Inyiak Sunguik,

Nan ambo tahu, ka 2 wali nagari ko bana, yaitu Unggan jo Silantai adolah 
pengusaha lumber. Kayu nan dipakai untuak bahan lumber ko antaro lain adolah 
kayu surian, madang jo marsawa. Kayu-kayu nan ko diambiak dari rimbo 
sakuliliang Sumpur Kudus. Dek mangko itu alah ba avanza jo ba colt diesel pulo 
kaduo inyiak wali kito ko.

Di Sumpur Kudus ado pos polisi nan personilnyo 4 urang. Kutiko ambo tanyokan 
baa caronyo mambao lumber kalua dari Sumpur Kudus, anggota polisi ko 
manyabuikan, "Ado caronyo pak Men, pakai koordinasi-koordinasi". Ambo kiro alah 
jaleh dek kito baa nan disabuik "koordinasi-koordinasi" mantun.

Salamo 3 minggu terakhir ko curah hujan di Sumbar memang sangaik tinggi, dek 
karano itu potensi bencana galodo sadang tinggi pulo di nagari-nagari ranah 
minang.


wasalam

AZ/lk/34th/caniago
Kubang, sadang di kampuang 


________________________________
 Dari: sjamsir_sjarif <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Jumat, 2 November 2012 6:33
Judul: [R@ntau-Net] 9 Nagari Diondoh Galodo
 

Astaghfirullah ...
Semoga malapetaka ini dapat terhindar dan diatasi segera ...
Doa dari Jauh,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
diu Taoui Riak nan Badabua
November 1, 2012 4:35P Pst.
9 Nagari Diondoh Galodo
Jumat, 02 November 2012 03:12  
SIJUNJUNG DAN PASAMAN BERDUKA
Di kabupaten Sijunjung dan Pasaman, sekitar 9 nagari dilanda banjir 
bandang atau galodo. Tak ada korban jiwa. Kerugian miliaran rupiah. 
Pembalakan hutan ditengarai faktor penyebab.
SIJUNJUNG, HALUAN — Musibah banjir silih berganti dan 
susul menyusul melanda beberapa daerah di Sumatera Barat. Hujan deras 
yang melanda, menyebabkan be­berapa sungai meluap, dan merendam beberapa 
wilayah, memutuskan jalur trans­portasi, serta mengisolasi masyarakat. 
Dua hari lalu, Solok Sela­tan diondoh banjir besar dan 
galodo yang menyebakan ratu­san rumah warga dan persa­wahan tak bisa 
dipanen. Tiga ribu lebih warga mengung­si. Pemerintah Kabupaten Solok 
Selatan menetapkan tanggap darurat dua pekan. Kerugian miliaran rupiah.
Setelah Solok Selatan, banjir bandang atau pun galodo 
memporak-porandakan wilayah enam nagari di Sumpur Kudus, Kabupaten 
Sijunjung. Banjir bandang  berawal hujan yang tak henti-henti mengguyur 
sejak Rabu (31/10) hingga dini hari, Kamis (1/11) yang menyebabkan Batang Sumpu 
meluap. Tak ada korban jiwa dalam ben­cana tersebut. 
Kerugian menca­pai Rp8 miliar.
Pada saat yang sama juga,  di Kabupatena Pasaman juga 
terjadi banjir bandang dan juga longsor di tiga nagari, yakni Tanjung 
Betung, Kubu Baru, dan Rambahan.
Dari pantauan Haluan di lapa­n­gan, nagari 
terparah dihantam banjir bandang itu adalah Nagari Unggan dan Silantai. 
Jalan sepan­jang 3 km di Pangusian rusak total karena terban dan 
longsor.
Sarana transportasi berupa infrastruktur dua buah 
jembatan rusak total, 2 irigasi dan 2 bendu­ngan air bersih hanyut dan 
jebol. Rumah yang terendam 53 buah dan rusak berat 12 buah. Sejumlah  
200 kelapa keluarga lebih  mengungsi.
"Dari pantauan di lapangan, tidak ada korban jiwa dari 
banjir bandang yang melanda enam nagari di Sumpur Kudus. Yang paling 
parahnya itu di Nagari Silantai, gerbang masuknya itu ada jem­batan di 
atas Sungai Batang Sumpu sepanjang 18 meter, putus. Korban material 
masih kita kumpulkan datanya," kata Syahrial, Kepala BPBD Kabupaten 
Sijunjung kepada Haluan, Kamis (1/11) .
Dijelaskanya, Tim SAR gabu­ngan saat ini telah melakukan evakuasi warga dan 
material banjir di daerah tersebut. " Saat ini kita 
dari BPBD bekerja sama dengan instansi lainnya seperti PU dan SAR yang 
ada tengah memberikan pertolongan pertama di lapangan untuk mengamankan 
lokasi banjir," lanjut Syahrial.
Dia menambahkan, Tim SAR gabungan hingga kemarin masih 
beberada di lokasi yang terkena banjir bandang itu, perahu karet serta 
baju pelampung telah disia­gakan.
Dia menambahkan, masyarakat yang bermukim di sejumlah 
aliran sungai serta berada di kawasan perbukitan untuk tetap waspada. 
"Masyarakat untuk waspada terha­dap tanah longsor, dan juga meluap­nya 
aliran sungai, dimana intensitas curah hujan diprediksi masih tinggi," 
katanya.
Banjir bandang yang menye­babkan putusnya jembatan 
tersebut menjadikan Nagari Silantai dengan tiga jorongnya terisolasi, 
untuk sementara masyarakat membuat jembatan darurat dari batang pohon 
kelapa.
Wakil Bupati Sijunjung, Muchlis Anwar yang langsung 
datang ke lokasi banjir bersama unsur muspi­ka mengatakan bahwa akan 
menca­ri penyebab banjir yang terjadi dan menyebabkan putusnya akses 
jalan ke satu nagari di Sumpur Kudus.
"Kita turut sedih dengan kea­daan ini, banjir bandang 
namun syukurnya tidak ada korban jiwa. Yang namanya musibah bukan kuasa 
kita sebagai manusia menda­tangkan atau menolaknya. Hanya saja kita 
perlu berbenah dan mengevaluasi barangkali bencana yang terjadi berasal 
dari perlakuan kita terhadap palam," ujar Muchlis Anwar.
Muchlis Anwar meminta warga tetap waspada datangnya banjir susulan.
Terkait permasalahan adanya pembalakan hutan di 
Kecamatan Sumpur Kudus yang berdampak pada banjir bandang, Muchlis Anwar akan 
memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Terkait penyebab banjir ini adanya pembalakan hutan di 
daerah bagian selatan Sumpur Kudus, atau hulu sungai, kita tidak bisa 
lang­sung memonis demikian. Nantilah kita cari kepastian informasinya. 
Kalau ternyata benar tentu kita akan usut permasalahan ini hingga 
tuntas," tambah Wakil Bupati Sijunjung ini.
Andridol, salah seorang tokoh pemuda  di Sumpur Kudus 
menga­takan, ini baru pertama terjadi banjir bandang di Sumpur Kudus. "Kita 
sedih dengan musibah ini, banjir bandang dan kita juga berpikir 
iniakibat illegal logging, perlu diusut tuntas," katanya.
Jembatan yang putus meru­pakan satu-satunya akses 
trans­portasi bagi warga, dibangun tahun 1990-an dengan panjang 18 
meter. Kalau untuk kondisi saat ini, jika dibangun lagi memakan biaya 
sebesar Rp1 miliar lebih
"Sebenarnya, dulu pernah putus jembatan di sini juga 
karena banjir. Nah, untuk kali ini kita juga akan lakukan tindakan 
secepatnya akan pembangunan kembali jembatan baru. Sebab dengan 
terisolir tanpa akses jalan kita turut merasakan susahnya," ujar Kepala 
Dinas PU Kabupaten Sijunjung, Surya Efendi.
Dengan putusnya akses utama ke beberapa jorong di Nagari Silantai. Sebanyak 200 
KK lebih akan terisolir untuk beberapa waktu. " 
Di Nagari Silantai itu ada sekitar 200 lebih kepala keluarga. Sayang 
sekali apabila tidak ada akses jalan," kata Yenuarita, Kepala Kantor 
Catatan Sipil Kabupaten Sijunjung.
Akses ke Mapattunggul Selatan Putus
Dari Pasaman juga dilaporkan terjadi musibah sejenis ...
dst lihat: Haluan

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke