Iko ado berita untuak pecandu Semen Padang

 

Wassalam

Tan Ameh

 

 

ISL
Ingin Balik, Semen Padang
Harus Taat Asas 

Selasa, 25 September 2012

JAKARTA (Suara Karya): Semen Padang (SP) kapok main di IPL. Mereka kirim
surat permohonan balik ke ISL. Pintu terbuka. Syaratnya jelas dan tegas: SP
wajib taat asas. SP tak lagi malu-malu akui keinginan kembali berkompetisi
di Indonesia Super League (ISL). Mereka layangkan surat permohonan kepada PT
Liga Indonesia (LI) selaku operator kompetisi agar bisa main di ISL musim
depan.

Keinginan juara Indonesia Premier League (IPL) musim lalu itu pun langsung
direspon positif Roberto Rouw, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI pimpinan
La Nyalla Mattalitti selaku PSSI yang membawahi PT LI dan kompetisinya.

"Sudah makin jelas ISL adalah kompetisi profesional terbaik di Tanah Air.
Juara IPL saja sampai memohon agar bisa berkompetisi di ISL. Itu bukti nyata
dan tak terbantahkan," tegas Roberto. 

Meski begitu, Roberto menegaskan PSSI pimpinan La Nyalla dan PT LI taat
asas. Artinya, jika SP dan klub-klub lain IPL ingin berkompetisi di ISL
tentu mereka harus mengikuti mekanisme sesuai aturan yang berlaku. Salah
satunya, menurut Roberto, SP juga melayangkan surat permohonan ke PSSI
pimpinan La Nyalla.

"Ada mekanismenya. Tidak sekadar kirim surat permohonan ke operator
kompetisi, lalu langsung bisa main di ISL. Ingat, ISL dan Divisi Utama itu
dinaungi PT LI PT LI itu bekerja atas Peraturan Organisasi yang PSSI
keluarkan. Dan, itulah yang PSSI La Nyalla perjuangkan," tandas Roberto.
"Kami tidak mau perjuangan kami menegakkan aturan jadi sia-sia karena
keinginan segelintir klub, termasuk SP yang ingin balik ke ISL. Semua tetap
sesuai aturan. SP, selain bersurat ke PT LI, juga harus bersurat ke PSSI
pimpinan La Nyalla. Bagaimanapun PT LI bagian dari PSSI La Nyalla," tambah
Roberto. 

SP sendiri berniat kembali ke ISL lantaran merugi selama main di IPL. Tidak
hanya marketing klub yang hancur karena kualitas kompetisnya tidak jelas,
tapi juga pendapatan dari tiket penonton yang diakui CEO SP Erizal Anwar
merosot 50%. 

"Jika saat main di ISL penonton yang hadir di stadion mencapai 10.000, musim
lalu saat kami tampil di IPL paling banyak 3.000. Belum lagi jika bicara
soal marketing bisnis SP. Intinya, musim lalu kami hancur lebur dari sisi
image dan pendapatan," tegas Erizal. 

Meski ngotot balik ke ISL, Erizal emoh jika SP harus memulai perjuangannya
di kompetisi yang dikelola PT LI itu dari jenjang DU. Padahal, menurut
Roberto, "Jika mereka ingin kembali main di ISL, mereka harus memulainya
dari DU. Itu aturan." (Syamsudin W) 

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke