Sepakat Uda... Ambo rasa inilah yg sering terabaikan dalam pembangunan kota2 di Sumbar. Kota2 di Sumbar khususnya, Indonesia pada umumnya kurang memberikan porsi yg cukup utk penyaluran energi anak muda yang sedang penuh2nya. Anak2 muda usia sekolah cendrung 'hanya' dihadapkan pada dua kegiatan, yaitu akademis dan keagamaan, sedangkan kegiatan2 lainnya cendrung dikebiri. Akibatnya anak2 muda tsb membuat wadahnya sendiri yg kadang2 melabrak garis2 kepentingan umum. Walapun ambo bukan besar di Pariaman, tp darah Piaman yang dinamis bisa ambo rasakan ketika berada di kampung halaman ambo. Banyak hal positif yg bisa dihasilkan dr pemberdayaan anak2 muda tsb, seperti olah raga, khususnya bahari spt kano, diving, renang dlln belum lg industri seni kreatif. Bandung dan Jogja adlah 2 kota yg menurut saya mampu mengakomodir kreatifitas anak2 mudanya, dan ini terbukti dgn banyaknya industri kreatif yg digawangi anak2 muda di kota ini.
Saketek dari ambo Bot SP Asal Kampuang Paneh-Sungai Rotan Babako ka Sunua Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Indra Jaya Piliang <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 3 Nov 2012 08:19:35 To: Rantau Net<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (3) http://indrapiliang.com/2012/11/02/iko-jaleh-piaman-3/ Iko Jaleh Piaman! (3) Jumat, 2 November 2012 Iko Jaleh Piaman! (3) Oleh Indra J Piliang *) Orgen tunggal di Kota Pariaman sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan itu lahir dari acara baralek yang dilakukan saban hari. Bagi para perantau, terutama yang berpandangan relegius, orgen tunggal dianggap sebagai benalu bagi kebudayaan. Bahkan, Persatuan Keluarga Daerah Piaman pernah membahas ini dalam pertemuannya. Kehadiran gadis-gadis berpakaian minim di atas pentas (panggung), memicu banyak hal negatif. Bagi saya, orgen tunggal hanya sebentuk cara untuk mengungkapkan rasa. Para penyanyi dan pemain orgen, serta anak-anak muda yang berjoget di atas dan di bawah panggung, bagian dari ritme hidup. Sejak kecil, ayah saya kurang memberikan tempat bagi seluruh anak-anaknya untuk bagian dari panggung itu. Saya masih ingat, betapa marahnya ayah kalau kakak perempuan saya (almarhum) ketahuan ada di atas pentas. Barangkali, itu juga yang dipikirkan oleh para perantau yang melihat orgen tunggal sebatas aurat. Saya tidak menafikan itu. Beragam tindak amoral sudah terjadi di Pariaman dan sekitarnya. Namun, sebagaimana orang-orang tua bilang, kejadian demi kejadian amoral itu sudah berlangsung sajak duya takambang (sejak dunia terkembang). Masalahnya, bagaimana menghadapi realitas kebutuhan masyarakat atas orgen tunggal, serta desakan anak-anak muda yang selalu menginginkan kehadirannya, ketika acara baralek dilakukan? Pariaman adalah kota tropis. Udaranya panas. Angin sejuk datang sesekali dari arah gunung dan pantai. Ketika orgen tunggal muncul di tengah terik matahari, kehadirannya terlihat kurang sesuai dengan iklim. Namun di malam hari, anak-anak muda bermotor datang dari segala penjuru, walau bukan bagian dari pihak yang diundang untuk datang. Lagu-lagu baru muncul, namun tidak jarang juga lagu-lagu lama yang terlupa dari para musisi Minang sendiri. *** Pemerintah tentu tidak bisa masuk ke dalam satu potret kehidupan masyarakat secara total. Tugas pemerintah adalah mengatur, agar jangan sampai aktivitas masyarakat yang satu mengganggu masyarakat yang lain. Dari sini, orgen tunggal adalah bagian dari kegiatan ekonomi, selain hiburan. Pajak bisa saja masuk menjadi satu komponen terhadap orgen tunggal. Lalu dari hasil pajak itu, performa dari orgen tunggal bisa ditingkatkan. Misalnya, perlombaan orgen tunggal berdasarkan khasanah budaya lokal. Orgen tunggal yang menggabungkan indang, tari piring maupun gandang tasa dan salawaik dulang, bisa menjadi bagian dari mestizo budaya yang unik. Di tengah rasa haus akan budaya lokal yang khas, kegersangan budaya Barat yang datang, tentu berbagai unsur kolaborasi seni menjadi pilihan menarik. Orgen tunggal tidak lagi tunggal, melainkan menjadi jamak. Sebagai politisi atau bahkan hanya bagian dari anak dan keponakan, saya juga beberapa kali didaulat untuk bernyanyi di atas pentas. Biasanya istri saya mengontrolnya dari jauh, lewat ponsel adik-adik yang menemani saya. Inilah dilema yang harus dihadapi. Di satu sisi masyarakat membutuhkan hiburan, tetapi hiburan yang berlebihan juga bisa membawa gunjingan yang tidak baik. Kehadiran seniman-seniman nasional dan lokal untuk memberi sentuhan kepada orgen tunggal ini tentu diperlukan. Saya kira, sudah ada penelitian khusus oleh akademisi kampus menyangkut orgen tunggal ini. Orgen tunggal bisa juga menunjukkan puisi dan rabab, sehingga menghasilkan bunyi yang unik, sekaligus tidak kehilangan akar kultural. Sejumlah lagu baru yang muncul sudah menunjukkan bagaimana kreatifnya seniman Minang, sekaligus dukungan masyarakat. Orgen tunggal tentu bukan hanya fenomena masyarakat Pariaman, melainkan juga kota-kota lain. Bahkan, tidak jarang ajang orgen tunggal menjadi ajang perkelahian, minuman keras, sampai judi. Saweran menjadi ciri, ditambah dengan upaya bernyanyi dan berjoget bersama penyanyi. Semakin malam, biasanya para penonton dan penyanyi semakin larut dalam nyanyian-nyanyian dengan lirik yang diambil dari lagu-lagu dangdut. *** Sebagai kota yang panas, Pariaman tentu membutuhkan area khusus untuk melatih kemampuan dalam bermusik ini. Kehadiran Pusat Kepemudaan (Youth Center) menjadi penting, tidak hanya Lapangan Bola Medan Nan Bapaneh di dekat SMA 2 Pariaman. Pusat Kepemudaan ini bisa juga sekaligus Pusat Olahraga (Sport Center). Sebuah kota memang memerlukan banyak ruang dan ruangan, bagi aktivitas kreatif dan positif anak-anak muda. Kota yang tidak memilikinya, perlu bergegas untuk membuat, demi kepentingan yang lebih luas. Pariaman memiliki lapisan anak-anak muda yang berserakan. Belum lagi di sekeliling Kota Pariaman, yakni Kabupaten Padang Pariaman. Lapisan anak muda inilah yang bergerak setiap kali ada peristiwa musik atau kesenian. Mereka berbaur dengan lapisan lain, dari kaum ibu, kaum bapak, urang sumando, urang pangka dan kelompok yang menyediakan diri untuk hadir di tengah malam, bahkan makan lewat jam malam. Alasan terpenting di balik itu adalah adanya ruang untuk bertemu dan juga menyaksikan hiburan yang jarang ada. beberapa orang harus berjalan kaki atau kini menaiki ojek sepeda motor. Kota memang perlu menyiapkan angkatan kerja produktifnya, ketika kelompok usia yang tidak lagi produktif memasuki usia pensiun. Pensiun berarti saat untuk istirahat. Bagi yang punya inovasi, kata “istirahat” hanya ada dalam kamus kematian. Usia senja diisi dengan ruang-ruang permenungan, melakukan pekerjaan yang terhubung dengan hobby ataupun langsung berkaitan dengan alam. Usia yang masih diisi dengan karya. Visi tentang kota yang memberikan tempat yang nyaman bagi anak-anak muda sungguh diperlukan. Saya masih ingat, ketika melewati Jalan Syech Abdul Arif di dekat Hotel Nan Tongga, mobil yang saya tumpangi ditabrak sepeda motor seorang pelajar yang tidak menggunakan Surat Izin Mengemudi. Lututnya terluka. Untunglah, tidak ada yang parah. Di kota lain, anak-anak muda dengan mudah bersabung nyawa di jalanan dalam kegiatan balapan liar yang membunuh. Memberi tempat yang layak bagi perkembangan dan kemajuan anak-anak muda, ternyata, bukan hanya sekadar orgen tunggal. Energi yang besar dalam diri mereka perlu disalurkan dengan cara yang tepat. Kalau tidak? Kita berarti sedang membunuh masa depan kita sendiri. *) Sudah tidak lagi merasa muda. -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
