Assalamualaikum ww.
 
Ibu, Bapak, Mamak, Etek, Uni, Uda, Adiak di Palanta N.A.H.
 
Rencana penulisan Cerpen ”Antologi Ranah” yang diprakarsai oleh Dinda Akmal 
mendapat sambutan yang sangat positip dari pengunjung Lapau.
 
Dari lalu lalang surel nan masuak, nampak bahwa bagitu banyak dunsanak nan 
ingin berpatisipasi. Tapi, sementara ini pintu la ditutuik oleh Dinda Akmal.
 
Untuk menyalurkan Hobby, perkenankan Ambo maagiah pandapek/usul yaitu :
 
Kita buat proyek
 
Menulis satu cerpen yang dikarajokan oleh siapapun yang pingin ikut.
 
Masih-masing peserta diperkenankan membuat satu alenia, meneruskan cerita yang 
dibuat oleh teman sebelumnya.
 
Cerita yang dibuat tentunya yang berkaitan dengan Ranah,  antara lain 
menyangkut :
Alamnya yang indah. Masyarakat nan suko bagotong royong.
Anak laki-laki yang tidur di surau. Kebiasaan pergi merantau. Adat yang 
ABS-SBK. Pandai berdagang dan lain-lain yang khas Minang
 
Logline cerpen kira-kira
Si Ujang yang tidak tamat SD pergi merantau. Pertama kali karajo di Rumah Makan 
Padang – Pedagang kaki lima. Si Ujang akhirnya menjadi pengusaha sukses alias 
Konglomerat..
Hampir seluruh bidang usaha di rambah oleh si Ujang. Ada garment, Travel, 
Hotel, Cargo, Percetakan termasuk kebun kelapa sawit di Kampuang. Khusus kebun 
Sawit, sistem yang dipakai adalah BOT (Build – Operate – Transfer). Yaitu, 
setelah kontrak berakhir dimana si Ujang telah kembali modal (15 tahun). Kebun 
sawit menjadi milik kaum yang punya tanah ulayat.
 
Ternyata si Ujang juga bisa membuat Restoran Padang mendunia. Ada di New York, 
Washington dan kota besar lainnya di Amerika serta semua Ibukota negara di 
Eropa., Asia, Afrika, Australia.
 
Restoran si Ujang setara bahkan mengalahkan Mc Donald.  Restoran Padangnya 
pakai sistem ”Franchise”. Hebatnya, pembeli franchise diutamakan orang Minang.
 
Ada lagi yang istimewa. Semua Direktur Utama perusahaan si Ujang adalah orang 
Minang. Pemilihan orang Minang karena si Ujang hanya bisa bahasa Minang, nggak 
bisa Bahasa Inggris. Bahasa Indonesianyapun berlogat Minang tulen.
Kalau si Ujang melakukan Supervisi/Kunjungan, Rapat Umum Pemegang Saham bahasa 
yang di pakai adalah bahasa Minang. Terpaksa pakai penterjemah karena partner  
si Ujang  banyak juga orang bule.
Sukses usaha  si Ujang karena menerapkan ”Manajemen Restoran Padang” pada 
setiap usahanya
 
 
Baa gak ati...
 
Mohon maaf, kalau di Palanta ada yang bernama Ujang.
 
Ini hanya imajinasi Ambo sajo.
 
Kalau ado dunsanak nan punya Logline nan lain silahkan di sharing.
 
 
Wasalam
 
 
Reflus/Lk 55 Tahun
Anak urang Tanjung Barulak.
 

Sent from my iPad

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke