Iyo kecek doto Rayus to. Lanyuek se lah In. Tapi jaman kiniko malanyau
harus jo pitih. Lai kanamuah awak badoncek untuk Jo IJP ko?

On 11/4/12, Rahyussalim <[email protected]> wrote:
> Ambo manutuik supayo IJP marealisasikan sagalo rencana eloknyo. Aa juo lai.
> ijan garegak ka garegak juo. Lah banyak bana kampuang piaman tu kanai kicuah
> mah.
>
> Lanyau jo...
>
> Rahyussalim
> berbagi meringankan derita bangsa
>
> -----Original Message-----
> From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 3 Nov 2012 23:43:19
> To: [email protected]<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (3)
>
> Nah, iko pikiran baru bagi ambo. Mambuek semacam Pasar Seni di Kota Pariaman
> atau semacam Jalan Maiboro nan khusus untuak manjua kesenian tradisional.
> Talempong, Gandang Tasa, Saluang, Rabab, jo lain2, bisa dihadirkan di Jalan
> Malioboro Piaman tu.
>
> Sent from my iPad
>
> On 2 Nov 2012, at 22:56, [email protected] wrote:
>
>> Sepakat Uda...
>> Ambo rasa inilah yg sering terabaikan dalam pembangunan kota2 di Sumbar.
>> Kota2 di Sumbar khususnya, Indonesia pada umumnya kurang memberikan porsi
>> yg cukup utk penyaluran energi anak muda yang sedang penuh2nya. Anak2 muda
>> usia sekolah cendrung 'hanya' dihadapkan pada dua kegiatan, yaitu akademis
>> dan keagamaan, sedangkan kegiatan2 lainnya cendrung dikebiri. Akibatnya
>> anak2 muda tsb membuat wadahnya sendiri yg kadang2 melabrak garis2
>> kepentingan umum.
>> Walapun ambo bukan besar di Pariaman, tp darah Piaman yang dinamis bisa
>> ambo rasakan ketika berada di kampung halaman ambo.
>> Banyak hal positif yg bisa dihasilkan dr pemberdayaan anak2 muda tsb,
>> seperti olah raga, khususnya bahari spt kano, diving, renang dlln belum lg
>> industri seni kreatif. Bandung dan Jogja adlah 2 kota yg menurut saya
>> mampu mengakomodir kreatifitas anak2 mudanya, dan ini terbukti dgn
>> banyaknya industri kreatif yg digawangi anak2 muda di kota ini.
>>
>> Saketek dari ambo
>> Bot SP
>> Asal Kampuang Paneh-Sungai Rotan
>> Babako ka Sunua
>> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>> From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Sat, 3 Nov 2012 08:19:35 -0700 (PDT)
>> To: Rantau Net<[email protected]>
>> ReplyTo: [email protected]
>> Subject: [R@ntau-Net] Iko Jaleh Piaman! (3)
>>
>> http://indrapiliang.com/2012/11/02/iko-jaleh-piaman-3/
>>
>> Iko Jaleh Piaman! (3)
>>
>>
>> Jumat, 2 November 2012
>> Iko Jaleh Piaman! (3)
>>
>> Oleh
>>
>> Indra J Piliang *)
>>
>> Orgen tunggal di Kota Pariaman sudah menjadi kebutuhan masyarakat.
>> Kebutuhan itu lahir dari acara baralek yang dilakukan saban hari. Bagi
>> para perantau, terutama yang berpandangan relegius, orgen tunggal dianggap
>> sebagai benalu bagi kebudayaan. Bahkan, Persatuan Keluarga Daerah Piaman
>> pernah membahas ini dalam pertemuannya. Kehadiran gadis-gadis berpakaian
>> minim di atas pentas (panggung), memicu banyak hal negatif.
>>
>> Bagi saya, orgen tunggal hanya sebentuk cara untuk mengungkapkan rasa.
>> Para penyanyi dan pemain orgen, serta anak-anak muda yang berjoget di atas
>> dan di bawah panggung, bagian dari ritme hidup. Sejak kecil, ayah saya
>> kurang memberikan tempat bagi seluruh anak-anaknya untuk bagian dari
>> panggung itu. Saya masih ingat, betapa marahnya ayah kalau kakak perempuan
>> saya (almarhum) ketahuan ada di atas pentas.
>>
>> Barangkali, itu juga yang dipikirkan oleh para perantau yang melihat orgen
>> tunggal sebatas aurat. Saya tidak menafikan itu. Beragam tindak amoral
>> sudah terjadi di Pariaman dan sekitarnya. Namun, sebagaimana orang-orang
>> tua bilang, kejadian demi kejadian amoral itu sudah berlangsung sajak duya
>> takambang (sejak dunia terkembang). Masalahnya, bagaimana menghadapi
>> realitas kebutuhan masyarakat atas orgen tunggal, serta desakan anak-anak
>> muda yang selalu menginginkan kehadirannya, ketika acara baralek
>> dilakukan?
>>
>> Pariaman adalah kota tropis. Udaranya panas. Angin sejuk datang sesekali
>> dari arah gunung dan pantai. Ketika orgen tunggal muncul di tengah terik
>> matahari, kehadirannya terlihat kurang sesuai dengan iklim. Namun di malam
>> hari, anak-anak muda bermotor datang dari segala penjuru, walau bukan
>> bagian dari pihak yang diundang untuk datang. Lagu-lagu baru muncul, namun
>> tidak jarang juga lagu-lagu lama yang terlupa dari para musisi Minang
>> sendiri.
>>
>> ***
>>
>> Pemerintah tentu tidak bisa masuk ke dalam satu potret kehidupan
>> masyarakat secara total. Tugas pemerintah adalah mengatur, agar jangan
>> sampai aktivitas masyarakat yang satu mengganggu masyarakat yang lain.
>> Dari sini, orgen tunggal adalah bagian dari kegiatan ekonomi, selain
>> hiburan. Pajak bisa saja masuk menjadi satu komponen terhadap orgen
>> tunggal. Lalu dari hasil pajak itu, performa dari orgen tunggal bisa
>> ditingkatkan.
>>
>> Misalnya, perlombaan orgen tunggal berdasarkan khasanah budaya lokal.
>> Orgen tunggal yang menggabungkan indang, tari piring maupun gandang tasa
>> dan salawaik dulang, bisa menjadi bagian dari mestizo budaya yang unik. Di
>> tengah rasa haus akan budaya lokal yang khas, kegersangan budaya Barat
>> yang datang, tentu berbagai unsur kolaborasi seni menjadi pilihan menarik.
>> Orgen tunggal tidak lagi tunggal, melainkan menjadi jamak.
>>
>> Sebagai politisi atau bahkan hanya bagian dari anak dan keponakan, saya
>> juga beberapa kali didaulat untuk bernyanyi di atas pentas. Biasanya istri
>> saya mengontrolnya dari jauh, lewat ponsel adik-adik yang menemani saya.
>> Inilah dilema yang harus dihadapi. Di satu sisi masyarakat membutuhkan
>> hiburan, tetapi hiburan yang berlebihan juga bisa membawa gunjingan yang
>> tidak baik.
>>
>> Kehadiran seniman-seniman nasional dan lokal untuk memberi sentuhan kepada
>> orgen tunggal ini tentu diperlukan. Saya kira, sudah ada penelitian khusus
>> oleh akademisi kampus menyangkut orgen tunggal ini. Orgen tunggal bisa
>> juga menunjukkan puisi dan rabab, sehingga menghasilkan bunyi yang unik,
>> sekaligus tidak kehilangan akar kultural. Sejumlah lagu baru yang muncul
>> sudah menunjukkan bagaimana kreatifnya seniman Minang, sekaligus dukungan
>> masyarakat.
>>
>> Orgen tunggal tentu bukan hanya fenomena masyarakat Pariaman, melainkan
>> juga kota-kota lain. Bahkan, tidak jarang ajang orgen tunggal menjadi
>> ajang perkelahian, minuman keras, sampai judi. Saweran menjadi ciri,
>> ditambah dengan upaya bernyanyi dan berjoget bersama penyanyi. Semakin
>> malam, biasanya para penonton dan penyanyi semakin larut dalam
>> nyanyian-nyanyian dengan lirik yang diambil dari lagu-lagu dangdut.
>>
>> ***
>>
>> Sebagai kota yang panas, Pariaman tentu membutuhkan area khusus untuk
>> melatih kemampuan dalam bermusik ini. Kehadiran Pusat Kepemudaan (Youth
>> Center) menjadi penting, tidak hanya Lapangan Bola Medan Nan Bapaneh di
>> dekat SMA 2 Pariaman. Pusat Kepemudaan ini bisa juga sekaligus Pusat
>> Olahraga (Sport Center). Sebuah kota memang memerlukan banyak ruang dan
>> ruangan, bagi aktivitas kreatif dan positif anak-anak muda. Kota yang
>> tidak memilikinya, perlu bergegas untuk membuat, demi kepentingan yang
>> lebih luas.
>>
>> Pariaman memiliki lapisan anak-anak muda yang berserakan. Belum lagi di
>> sekeliling Kota Pariaman, yakni Kabupaten Padang Pariaman. Lapisan anak
>> muda inilah yang bergerak setiap kali ada peristiwa musik atau kesenian.
>> Mereka berbaur dengan lapisan lain, dari kaum ibu, kaum bapak, urang
>> sumando, urang pangka dan kelompok yang menyediakan diri untuk hadir di
>> tengah malam, bahkan makan lewat jam malam. Alasan terpenting di balik itu
>> adalah adanya ruang untuk bertemu dan juga menyaksikan hiburan yang jarang
>> ada. beberapa orang harus berjalan kaki atau kini menaiki ojek sepeda
>> motor.
>>
>> Kota memang perlu menyiapkan angkatan kerja produktifnya, ketika kelompok
>> usia yang tidak lagi produktif memasuki usia pensiun. Pensiun berarti saat
>> untuk istirahat. Bagi yang punya inovasi, kata “istirahat” hanya ada dalam
>> kamus kematian. Usia senja diisi dengan ruang-ruang permenungan, melakukan
>> pekerjaan yang terhubung dengan hobby ataupun langsung berkaitan dengan
>> alam. Usia yang masih diisi dengan karya.
>>
>> Visi tentang kota yang memberikan tempat yang nyaman bagi anak-anak muda
>> sungguh diperlukan. Saya masih ingat, ketika melewati Jalan Syech Abdul
>> Arif di dekat Hotel Nan Tongga, mobil yang saya tumpangi ditabrak sepeda
>> motor seorang pelajar yang tidak menggunakan Surat Izin Mengemudi.
>> Lututnya terluka. Untunglah, tidak ada yang parah. Di kota lain, anak-anak
>> muda dengan mudah bersabung nyawa di jalanan dalam kegiatan balapan liar
>> yang membunuh.
>>
>> Memberi tempat yang layak bagi perkembangan dan kemajuan anak-anak muda,
>> ternyata, bukan hanya sekadar orgen tunggal. Energi yang besar dalam diri
>> mereka perlu disalurkan dengan cara yang tepat. Kalau tidak? Kita berarti
>> sedang membunuh masa depan kita sendiri.
>>
>> *) Sudah tidak lagi merasa muda.
>> --
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>>
>>
>> --
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>>
>>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke