wasalm wr wb mantap bana mah mamak.ambo sabagai urang minang mandukung bana.
Pada 24 Agustus 2012 21:22, asmun sjueib <[email protected]> menulis: > Aww. Satuju bana pak MN, paralu dilakukan berbagai upaya dengan pendekatan > sistem tarutamo Ekonomi Rakyat yang bertumpu pada unit usaha Koperasi > sebagaimana amanah dari Bapak Koperasi Indonesia yang kito cintai Drs. > Moh.Hatta. > ------------------------------ > *Dari:* Mochtar Naim <[email protected]> > *Kepada:* rantaunet rantaunet rantaunet <[email protected]>; > Abdurrahman Rasyid <[email protected]>; "[email protected]" < > [email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> > *Cc:* MOCHTAR NAIM <[email protected]> > *Dikirim:* Jumat, 24 Agustus 2012 16:06 > *Judul:* [R@ntau-Net] SURAT TERBUKA KEPADA GUBERNUR SUMBAR DST > > * * > * * > Jakarta, 24 Agustus 2012 > > *SURAT TERBUKA* > *dari Mochtar Naim* > * * > *Kepada yth* > *Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat* > *beserta para Bupati dan Walikota* > *Dan para pimpinan dan anggota-anggota DPRD* > *Se Sumatera Barat* > *Beserta para pemangku adat, agama dan cerdik pandai* > *Dan segenap warga Sumatera Barat* > *di Rantau di manapun dan di Kampung Halaman* > *di Ranah Minang* > * * > Assalamu ‘alaikum w.w., > * * > *“MARI BERSAMA KITA BANTU SANAK-SAUDARA KITA * > *SE RANAH DAN SENAGARI* > *YANG BERADA DI BAWAH GARIS KEMISKINAN* > *DI SUMATERA BARAT* > *AGAR MEREKA TERLEPAS DARI JERAT KEMISKINAN* > *DAN KETERBELAKANGAN”* > * * > D > ENGAN makin dikuasainya sumberdaya ekonomi dan jalur-jalur pusaran > perdagangan dan industri di negara kita ini oleh para konglomerat dan > kapitalis multinasional lainnya, yang pada gilirannya juga didukung dan > dilindungi oleh para elit penguasa pribumi di NKRI ini, lebih dari separuh > dari 240an juta rakyat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. > Dan ini terjadi di hadapan mata kita walau sudah 67 tahun kita merdeka. > Menurut ukuran Bank Dunia, penduduk yang berpendapatan di bawah 2 US dollar > atau 20 ribu rupiah per hari, tergolong ke dalam yang berada di bawah garis > kemiskinan. Indonesia sekarang ini malah dikenal sebagai negara dengan > penduduk termiskin di Asia Tenggara. Gambaran ini menyeluruh dan tak > terkecualinya di kampung halaman kita di Ranah dan di nagari-nagari di > Sumatera Barat sendiri. > Kita-kita, baik yang di rantau maupun yang di kampung halaman > sendiri, yang sudah terbebaskan dari jeratan kemiskinan tersebut, > bagaimanapun, punya tanggung-jawab moral, spiritual, emosional maupun > material-finansial, untuk bersama-sama menanggulangi nasib nahas yang > diderita oleh sanak-saudara kita itu. Salah satu caranya adalah dengan > mengeluarkan sebahagian dari hasil pendapatan kita pemberian Allah itu, > baik berupa zakat, infaq, sadaqah, atau sumbangan apapun, untuk kita > berikan kepada sanak-saudara kita yang dirundung oleh kemiskinan yang > merisaukan itu. Jika saja kita bersatu hati dalam melakukan tugas sosial > ini, maka insya Allah para sanak-saudara kita itu akan terbebaskan dari > belenggu kemiskinan dan keterbelakangan itu. > Berikut antara lain adalah langkah-langkah yang perlu kita > lakukan secara bersama-sama dan terencana serta terprogram dengan baik > untuk menanggulangi duka-nestapa sosial itu. > Pertama, kita berbuat dan bertindak secara berkelompok dan > bersinergi bersama-sama yang unit kesatuannya adalah Nagari dan Jorong kita > masing-masing di Sumatera Barat. Di bawah supervisi dan bimbingan Gubernur > Sumatera Barat, maupun Bupati dan Camat di Kabupaten, serta para Wali > Nagari dan para Wali Jorong di setiap Nagari, bersama semua warga > masyarakat di Nagari sendiri, kita membentuk Lembaga Amil Zakat, Infaq dan > Sadaqah (LAZIS) Nagari, jika belum terbentuk. Pilihan lainnya adalah, kita > membentuk BMT (Baitul Mal wat Tamwil) tapi dari antara tugas khususnya > adalah seperti LAZIS yang dimaksud itu. > Sasaran utama dari fungsi Lazis ini adalah bahwa kita secara > bersama-sama melenyapkan kemiskinan dengan menghimpun Zakat, Infaq dan > Sadaqah (ZAS) dan sumbangan finansial lainnya dari warga masyarakat Nagari, > baik yang berada di rantau maupun yang di kampung halaman sendiri. Fungsi > Lazis ini juga bersinergi dengan fungsi ormas dan pemerintahan Nagari, > Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi dalam upaya menanggulangi pemberantasan > kemiskinan secara bersama-sama dan bersinergi di tingkat Nagari, Kecamatan, > Kabupaten dan Provinsi itu. > Kedua, pengurus Lazis, yang secara terprogram menjadikan > Mesjid Nagari sebagai markas kegiatannya, dengan bekerjasama dengan > administrasi pemerintahan Nagari, dan di bawah tilikan dan supervisi Wali > Nagari dan Wali-wali Jorong, serta didukung oleh unsur kepemimpinan Tungku > nan Tigo Sajarangan, yaitu Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai, serta > Bundo Kanduang dan Pemudanya, dan tak terkecuali segenap unsur masyarakat > di Nagari, mendaftar semua warga Nagari yang berada di bawah garis > kemiskinan, dengan mencatat data-data signifikan sosial-ekonomi yang > diperlukan, termasuk umur, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah pendapatan > per hari/minggu/bulan, jumlah anggota keluarga, kondisi rumah tangga, dsb. > > Ambang batas yang dipakai adalah: mampu atau tak mampu dalam > memenuhi kebutuhan pokok hidup hari-hari. Kecuali itu, Lazis, di bawah > supervisi Wali Nagari dan para Wali Jorong, juga mendata anggota warga > Nagari dan Jorong, baik yang di rantau, di manapun, dan di kampung halaman > sendiri, yang tergolong ke dalam kelompok warga yang wajib berzakat dan > biasa berinfaq dan bersadaqah dan bantuan lain-lainnya, sambil mendorong > dan menyemangati mereka dengan menyalurkan ZIS mereka untuk tujuan mulia > dalam upaya mengentaskan kemiskinan ini di kampung halaman sendiri. > Ketiga, Lazis bersama pihak-pihak terkait dimaksud, > menyiapkan program pelaksanaan Lazis untuk masa bakti dalam batas waktu > yang ditentukan. Misalnya, dari Idul Fithri 1433 H ke Idul Adha 1433 H ini, > dalam kurun waktu tiga bulan, atau dari Idul Adha 1433H ke Idul Fithri 1434 > H di tahun berikut, selama kurun waktu sembilan bulan. Dst. Silahkan > mengatur dan menentukan sendiri pola pengelolaan yang disukai dalam batas > waktu ZIS yang diinginkan. > Karena tujuan pengumpulan ZIS ini adalah untuk menghapus > kemiskinan dari para sanak-saudara sendiri, maka ZIS yang dikumpulkan harus > dipisahkan antara yang bertujuan produktif dan yang konsumtif. Yang dituju > di sini terutama adalah ZIS untuk tujuan produktif, yaitu untuk menciptakan > lapangan kerja baru atau meningkatkan produktivitas dari yang telah ada > sekarang. Lapangan kerja yang diciptakan, baik baru ataupun meningkatkan > yang telah ada, seyogyanya disesuaikan dengan kemauan, kemampuan dan > pengalaman serta kekayaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, baikpun > fasilitas teknis yang tersedia. Prinsip *“one village one product”*ataupun > kombinasi antara bidang pertanian, perternakan, perikanan dan > kerajinan serta industri rumah tanggapun dapat dipakai sebagai arahan untuk > menentukan pilihan dari ZIS produktif yang disalurkan. Yang diberikan, > bagaimanapun, bukanlah wang tunai, tetapi alat produksi, seperti mesin > jahit, mesin pembajak, alat pertukangan, dsb, ataupun modal usaha dalam > bentuk sedikitnya 30 ekor ayam atau itik, sepasang kambing, seekor sapi, > kerbau, dsb, dalam jumlah yang cukup menguntungkan untuk dikembangkan. > Keempat, pihak pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan Kota, > pada gilirannya dapat pula menyalurkan berbagai macam dana dan fasilitas > yang tersedia, dari manapun datangnya, atau bahkan menjadikannya menjadi > program bersama se Sumatera Barat dalam rangka mengurangi ataupun > menghabisi kemiskinan di Sumatera Barat. > Pada akhirnya, idee atau gagasan yang dikemukakan di sini > dapat dijadikan sebagai pembuka pintu dalam rangka mengurangi ataupun > menghabisi kemiskinan dan keterbelakangan di ranah dan di kampung halaman > kita sendiri. > Restu dan dukungan dari Gubernur, Bupati, Wali Kota dan > pihak-pihak terkait lainnya seperti yang diungkapkan di atas, kiranya > sangat diperlukan dalam menjadikan idee dan gagasan ini menjadi idee dan > gagasan kita bersama di Sumatera Barat yang didukung secara bersama ini. > Dan kita mempertaruhkan nama baik daerah kita, Ranah Minang, untuk itu. > Untuk komunikasi lebih lanjut, dalam mendapatkan tanggapan, > saran dan reaksi dari manapun, alamat dan email saya adalah: > Mochtar Naim > Kompleks Inhutani Blok M5, Ciputat, Tangerang Selatan > HP 0813 1719 8778 > Email: [email protected] > > Wabillahit taufiq wal hidayah, > Selamat Idhul Fitri 1 Syawal 1433 H, > Serta maaf lahir dan bathin, > > Hormat saya, > > > ttd > > Mochtar Naim, > Mantan anggota MPR-RI (1999-2009) dan DPD-RI (2004-2009) > dari Sumatera Barat > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- wasalam satria -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
