ini. Namun kenangan dan pelajaran dari peristiwa itu tidak pernah terlupakan.
Terutama tentang hadirnya seorang tukang becak yang tindak tanduk dan cara berucapnya tidak beberbeda dengan tukang-tukang becak lainnya, yang saya sudah lupa namanya walaupun dia pernah meninggalkan fotokopi KTP ketika saya memberikan uang sebanyak Rp50 ribu untuk menebus obat. Hanya Allah SWT yang tahu, apa yang mendorong dia membantu saya sedemikian rupa, yang jelas bantuannya itu sangat berarti bagi kehidupan saya. Dia hanya bertanya, saya dari mana karena menyangka saya bukan orang sana, yang saya jawab dari Jakarta. Dia tidak menanyakan di mana alamat saya, apa pekerjaan saya, suku saya, walaupun saya kira, dia menyangka saya orang Tionghoa, karena memang mirip. Dia juga tidak menanyakan apa agama saya. Lalu apakah peristiwa di Solo itu cobaan atau teguran, bagi saya tidak penting-penting amat, yang pasti pelajaran, karena bagi saya dalam hidup ini tidak ada satu pun yang kebetulan. Mengapa saya tidak tertarik berbuka dengan paket murah di hotel, mengapa saya tidak ingin mencoba mie di warung yang tepat berseberangan dengan hotel. Mengapa saya hanya mengalami cedera yang relatif ringan pada kecelakaan yang demikian berat-misalnya patah tulang-padahal usia saya ketika itu sudah 62 tahun, semua merupakan rencana Allah SWT untuk saya, yang harus saya pelajari sendiri dengan akal budi yang dianugehi-Nya. Tidak satupun terjadi tanpa izin dan sepengetahuan Allah SWT, hatta, selembar daun yang lepas dari rantingnya dalam kegelapan malam, dan sangat mustahil Allah SWT berbuat sesuatu yang sia-sia, apalagi sekedar menzalimi hambaNya. Saya termasuk yang yakin seyakin-yakinnya, bahwa Kasih ALLAH mendahului murka-Nya dan beriman dengan cinta, bukan rasa takut. Saya sudah membiasakan berzikir dalam hati sejak muda, semakin intens sejak 1998, semakin intens lagi sejak pulang berhaji. Kalau dulu lafalnya berganti-ganti, sejak pulang haji lafalnya selalu, Ya Rakhman, Ya Rahim. Kadang-kalang diselingi dengan Ya Gafur jika merasa berbuat salah pada diri dan orang lain Sadar bahwa pengetahuan agama saya dangkal, dan tidak terlalu berminat mendalami fikih, kecuali sekedar apa yang saya butuhkan, amalan saya sehari yang mudah-mudah saja, perduli kepada kesusahan orang lain, berzikir dalam hati, mengupayakan kekhusukkan dalam salat, membiasakan salat sunat malam, berpuasa sunat Senin-Kamis, walaupun selama dua tahun terakhir ini sudah agak jarang karena kesehatan semakin menurun. Ayat Al-Quran yang saya hapal dan tinggal di bawah sadar saya tidak banyak, namun saya usahakan untuk mengamalkannya semampu saya walaupun sulit, bahkan sangat-sangat sulit, terutama Al-Mukminun 1 - 11, 'road map' saya sejak muda, yang sampai sekarang mungkin hanya 10%, tetapi sudah cukup membuat hidup saya tenteram dan bahagia pada saat fisik tambah renta, penglihatan tinggal 5% karena penurunan kelopak mata dan suara nyaris 100% hilang, karena kelainan langka yang saya warisi dari ayah, selain asma. Namun amanah dari Allah untuk menafkahi keluarga belum berhenti, namun tetap saya jalni dengan ikhlas. Alhamdulillah, minus kosong selama beberapa bulan, hubungan kerja dengan Pak Rudi masih berlanjut sampai hari ini, walaupun selama dua tahun terakhir bekerja di rumah saja, dengan intensitas rendah, jam kerja suka-suka, namun tetap memerlukan ketelitian tinggi/menggunakan spreadsheets financial model yang besar yang complicated yang saya kembangkan sendiri dan perlu penyempurnaan yang terus menerus, serta kadang-kadang harus siap begadang semalaman. Karena saya dibayar untuk itu, bukan karena CV saya yang lebih 20 halaman, dan pernah dipilih sendiri oleh World Bank, untuk pekerjaan appraisal salah satu Proyek infrastruktur mereka di Surabaya di awal tahun 1990-an. Penghasilan, tentu saja tidak sebesar dulu, tetapi masih di atas UMR Depok dan masih mendapat THR walaupun hanya separuh gaji, lebih besar sedikit ketimbang yang saya terima tahun lalu, namun jauh di bawah yang saya terima sewaktu bekerja di Perform dulu tentu saja, tetapi masih dapat membayar fitrah dan memasak ketupat dengan kalio ayam kampung dan sayur buncis bumbu tauco kegemaran saya, walaupun yang memasak bukan lagi sang isteri tercinta Beberapa waktu yang lalu saya dan isteri-yang selama dua tahun belakang ini sehari-hari lebih banyak berada di tempat tidur karena komplikasi darah tinggi dan gula-menangis menyaksikan di televisi perjuangan buruh yang hanya diupah Rp20 ribu perhari dan mendapat THR sebanyak itu pula. Melihat orang-orang yang terpinggirkan dan terzalimi seperti itu, saya sering bertanya kepada diri, bagaimana kalau saya yang di sana, dan mereka yang di sini? Mereka pasti bukan memilih untuk berada di sana, sebagaimana saya tidak memilih untuk berada di sini. Hidup penuh rahasia Illahi, yang tidak pernah seorang pun mampu memaknainya dengan sempurna dan pasti, walaupun tidak sedikit yang merasa dan menyangka (paling) mampu, pasti dan sempurna. Tapi ini tentu cerita lain lagi. Hari ini adalah akhir Ramadan tahun ini, masihkah akan menemui Ramadan tahun depan, hanya Allah SWT tahu tentu saja. Allahhu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil Hamd. Selamat Idul Fitri 1433 H, mohon maaf lahir batin. Taqaballahu Minna Waminkum Taqaballahu Ya Karim Minal Aidina Wal Faizin Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali dengan kemenangan Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69), asal Padangpanjang, tinggal di Depok Sabtu, 18 Agustus 2012 -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
