Jalur KA ke BIM Diundur 

 


Rabu, 06 Februari 2008 


Padang, Padek--Rencana Pemprov Sumbar menambah jalur kereta api menuju
Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tahun ini, diyakini tidak bisa
direalisasikan. Sebab, anggaran studi kelayakan penambahan jalur ini tidak
disepakati DPRD Sumbar. Meski begitu, untuk jangka panjang Pemprov akan
berupaya untuk tetap melakukan pembangunan mengingat jalur menuju BIM, masih
diakses dalam satu jalur.

”Kita sudah mengajukan ke dewan untuk studi kelayakan pembangunan. Minimal
untuk studi apakah diperlukan atau tidak untuk perencanaan,” kata Gubernur
Sumbar Gamawan Fauzi kepada Padang Ekspres kemarin. Menurutnya penambahan
jalur sepanjang 3,5 kilometer ini bukan hanya untuk jangka pendek. Tapi
perencanaannya untuk jangka panjang. Seperti terjadi di Jakarta saat
kejadian banjir lalu yang menyebabkan kemacetan dimana-mana.

”Saya sendiri juga terjebak macet dan harus bangun jam 3 pagi untuk ke
bandara Soekarno Hatta. Kenapa tidak pikirkan hal-hal seperti ini dari
sekarang. Mumpung sekarang kita masih belum masalah. Mudah-mudahan dengan
kasus seperti ini, orang-orang bisa beranggapan, pantas Gubernur mengajukan
hal ini untuk jangka panjang,” kata Gubernur. Dikatakannya, mungkin saat ini
dampaknya belum terasa. Namun ketika penduduk Kota Padang bertambah hingga
1,5 juta orang dikhawatirkan justru akan terjadi kemacetan di jalur ini.
”Makanya dari sekarang kita berusaha untuk mengantisipasi kondisi ini. Mulai
dengan pembuatan jalur dua dan fly over yang akan kita tuntas. 

Tapi kita juga mengantisipasi kalau nanti jalur tersebut tidak bisa dilewati
mobil, kita perlu merencanakan apakah layak dibuat penambahan rel kereta api
atau membuat mono rel,” kata Gubernur lagi. Kalau seandainya, jembatan
menuju BIM tersebut roboh, maka tidak ada akses lagi menuju BIM. Untuk itu
perlu dibuat jalur alternatif lagi. Pengajuan Rp1 miliar untuk studi
kelayakan tersebut kata Gubernur, tidak selalu untuk perencanaan penambahan
rel kereta api tapi bisa saja dibuat jalur alternatif untuk membangun mono
rel. ”Pemprov siap untuk melaksanakan ini. Tapi ini tergantung juga dari
persetujuan dewan menyikapi. Yang penting kita perlu buat dulu studinya dulu
untuk menentukan seberapa layak pembangunan ini,” kata Gamawan lagi. (afi)

 

 


KA Reguler Tak Diminati Lebih Lama dari Bus 

 


Rabu, 06 Februari 2008 


Padang, Padek--Setelah belasan tahun tak beroperasi, kereta api penumpang
reguler rute Padang-Pariaman, akhirnya diaktifkan lagi. Kereta api dengan
nama Sibinuang (regular) yang terdiri dari lima gerbong ini, mengangkut
penumpang yang sebagian besar pegawai negeri yang bekerja di Pariaman.
Kereta api tersebut berangkat setiap hari kerja pukul 07.00 WIB dan sampai
stasiun Pariaman sekitar pukul 09.00 WIB. 

Setiap hari kereta api Sibinuang mengangkut penumpang sekitar 20 orang
dengan tarif Rp5 ribu. ”Dengan harga tiket murah meriah (Rp5.000/orang),
tapi sampai saat ini, keberadaan transportasi kereta api belum mendapat
tanggapan yang baik dari masyarakat. Sebab, waktu tempuh perjalanan terasa
lebih lama jika dibandingkan menggunakan transportasi lain seperti bus,”
ujar Pemimpin Perjalanan Kereta Api (PPKA), Jamaris kepada Padang Ekspres
kemarin. 

Menyinggung mengenai keberadaan Kereta Api Wisata (KAW) dengan rute
perjalanan Padang-Pariaman-Padang, Jamaris mengatakan, untuk saat ini KAW
prospeknya masih sangat menjanjikan. Animo masyarakat memanfaatkan
transportasi ini cukup signifikan. KAW yang beroperasi setiap hari Minggu
memiliki 10 gerbong ditambah 1 gerbong eks-presiden yang selalu dipenuhi
oleh penumpang. 

Tarif KAW dibedakan atas tiga kelas, yakni kelas ekonomi dengan 8 gerbong
berkapasitas 70 tempat duduk, dikenakan biaya sebesar Rp10 ribu untuk
dewasa, dan Rp7 ribu untuk anak-anak. Kelas bisnis dengan 1 gerbong
berkapasitas 37 tempat dikenakan biaya sebesar Rp20 ribu, dengan fasilitas
ruangan ber-AC. Kelas eksekutif dengan 1 gerbong memiliki kapasitas tempat
duduk sebanyak 28 orang, dikenakan biaya sebesar Rp25 ribu, fasilitas
ruangan ber-AC.

”Khusus gerbong Eks Presiden tahun 1987 ini, sewaktu-waktu dapat dijalankan
jika ada permintaan dari konsumen. Kapan saja bisa dijalankan, tapi harus
sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan. Untuk tarif gerbong eks-presiden
dikenakan biaya sebesar Rp5 juta. Jika disesuaikan dengan kemauan dari
konsumen, dan konsumen yang menentukan daerah tujuan maka tarif yang
dikenakan sebesar Rp12 juta pulang pergi (PP),” ulas Jamaris.

Potensi jalur lintasan yang dilalui kereta api masih layak dan aman untuk
dilalui. Sebelum melakukan perjalanan rangkaian kereta api selalu dicek
keamanan roda dan pengeremannya. Selain itu, pemeriksa jalan selalu
memeriksa trak/jalur lintasan yang akan dilalui kereta api dari stasiun
pemberangkatan ke stasiun di depannya. Setelah dinyatakan aman baru kereta
api bisa berangkat. Terakhir kereta api dinyatakan layak jalan apabila sudah
ada komunikasi antara dua stasiun, yakni stasiun pemberangkatan ke stasiun
di depannya mengenai keamanan petak jalan. (mg15)

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.20/1261 - Release Date: 05/02/2008
20:57
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke