Angku Muljadi Ali Basjah di Jaruman nan sadang resah

Alhamdulillah, penjelasan Ajo Manih dari lapau suduik, Padang, di bawah ini
sudah menjawab  sebagian pertanyaan Angku Muljadi. Sebenarnya pertanyaan
Angku Muljadi membuat saya 'galau' pula. 

Apa lagi saat ini berbagai wilayah di Indonesia sedang mengalami musim
kemarau yang berat yang menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian kering,
bahkan ratusan hektare di antaranya gagal panen. Waduk-waduk yang menjadi
urat nadi bagi sawah, listrik, dan air bersih pun kering kerontang. 

Dengan selesainya program USAID-LGSP-di mana saya tercatat sebagai seorang
'resource'- di tahun 2009 yang lalu, saya kehilangan akses untuk hal-hal
semacam ini di Sumatra Barat.  Namun berkat penjelasan Ajo Manih perasaan
galau saya pun ikut hilang, paling tidak untuk sementara.

Pasalnya,  berita Kompas tahun 2005, yang baru terbaca oleh saya tahun lalu
mengemukakan tentang potensi sumber mata air pegunungan, yang berdasarkan
hasil penelitian, potensinya menyebar di seluruh Kota Padang Panjang, di
mana potensi yang belum termanfaatkan adalah sebanyak 390,4 liter/ detik,
sehingga  "terbuka peluang bagi calon investor untuk mendirikan industri air
minum dalam kemasan." 

Frasa terakhir ini membuat saya 'gacar', khawatir Pemko dan DPRD
Padangpanjang terjebak sasaran jangka pendek, padahal kalau bicara sumber
air, kita harus melihat 30-50 tahun ke depan , dan tidak dalam perperspektif
batas wilayah administrasi kota (Padangpanjang) saja, tetapi juga kawasan
kabupaten-kabupaten yang berbatasan, yang terlalu jauh untuk dijangkau
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten yang bersangkutan. 

Kita tahu, air bersih adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk
hidup setelah udara. Karena itu, setiap orang harus memperoleh akses yang
sama terhadap air bersih tanpa memandang status sosial atau ekonominya.
Mengolah air bersih dari sungai yang terpolusi berat, dari air limbah tinja,
bahkan dari air laut pun, kita tahu, teknologinya tersedia. Jangan tanya
biaya per meter kubiknya. 

Apakah pembangunan pabrik AMDK bermerek Aqua di Sukarami, Kabupaten Solok
sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku? 

Di negera (dalam praktik) penganut setia ekonomi pasar, tentu saja sesuai.
Kepada Angku Muljadi akan saya krimkan UU Sumber Daya Air, yang sejak
diundangkannya menimbulkan kontroversi via japri, karena terlalu besar (475
KB) untuk dilewakan di sini.

Bermanfaat? Pasti! Untuk siapa? untuk Pemkab, ada, menambah pundi-pundi PAD,
tidak banyak. Lapangan kerja bagi masyarakat? ada, Namun sebelum lupa,
Pabrik AMDK yang 74 persen sahamnya dikuasai Danone (Perancis) ini bersifat
padat modal, alias tidak akan terlalu banyak menambah lapangan kerja baru
bagi penduduk sekitar.  Penerima manfaat terbesar? Mudaratnya, terutama
dalam jangka panjang? 

Biarlah saluang yang menyampaikan.

Lagi pula, siapa pula lah awak ini.

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69), asal Padangpanjang, tinggal di Depok

(sedang menulis di atas air)  

      

 ====      

Re: [R@ntau-Net] Apakah Aiaminun di-SumBar sudah diborong pulo dek N 
Wed Sep 12, 2012 6:53 pm (PDT) . Posted by: 
"adha jamil" 

assallamualaikum wr ww..Pak Muljadi

...dek ndak ado nan manjawek tanyo Pak Mul ko,, bia lah ambo sajo nan
mambari, satantang pabrik AMDK (air minum dalam kemasan) nan ba merk AQUA,
hinggo kini iyolah 60% salasai pabriknyo, batampek di Kecamatan Gng Talang
(sukarami) Kab. Solok..Adopun efek nyo ka masyarakat jo daerah
sakuliliangnyo, ..samo2 kito caliak nanti..mudah2an lai positif..

Wasallam
Ajo Manih di lapau suduik
M.Adha jamil/42/sikumbang/pdg
Pada 12 September 2012 02:32, Muljadi Ali Basjah <[email protected]> menulis:
> Assalamualaikum Wr.Wb. yth. Ibu2/Bapak2 sarato para pambaco nan Budiman.
>
> Iko ado tanyo ambo saketek, disampiang kuretapi Shinkanzen super cepat nan
> indak ado dari Para Pambaco nan maresponi.
> Adopun tanyo ambo, apokah tambang Aia minun co Aqua ataupun sajenisnyo lah
> ado pulo di SumBar. Biasonyo nan Gigant itu Nestle nan suko ma-investasi,
> tapi sabananyo manimbo kauntuangan untuak perusahahan nyo sa-banyak
> mungkin. Misalnyo takana diambo diPadangpanjang , nan dakek Lapangan Golf,
> aia nyo sangaik barasiah dan lamak rasonyo.
> Kalaulah alun ado, mako waspadalah handaknyo kito2 nan duSumBar, sabalun
> dibali dek Nestele atau sabangsonyo.
> Disisi lain tolong diingekkan, baa kondisi per-UndangUndangan tantang
> pemilikan Aia-minun.
> Mudah2an ado nan marespon tanyo andia ambo iko.
> Kalau indak, atau alun.... tolong agak2i, usah pulo dilupokan baitu sajo.

> 

> Wassalam,

> Muljadi Ali Basjah

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke