Sebagai urang piaman nan tingga di Rantau,, ambo sabananya labih cocok ko uda jadi gubernur. Tapi ndak ba'a,, dikaja dari dari bawah posisi Sumbar 1 tuh,,, Ibaraiknya,, takah jajak Jokowi,,, berhasil di Surakarta,,, kama se lai jadi,,, Salam sukses buat IJP,,,,
Amir Hamzah, Bekasi, L, 39 ________________________________ Dari: syafri erianto <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Selasa, 23 Oktober 2012 20:17 Judul: Re: [R@ntau-Net] Menikam Jejak, Mencari Akar Pariaman Selatan tu Kurai Taji dan sekitarnyo yo da?daerah yg tamasuak parah kanai gampo tp minim perhatian dr walikota Pada 23 Okt 2012 22.22, "Indra Jaya Piliang" <[email protected]> menulis: http://indrapiliang.com/2012/10/23/menikam-jejak-mencari-akar/ > >Selasa, 23 October 2012 >Menikam Jejak, Mencari Akar > >Oleh >Indra J Piliang *) > >Entah mengapa, saya tidak terlalu pandai melakukan perencanaan hebat di bidang politik. Biasanya, saya mengandalkan intuisi, menggunakan gerak hati. Walau saya lebih banyak menggunakan nalar sebagai intelektual, namun dalam politik, intuisi atau bahasa hati saya lebih menonjol. Makanya, tidak ada yang tahu saya mau bergerak kemana, bahkan saya sendiri pun tidak tahu. Bunda, istri saya tercinta, sangat paham dengan “perubahan demi perubahan” ini dalam hidup saya. > >Barangkali, sikap saya itu dibentuk oleh tanah kelahiran saya, Kota Pariaman. Kota yang dilalui debur ombak. Pada masa kanak-kanak, saya menikmati betul suasana ombak ini, ditambah dengan pengalaman tinggal di Kepulauan Mentawai. Sampai usia SMA, saya adalah anak kampung yang terbiasa menyeberangi sungai tanpa perahu. Setiap pekan, bahkan setiap hari ketika saya di SMP. Alhamdulillah, apapun akhirnya yang saya pilih dari intuisi atau bahasa hati itu, saya tetap mensyukurinya, melaluinya, mengalir saja. > >Itu juga yang terjadi ketika saya kemudian memutuskan untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Walikota Pariaman periode 2013-2008. Fitra Yandi, tim IJP 09 Center, memberi informasi bahwa Partai Golkar membuka pendaftaran pada tanggal 22 Oktober 2012. Kami ada di Bukittinggi bersama Sahrul dan Wen. Tapi saya tidak tertarik mendiskusikan itu. Sepanjang jalan, saya hanya berdiskusi tentang Pariaman, Padang Pariaman dan Sumbar di masa lalu dan ke depan. > >Pagi tanggal 22 Oktober 2012, saya ke kebun buah naga. Bekerja sampai pukul 14.00. Dari mencangkul, membersihkan sunur-sunur yang tumbuh, sampai memberikan petunjuk kepada dua orang adik saya. Kebun buah naga kecil kami sudah menghasilkan buah, namun belum maksimal. Bulan September menghasilkan 200 kg lebih, bulan Oktober ini masih di angka 100 kg. Banyak buah kecil yang muncul, akibat dikawinkan lebah di malam bulan pernama. Saya masih melihat kondisi kebun belum seperti kebun sebagaimana yang saya bayangkan. Kedua adik saya memang bukan petani profesional. Saya dan kedua kakak saya jauh lebih banyak berkebun, dibanding mereka, di masa kecil. > >Pukul 15.00 saya bergerak menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Terlebih dahulu saya mengirim pesan kepada seorang staf bandara yang terbiasa mengambilkan kursi untuk saya. Jadi, ada waktu, mengingat pesawat take off di jadwal pukul 17.50 WIB. Di saat itulah Fitra Yandi minta saya untuk singgah di DPD Partai Golkar Kota Pariaman. Rencananya, membuat kejutan. Kami disambut oleh Mardison Mahyuddin, Ketua DPD Partai Golkar Kota Pariaman. Terjadi diskusi dalam waktu sempit. Otak saya bergerak. Saya langsung memutuskan untuk mengambil formulir pendaftaran, mengisi daftar absen. Sejumlah wartawan dipanggil, tapi hanya dua orang yang hadir. > >Done! Bismillah... Saya menerima berkas pendaftaran dari Mardison Mahyuddin. > >Lalu saya berangkat ke BIM. Di perjalanan baru diskusi digelar kembali dengan tiga orang tim saya. Biasanya, saya tidak bisa lagi mengubah sebuah keputusan yang sudah saya ambil. Rencana disusun. Untunglah, kami sudah punya banyak pengalaman selama proses pemilu legislatif tahun 2008. Suara yang saya dapat di Kota Pariaman memang di bawah ekspektasi. Namun, Partai Golkar Kota Pariaman mengalami peningkatan kursi dari dua kursi menjadi tiga kursi. Satu kursi diraih dari posko pusat saya di Pariaman Selatan. Partai Golkar naik dari posisi nomor enam dalam pemilu 2004 menjadi nomor dua pada pemilu 2009 di dapil Pariaman Selatan. > >Kota Pariaman adalah wilayah yang keras. Masyarakatnya egaliter, terbuka dan individualistis. Komunalisme berbentuk pengajian dan hoyak tabuik. Kota Pariaman adalah tempat tinggal banyak elite, baik dari Padang Pariaman maupun dari Kota Pariaman sendiri. Orang-orangnya berpendidikan berada lapisan atas, terutama pegawai negeri. Namun, bukan berarti tidak ada kemiskinan. Banyak, terutama di kawasan nelayan. Sebagaimana kota pada umumnya, Kota Pariaman juga menyimpan kondisi kesenjangan strata sosial. > >Akun twitter @Padang Ekspres menyapa saya, sesampai di Jakarta. Apakah benar saya mendaftarkan diri sebagai Walikota Pariaman? Saya mengiyakan. Segera diskusi panjang mengalir, sampai hari ini. Akun twitter saya (@IndraJPiliang) bertaburan mention. Saya bersyukur dengan dukungan yang mengalir dari Aceh sampai Papua. Tapi saya gamang, mereka bukan pemilih. Pemilihnya adalah warga Kota Pariaman sendiri. > >Saya segera mengirimkan pesan singkat kepada petinggi partai, yakni Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Ketua Bidang Kajian Kebijakan Rizal Mallarangeng. Keduanya memberikan restu. Bang ARB meminta saya untuk sering turun ke Kota Pariaman. Restu juga datang dari Fahmi Idris, mantan Menteri Perindustrian yang baru saja mendapatkan gelar Doktor. Tentu restu itu belum cukup. Saya harus mengirimkan kabar kepada tokoh-tokoh yang lain. > >Apa yang akan saya lakukan? Menikam jejak, mencari akar. Tahun 2008 saya >pulang ke kampung dengan tagline “Pergi ke Rantau Mencari Ilmu, Pulang ke >Ranah Menemui Guru. Pergi ke Rantau untuk belajar, Pulang ke Ranah mencari akar.” Kini, saya tinggal menikam jejak sendiri, jejak yang sudah lama ada di Kota Pariaman. Jejak sejak tanggal 19 April 1972, ketika saya dilahirkan di Kampuang Perak. Wallahu ‘Alam. > >*) Ketua Alumni SMA 2 Pariaman, Ketua Balitbang DPP Partai Golkar dan Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (2010-2015). -- >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >- DILARANG: >1. E-mail besar dari 200KB; >2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >3. One Liner. >- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
