Assalamu'alaikum Uni Rahima dan Dunsanak,.

Ambo batarimo kasih bana ateih diskusi iko dek bagi kami nan mudo bisa baraja 
ditengah keterbatasan nan kami miliki.

Mohon maaf ambo sabalun no dek manuruik ambo diskusi awak ko masih alun 
menyentuh essensi dari subject atau judul nan dibahas, semoga diskusi nan ancak 
ko indak menjurus jadi adu ketangkasan dan saling mematahkan. Semoga allah 
melindungi kita dari hal hal yang tidak berguna amin.
-----
Judul diateih adolah 'Sia nan Paling Berkepentingan Jo ABSSBK, ambo pikir iko 
pertanyaan diawali oleh Uda Tasril Moeis dan harus awak basamo menjawab nyo ? 
Satalah pertanyaan tu bisa dijawab mungkin awak nan dipalanta ko bisa memberi 
masukan tentang persoalan persoalan nan dianggap bermasalah biar ter-urai 
masalah tu ciek ciek serato tidak terjadi salah persepsi dalam memahami Adaik 
dan Islam dalam cerminan ABSSBK.

Misa no masalah Harato Pusako tu, tampak diambo dari uraian DT Bagido masalah 
tu alah duduak dan sudah pernah dibahas jaman Buya Hamka dan ulama ulama 
lainnya, dan ambo yakin ado keterangan historis tentang hal itu dek ambo yakin 
sekaliber Buya Hamka tidak akan mengeluarkan sembarang fatwa tentang hal hal 
yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Jadi saran saya untuk masalah harato 
pusako tu wak agiah ke ahli no dengan terlebih dahulu membaca dan menganalisa 
serta merujuk pada artikel atau bukti historis dimana masalah ko dijaman 
saisuak sudah dibahas. Sehingga awak indak menghabiskan energi untuk memulai 
dari awal kembali,begitu pula hal nyo untuk kasus kasus lainnyo. (Sebagai Note 
untuk awak sado nyo, jawaban DT Bagindo untuk pertanyaan Sutan Marajo adolah 
ulangan posting beliau tentang 'Harato Pusako' tersebut jadi awak berputar 
dimasalah nan sabano nyo alah duduak dan awak indak tau trus kemudian).

Untuk Uni Rahima nan baik, ungkapan uni nan mengatokan  bahwa uni paralu 
mengkaji dan mengetahui landasan Syar'i dari ulama ulama nan alah mengatakan 
bahwa masalah Harato Pusako tu tidak bertentangan jo islam, awak basamo samo 
hargai ungkapan uni tersebut, tapi tolong ciek ni, Jaan ditampeik nan rami uni 
bertanya serupo itu, ancak awak cari dulu literatur baa mangko Hamka Pun untuk 
kasus iko meng-iyakan. Ambo anggap palanta ko Forum dunia dan urang dari 
berbagai disiplin ilmu berkumpul, mungkin diantaro awak ado nan alah membahas 
masalah ko dijaman saisuak sehingga beliau memiliki data historis, dan ambo 
berpikir layak kita bersama dengar penjelasannyo.
----
Kembali kemasalah 'Kompilasi Hukum Adat'  yang digagas oleh  Senior kita  Ayah 
Saafroedin Bahar, dari beberapa kali diskusi via chat saya bertanya "Apa hasil 
akhir yang ingin Ayah Saaf dapatkan dari Kompilasi Hukum Adat Ini' dan beliau 
mengatakan, tolong koreksi Ayah Saaf kalau salah, bahwa hasil kompilasi hukum 
adat itu nanti nyo adolah 'Manual (kalau bahasa kami diinformatika) dari 
penjabaran ABSSBK secara detail dan gamblang'. Saya ingat kisah pertama kali 
ingin dibukukannya ayat ayat alqur'an menjadi sebuah kitab dijaman Usman Bin 
Affan, sama perdebatan pun terjadi ada pro dan kontra, tapi coba bayangkan saat 
ini seandainya dulu ayat ayat allah yang indah dan penuh petunjuk tidak pernah 
dibukukan dan hanya jadi hapalan para hafiz alqur'an ? mungkin kita tidak 
pernah lagi melihat anak anak kita pergi ke surau dan melantunkan ayat ayat 
allah itu sepulang dari surau dihadan orang tuanya.

Tapi tentunya ide yang baik ini harus terlepas dari berbagai kepentingan 
pribadi maupun golongan.  Kita  tidak perlu takut bahwa  adaik Minang akan 
bertentangan dengan  Islam karena saya yakin se yakin  yakinnya bahwa  ABSSBK 
ini sudah berumur ratusan tahun dan masih tetap eksis walaupun dengan segala 
kekurangannya. Jadi bagi saya Kompilasi Hukum Adat ini adalah upaya kembali ke 
khitoh kata orang NU dan kembali ke ajaran ABSSBK yang baik dan benar kata 
orang Minang serta Khaffah bagi orang Muslim. Jadi mari kita awasi proses ini 
yang tampaknyo serius untuk dilakun.

Saya ingin sedikit memberikan masukan bagi nan mudo mudo, silahkan diambil dan 
silahkan untuk dibuang jika perlu. Saya Urang Minang yang tidak pernah lahir 
dan besar di Ranah dan juga baru mempelajari tentang adaik Minang ini setelah 
umur saya 22 th, dahulu saya adalah penolak sejati adaik Minang atau boleh 
dikatakan 'Pembangkang'. Bagi saya mempelajari Islam jauh lebih banyak 
pahalanya dari pada mempelajari adat yang bagi saya waktu itu tidak islami 
terutama untuk kasus (harato pusako dan warisan). Ketidak sukaan saya akan 
adaik Minang dahulu juga bertitik tolak dari masalah Harato Pusako tu dan itu 
mungkin hal nan samo bagi anak mudo lainnyo serta terbukti di masalah tu sampai 
kini selalu dijadikan ungkapan bahwa Adaik Minang tidak sesuai dengan islam.

Saya berani mengakan bahwa anak mudo Minang kini jauh lebih mengusai islam 
dibanding adaik Minang itu sendiri dan biasanya setelah mereka mengenal islam 
antipati terhadap Minang mulai timbul sehingga ujungnya mengatakan "Adaik 
Minang Tidak Islami ?.

Karena adat itu tidak pernah dipelajari dengan baik dan semakin dihindari oleh 
generasi Minang kini, akhirnya mereka yang ahli semakin punah dan semakin 
sedikit, lambat tapi pasti adaik Minang itu mulai terkontaminasi dengan banyak 
hal sehingga semakin keatas generasi kita cuma akan menjadi generasi Pembenci 
dari Adaik itu sendiri dan akhirnya kita menjadi generasi yang tercabut dari 
akar budaya nya.

Jadi menurut saya, sebelum terlambat, kito nan mudo nan masih punyo kemampuan 
belajar baik, ancaknyo kito mulai pelajari dan mengkaji dimana sisi perbedaan 
sehingga akan muncul benang merah tentang ABSSBK ini.

Salam Hormat 
ROnal Chandra



Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

--- Hayatun Nismah Rumzy  wrote:

> Assalamu Alaikum W. W.
>   Sabananyo bundo diam2 sajo indak menanggapi
> tulisan nanda Rahima dek karano bundo tahu ado anak2
> bundo nan ahli nan kan manjawab sagalo permasalahan
> yang dianggap nanda Rahima berlawanan dengan ABSSBK.
> Tarimo kasih nanda Benny, Dewis, Azmi Dt. Bagindo,
> dll.nya. Bundo menunggu yang competent kecek rang
> kini. Bundo tak kan menjawab tergesa2 karena hal2
> sbb.
>     
>tu.   
>    Bundo tak kan berdebat dengan nanda Rahima - she
> is the expert in her knowledge about hadist.  Bundo
> merasakan tidak menyalahi agama dan biarkanlah
> perbedaan pendapat tsb. Kami adalah dua garis
> sejajar yang tak kan bertemu didunia ini pendapatnya
> mudah2an kita sama2 diberi berkah oleh Allah SWT.  
>    Mudah2an  adat yang tidak sesuai dengan agama
> Islam tsb. berubah dengan alami oleh masyarakatnya.
> Sebab perubahan harus datang dari dalam bukan top
> down. Kalau kita sudah dibenci masyarakat nanti
> diberi kacang miang atau dibuek biriang.

Alhamdulillah, makasih bundo. saya juga ngak ingin
berdebat dengan Bundo. saya menyadari itu sekali. dan
saya dah merasakan sebelumnya Bundo ngak akan
menjawabnya, dan saya yakin yang akan menjawabnya
adalah yang lebih mengerti. Bukan berarti bundo ngak
mengerti, tetapi bundo faham apa yang akan dilakukan.
saya juga ngak mau menghabiskan waktu bundo,
dihari-hari senja memang hendaknya diberi ketenangan,
jangan direpotkan lagi oleh kami yang muda-muda ini.
Tetapi bagi kami yang muda-muda ini, biarkanlah kami
berdiskusi, mencari ilmu dan mencari jati diri kami
sendiri, karena lama kelamaan kami kelak juga akan
menjadi seperti bundo juga, akan berumur juga,
InsyaAllah kalau dipanjangkan umur kami.



       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke