Astaghfirullah ...
Semoga malapetaka ini dapat terhindar dan diatasi segera ...
Doa dari Jauh,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
diu Taoui Riak nan Badabua
November 1, 2012 4:35P Pst.
9 Nagari Diondoh Galodo
<http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&i\
d=18760:9-nagari-diondoh-galodo&catid=2:sumatera-barat&Itemid=71>       
Jumat, 02 November 2012 03:12
SIJUNJUNG DAN PASAMAN BERDUKA

Di kabupaten Sijunjung dan Pasaman, sekitar 9 nagari dilanda banjir 
bandang atau galodo. Tak ada korban jiwa. Kerugian miliaran rupiah. 
Pembalakan hutan ditengarai faktor penyebab.

SIJUNJUNG, HALUAN — Musibah banjir silih berganti dan  susul
menyusul melanda beberapa daerah di Sumatera Barat. Hujan deras  yang
melanda, menyebabkan be­berapa sungai meluap, dan merendam beberapa 
wilayah, memutuskan jalur trans­portasi, serta mengisolasi
masyarakat.

Dua hari lalu, Solok Sela­tan diondoh banjir besar dan  galodo yang
menyebakan ratu­san rumah warga dan persa­wahan tak bisa  dipanen.
Tiga ribu lebih warga mengung­si. Pemerintah Kabupaten Solok  Selatan
menetapkan tanggap darurat dua pekan. Kerugian miliaran rupiah.

Setelah Solok Selatan, banjir bandang atau pun galodo 
memporak-porandakan wilayah enam nagari di Sumpur Kudus, Kabupaten 
Sijunjung. Banjir bandang  berawal hujan yang tak henti-henti mengguyur 
sejak Rabu (31/10) hingga dini hari, Kamis (1/11) yang menyebabkan 
Batang Sumpu meluap. Tak ada korban jiwa dalam ben­cana tersebut. 
Kerugian menca­pai Rp8 miliar.

Pada saat yang sama juga,  di Kabupatena Pasaman juga  terjadi banjir
bandang dan juga longsor di tiga nagari, yakni Tanjung  Betung, Kubu
Baru, dan Rambahan.

Dari pantauan Haluan di lapa­n­gan, nagari  terparah dihantam
banjir bandang itu adalah Nagari Unggan dan Silantai.  Jalan
sepan­jang 3 km di Pangusian rusak total karena terban dan  longsor.

Sarana transportasi berupa infrastruktur dua buah  jembatan rusak total,
2 irigasi dan 2 bendu­ngan air bersih hanyut dan  jebol. Rumah yang
terendam 53 buah dan rusak berat 12 buah. Sejumlah   200 kelapa keluarga
lebih  mengungsi.

"Dari pantauan di lapangan, tidak ada korban jiwa dari  banjir
bandang yang melanda enam nagari di Sumpur Kudus. Yang paling  parahnya
itu di Nagari Silantai, gerbang masuknya itu ada jem­batan di  atas
Sungai Batang Sumpu sepanjang 18 meter, putus. Korban material  masih
kita kumpulkan datanya," kata Syahrial, Kepala BPBD Kabupaten 
Sijunjung kepada Haluan, Kamis (1/11) .

Dijelaskanya, Tim SAR gabu­ngan saat ini telah melakukan  evakuasi
warga dan material banjir di daerah tersebut. " Saat ini kita  dari
BPBD bekerja sama dengan instansi lainnya seperti PU dan SAR yang  ada
tengah memberikan pertolongan pertama di lapangan untuk mengamankan 
lokasi banjir," lanjut Syahrial.

Dia menambahkan, Tim SAR gabungan hingga kemarin masih  beberada di
lokasi yang terkena banjir bandang itu, perahu karet serta  baju
pelampung telah disia­gakan.

Dia menambahkan, masyarakat yang bermukim di sejumlah  aliran sungai
serta berada di kawasan perbukitan untuk tetap waspada.  "Masyarakat
untuk waspada terha­dap tanah longsor, dan juga meluap­nya  aliran
sungai, dimana intensitas curah hujan diprediksi masih tinggi," 
katanya.

Banjir bandang yang menye­babkan putusnya jembatan  tersebut
menjadikan Nagari Silantai dengan tiga jorongnya terisolasi,  untuk
sementara masyarakat membuat jembatan darurat dari batang pohon  kelapa.

Wakil Bupati Sijunjung, Muchlis Anwar yang langsung  datang ke lokasi
banjir bersama unsur muspi­ka mengatakan bahwa akan  menca­ri
penyebab banjir yang terjadi dan menyebabkan putusnya akses  jalan ke
satu nagari di Sumpur Kudus.

"Kita turut sedih dengan kea­daan ini, banjir bandang  namun
syukurnya tidak ada korban jiwa. Yang namanya musibah bukan kuasa  kita
sebagai manusia menda­tangkan atau menolaknya. Hanya saja kita  perlu
berbenah dan mengevaluasi barangkali bencana yang terjadi berasal  dari
perlakuan kita terhadap palam," ujar Muchlis Anwar.

Muchlis Anwar meminta warga tetap waspada datangnya banjir susulan.

Terkait permasalahan adanya pembalakan hutan di  Kecamatan Sumpur Kudus
yang berdampak pada banjir bandang, Muchlis Anwar  akan memastikan
kebenaran informasi tersebut.

"Terkait penyebab banjir ini adanya pembalakan hutan di  daerah
bagian selatan Sumpur Kudus, atau hulu sungai, kita tidak bisa 
lang­sung memonis demikian. Nantilah kita cari kepastian
informasinya.  Kalau ternyata benar tentu kita akan usut permasalahan
ini hingga  tuntas," tambah Wakil Bupati Sijunjung ini.

Andridol, salah seorang tokoh pemuda  di Sumpur Kudus  menga­takan,
ini baru pertama terjadi banjir bandang di Sumpur Kudus.  "Kita
sedih dengan musibah ini, banjir bandang dan kita juga berpikir  ini
akibat illegal logging, perlu diusut tuntas," katanya.

Jembatan yang putus meru­pakan satu-satunya akses  trans­portasi
bagi warga, dibangun tahun 1990-an dengan panjang 18  meter. Kalau untuk
kondisi saat ini, jika dibangun lagi memakan biaya  sebesar Rp1 miliar
lebih

"Sebenarnya, dulu pernah putus jembatan di sini juga  karena banjir.
Nah, untuk kali ini kita juga akan lakukan tindakan  secepatnya akan
pembangunan kembali jembatan baru. Sebab dengan  terisolir tanpa akses
jalan kita turut merasakan susahnya," ujar Kepala  Dinas PU
Kabupaten Sijunjung, Surya Efendi.

Dengan putusnya akses utama ke beberapa jorong di Nagari  Silantai.
Sebanyak 200 KK lebih akan terisolir untuk beberapa waktu. "  Di
Nagari Silantai itu ada sekitar 200 lebih kepala keluarga. Sayang 
sekali apabila tidak ada akses jalan," kata Yenuarita, Kepala Kantor
Catatan Sipil Kabupaten Sijunjung.

Akses ke Mapattunggul Selatan Putus

Dari Pasaman juga dilaporkan terjadi musibah sejenis ...

dst lihat: Haluan


-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke