Bagi yang sering bermain layangan di kala kecil, kedua kata ini bukanlah 
istilah asing.  Kata yang menjadi judul postingan ini adalah istilah umum orang 
minang dalam permainan layangan.  Keduanya memiliki hasil akhir sama, yakni 
layangan gagal terbang setelah untuk beberapa saat pernah mengangkasa di udara. 
 Walaupun begitu, proses untuak kedua kata ini sangat bertolak belakang dalam 
memanfaatkan angin dan melakukan proses tarik ulur.  

Manampiak adalah posisi layangan kehilangan daya angkat, akibat terlalu banyak 
mengulur.  Biasanya terjadi ketika pemain layangan over confidence dengan arah 
angin dan laju perubahan ketinggian yang cukup berpihak.  Ketika ini terjadi, 
layangan menjauh.  Benang terus terulur, tapi ia menjadi lebih rendah.  Dan 
pada akhirnya
 menyentuh tanah.

Manukiak adalah proses sebaliknya.  Terlalu semangat menarik.  Arah dan 
kecepatan angin kurang dipertimbangkan.  Terlalu percaya diri dengan perubahan 
ketinggian vertikal yang terjadi.  Mungkin dalam hati, berharap segara tagak 
kali.  Sayang yang terjadi, layangan bergerak dengan kecepatan tinggi.  Namun 
bukan ke atas, ia kembali bergerak ke bawah.  Mencium tanah nun jauh di ujung 
kampung.

Manukiak dan manampiak adalah sebuah kegagalan.  Walaupun begitu, banyak 
pelajaran yang bisa kita ambil dari keduanya.  Pelajaran tentang 
kekurangcermatan membaca arah angin, kurang terlatih menarik-ulur.  Yang satu 
terlalu asyik menarik.  Satu lagi terlalu asik mengulur.  Sayang layangan tak 
jadi menjulang tinggi di angkasa, ia kembali menyium tanah.  Benang tak 
tergulung dan layangan tak pasti akan kembali ke tangan si empunya.  Mungkin ia 
sudah beralih ke tangan
 pengejar layangan putus.

Proses berhukum formal mengacu ABS SBK di tanah minang, adalah sebuah cerminan 
proses menaikkan layangan.  Rasanya dari masa 18-an kita sudah membicarakan 
ini.  Masing-masing kubu sudah mencoba bertarik ulur dan membaca angin.  
Situasinya mungkin terlalu banyak menarik, sehingga ia manukiak.  Atau terlalu 
asyik mengulur, dan ia pun menampik.  Yang namanya layangan tak pernah juga 
naik ke atas.  Mengangkasa dan menyapa kita-kita yang ada di bawah.

Di masa kekinian, kembali ada yang bermain layangan ini.  Sayang sungguh 
sayang, baru sebatas "maanjuang".  Mungkin ia tak akan pernah sampai pada 
sebuah proses tarik ulur.  Baru maanjuang saja, benang sudah kusut.  Atau angin 
berubah arah pula.  Teman yang diharapkan membantu membawa layangan ke ujung 
padang, berganyi pula.  Ia pun sepertinya hendak menaikkan layangannya sendiri.

Wassalam,

Mantari
 Sutan/29

* Di beberapa tempat di minangkabau, manampiak sering juga dilafalkan manapiak, 
atau malapiak.








      Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.







      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke