Assalaamu'alaykum,

Semoga bermanfaat.

http://firanda.com/index.php/artikel/hadits/315-keutamaan-10-dzulhijjah

======================================================


عن ابن عباس رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رسول الله - صلى الله عليه وسلم:
«مَا مِنْ أيَّامٍ، العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ
هذِهِ الأَيَّام يعني أيام العشر».وفي رواية : «أفضل»  قالوا: يَا رسولَ
اللهِ، وَلا الجِهَادُ في سَبيلِ اللهِ؟ قَالَ: «وَلا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ
اللهِ، إِلا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ
بِشَيءٍ». رواه البخاري.

Dari Ibnu 'Abbaas radhiallahu 'anhumaa ia berkata ; Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda :
*“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah* (dalam riwayat
At-Thirmidzi: "*Lebih Afdol*") *melebihi amal sholeh yang dilakukan pada
hari-hari ini yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah*.” Para sahabat
bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjawab: “*Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang
berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali
satupun* (yaitu ia kehilangan nyawa dan hartanya-pen)”. Dalam riwayat
Ad-Daarimi :



مَا مِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلاَ أَعْظَمُ أَجْرًا
مِنْ خَيْرٍ يَعْمَلَهُ فِي عَشْرِ الأَضْحَى

"*Tidak ada amalan yang lebih suci di sisi Allah Azza wa Jalla dan lebih
agung  pahalanya dari pada kebaikan yang dikerjakan pada 10 hari bulan
qorban*" (HR Al-Bukhari no 969, Abu Dawud no 2440, At-Thirmidzi no 757,
Ibnu Maajah no 1727, Ad-Daarimi no 1773, 1774)

Lafal dalam hadits  يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ "Yaitu 10 hari Dzul Hijjah"
merupakan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bukan tafsiran dari
perawi (lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 2/459)

*Faedah-Faedah Hadits :*

*Pertama* : Hadits ini menunjukkan akan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah
dibandingkan hari-hari yang lainnya sepanjang tahun, sehingga Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam memotifasi untuk beramal sholeh pada 10 hari
tersebut.

Karenanya pendapat yang dipilih oleh para ulama bahwasanya hari-hari
(siang) yang paling terbaik adalah 10 pertama dzuhijjah mengingat pada hari
tersebut ada hari 'Arofah. Dan hari yang terbaik adalah hari Arofah.

Adapun malam-malam yang terbaik adalah 10 malam terakhir bulan Ramadhan,
karena ada malam lailatul Qodar (yang lebih baik dari 1000 bulan). Dan
Malam yang terbaik adalah malam lailatul Qodar (Lihat Tuhfatul Ahwadzi
3/386).

Akan tetapi –wallahu a'lam- 10 hari awal Dzul Hijjah merupakan 10 hari yang
terbaik bukan hanya karena ada hari 'Arofah (9 Dzul Hijjah), akan tetapi
karena hari-hari haji yang lainnya juga, seperti hari tarwiyah (8 Dzul
Hijjah) dan hari 'ied dan hari nahr/menyembelih pada 10 Dzul Hijjah. Ibnu
Hajar rahimahullah berkata ;

أَنَّ عَشْرَ ذِيْ الْحِجَّةِ إِنَّمَا شَرُفَ لِوُقُوْعِ أَعْمَالِ الْحَجِّ
فِيْهِ

"Sesungguhnya 10 hari awal Dzul Hijjah hanyalah mulia dikarenakan
amalan-amalan haji dilakukan pada hari-hari tersebut" (Fathul Baari 2/459)

*Kedua* : Hadits ini menunjukkan akan keutamaan jihad, hal ini ditunjukkan
dari dua sisi :

   - Pemahaman sahabat tentang tingginya nilai jihad. Karenanya tatkala
   mendengar penuturan Nabi tentang amalan sholeh yang dikerjakan pada 10 Dzul
   Hijjah maka para sahabat menyatakan "Apakah lebih baik dari pada jihad??"


   - Pernyataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwasanya seseorang
   yang ia berjihad dengan membawa senjata/pedang dan juga tunggangannya,
   lantas iapun terbunuh dan dirampas harta perangnya (senjata dan
   tunggangannya), maka amalannya lebih baik dari amalan-amalan sholeh yang
   dikerjakan pada 10 hari Dzulhijjah.

Tentunya jika mujahid yang kondisinya seperti ini jika ia berjihad di 10
hari Dzulhijjah maka pahalanya lebih berlipat-lipat ganda lagi. (Lihat
penjelasan Syaikh Muhammad Sholeh al-'Utsaimin dalam Syarh Riyaadhus
Shoolihin tatakala beliau menyarah hadits ini)

*Ketiga* : Hadits ini menunjukkan bahwa seluruh amalan sholeh yang
dikerjakan pada 10 hari ini lebih dicintai oleh Allah dibandingkan jika
dikerjakan para hari-hari yang lainnya sepanjang tahun. Tentunya ini
menunjukkan akan *dilipat gandakannya pahala* amalan sholeh pada 10 hari
tersebut, dan keutamaan ini mencakup seluruh amalan sholeh tanpa terkecuali.
Banyak amalan yang mungkin dilakukan :

   - Puasa, terutama pada hari 9 Dzul Hijjah bagi orang-orang yang tidak
   berhaji. Adapun 10 Dzulhijjah maka dilarang untuk berpuasa karena merupakan
   hari 'ied. Tidak ada dalil yang khusus yang menyebutkan tentang keutamaan
   puasa pada 9 hari awal Dzulhijjah, dan tidak ada juga dalil khusus yang
   menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada
   hari-hari tersebut. Akan tetapi keutamaan berpuasa diambil dari keumuman
   hadits di atas.


   - Banyak berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur'an, dan memperbanyak
   sholat sunnah


   - Memperbanyak bersedekah


   - Berhaji dan Umroh


   - Menyembelih kurban pada tanggal 10 Dzulhijjah (silahkan lihat kitab
   Ahaadiits 'Asyar Dzilhijjah, karya Abdullah bin Sholeh Al-Fauzaan, hal 6-7)

*Keempat* : Karenanya hendaknya seorang muslim benar-benar bersyukur kepada
Allah karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan 10 hari
Dzulhijjah. Hendaknya seorang menjadikan 10 hari ini menjadi hari yang
special dengan memperbanyak ibadah kepada Allah, harus berbeda dengan
hari-hari yang biasanya.
Jika kita semangat mengisi malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan dengan
banyak ibadah maka demikian pula hendaknya kita bersemangat untuk mengisi
siang-siang hari dari 10 hari Dzul Hijjah dengan banyak ibadah.
Abu 'Utsmaan An-Nahdiy rahimahullah berkata ;

كَانُوا يُعَظِّمُوْنَ ثَلاَثَ عَشَرَاتٍ الْعَشْرِ الأَخِيْرِ مِنْ رَمَضَانَ
وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ وَالْعَشْرِ الأَوَّلِ مِنْ
مُحَرَّم

"Mereka (para salaf dari kalangan sahabat-pen) mengagungkan tiga puluhan
hari, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, 10 hari awal bulan Dzulhijjah,
dan 10 hari awal bulan Muharrom" *(Lathooif al-Ma'aarif hal 36, Adapun Abu
Utsman An-Nahdiy adalah seorang Mukhodrom, yaitu ia masuk Islam di Zaman
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hanya saja ia tidak penah bertemu dengan
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ia hanya bertemu dengan para sahabat. Ia
wafat pada tahun 76 H, lihat Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 9/21)*

* *

Makkah al Mukarramah, 30-11-1433 H / 16 Oktober 2012 M

Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

www.firanda.com

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke