Tarimokasi Mantari Sutan.
Rancak.   Acok acok lah mapostiang nan sarupo iko.
Nan cando iko  nan paliang cocok diRantaunet, karano sasuai jo misi 
Rantaunet.
Mautamokan tantang Budaya Minang, ranah Minang dan orang2 Minang.

Mari kito jadikan Rantaunet miling list specifik Minang.
Mari kito luruhkan jikok rantaunet mulai pindah jalur manjadi jalur "umum"


Wass
mak Ban (L, 57 1/2 thn)
rang Banuampu di Bogor
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




----- Original Message ----- 
From: Mantari Sutan
To: [email protected]
Sent: Friday, February 08, 2008 1:40 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Manampiak dan Manukiak


Bagi yang sering bermain layangan di kala kecil, kedua kata ini bukanlah 
istilah asing.  Kata yang menjadi judul postingan ini adalah istilah umum 
orang minang dalam permainan layangan.  Keduanya memiliki hasil akhir sama, 
yakni layangan gagal terbang setelah untuk beberapa saat pernah mengangkasa 
di udara.  Walaupun begitu, proses untuak kedua kata ini sangat bertolak 
belakang dalam memanfaatkan angin dan melakukan proses tarik ulur.


Manampiak adalah posisi layangan kehilangan daya angkat, akibat terlalu 
banyak mengulur.  Biasanya terjadi ketika pemain layangan over confidence 
dengan arah angin dan laju perubahan ketinggian yang cukup berpihak.  Ketika 
ini terjadi, layangan menjauh.  Benang terus terulur, tapi ia menjadi lebih 
rendah.  Dan pada akhirnya menyentuh tanah.

Manukiak adalah proses sebaliknya.  Terlalu semangat menarik.  Arah dan 
kecepatan angin kurang dipertimbangkan.  Terlalu percaya diri dengan 
perubahan ketinggian vertikal yang terjadi.  Mungkin dalam hati, berharap 
segara tagak kali.  Sayang yang terjadi, layangan bergerak dengan kecepatan 
tinggi.  Namun bukan ke atas, ia kembali bergerak ke bawah.  Mencium tanah 
nun jauh di ujung kampung.

Manukiak dan manampiak adalah sebuah kegagalan.  Walaupun begitu, banyak 
pelajaran yang bisa kita ambil dari keduanya.  Pelajaran tentang 
kekurangcermatan membaca arah angin, kurang terlatih menarik-ulur.  Yang 
satu terlalu asyik menarik.  Satu lagi terlalu asik mengulur.  Sayang 
layangan tak jadi menjulang tinggi di angkasa, ia kembali menyium tanah. 
Benang tak tergulung dan layangan tak pasti akan kembali ke tangan si 
empunya.  Mungkin ia sudah beralih ke tangan pengejar layangan putus.

Proses berhukum formal mengacu ABS SBK di tanah minang, adalah sebuah 
cerminan proses menaikkan layangan.  Rasanya dari masa 18-an kita sudah 
membicarakan ini.  Masing-masing kubu sudah mencoba bertarik ulur dan 
membaca angin.  Situasinya mungkin terlalu banyak menarik, sehingga ia 
manukiak.  Atau terlalu asyik mengulur, dan ia pun menampik.  Yang namanya 
layangan tak pernah juga naik ke atas.  Mengangkasa dan menyapa kita-kita 
yang ada di bawah.

Di masa kekinian, kembali ada yang bermain layangan ini.  Sayang sungguh 
sayang, baru sebatas "maanjuang".  Mungkin ia tak akan pernah sampai pada 
sebuah proses tarik ulur.  Baru maanjuang saja, benang sudah kusut.  Atau 
angin berubah arah pula.  Teman yang diharapkan membantu membawa layangan ke 
ujung padang, berganyi pula.  Ia pun sepertinya hendak menaikkan layangannya 
sendiri.

Wassalam,

Mantari Sutan/29

* Di beberapa tempat di minangkabau, manampiak sering juga dilafalkan 
manapiak, atau malapiak.






Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.





Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke