Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. para pambaco yang budiman di palanta.

Iko dari Miliz kami disiko, njek dipangakan, tasarah para Pambaco.
Salamaik mambaco,

Wassalam,

Muljadi Ali Basjah

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXx
Pertanyaan:

Mana yang lebih utama, seorang yang agamanya kurang tetapi akhlaqnya bagus atau 
seorang yang agamanya bagus (iltizam/kokoh dalam mengamalkan syariat) tetapi 
akhlaqnya kurang? Dan bagaimana hubungannya dengan sabda Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wassallam, “akhlaq yang baik akan pergi membawa dua kebaikan, kebaikan 
dunia dan akhirat” [1] sebagaimana jawaban beliau terhadap Ummi Salamah?

Syaikh Muhammad bin Sholeh al Utsaimin rahimahullah Menjawab:

Tidak diragukan lagi bahwa termasuk dari kesempurnaan agama adalah sempurnanya 
akhlaq, sebagaiamana telah sahih dari Nabi shallallahu ‘alahi wassallam bahwa 
beliau bersabda, “Muslim yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus 
akhlaqnya” [2]. Oleh karena itu, orang yang akhlaqnya kurang maka sejatinya 
agamanya juga kurang karena kesempurnaan agama menuntut bagusnya (atau 
sempurnanya) akhlaq.

Dan (sebaliknya) sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya[3] bahwa bagusnya 
akhlaq akan tergambar dalam muammalahnya dengan makhuq dan sang Khaliq. Maka 
jelas bahwa sempurnya akhlaq juga dengan sempurnanya agama [4].

Sesungguhnya pengaruh seorang yang memiliki kesempurnaan akhaq terhadap sesama, 
seperti untuk menarik dan membawanya kedalam agama Islam, tentu lebih besar 
pengaruhnya dari pada seorang yang beragama tetapi berakhlaq buruk. Dan jika 
ada orang yang agamanya kuat ditambah baik akhlaqnya maka yang demikian adalah 
lebih sempurna lagi.  Adapun menganggap lebih utama orang yang  kuat ibadahnya 
saja tetapi akhlaqnya buruk maka itu masalah yang tidak bisa dipastikan.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang berpegang teguh pada Al 
Qur’an dan As Sunnah, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan mewafatkan 
kita atas yang demikian itu. Dan menjadi wali kita di dunia dan akhirat. Dan 
semoga tidak menjadikan penyakit di hati kita setelah Dia menunjukinya. Dan 
menganuregahi kepada kita rahmatNya sesungguhnya Dia Maha Pemberi.

Diterjemahkan dari Kutaib “Makaarimu Al Akhlaq” oleh syaikh Muhammad bin Sholeh 
Al Utsaimin rahimahullah.

Abu Zakariya Sutrisno. Riyadh, 12 Shofar 1433 H (6 Jan 2011)

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke