Hari itu Ujang absen di sekolah. Gurunya datang. Kakek: "Jang, cepatlah kamu menyuruk, ibu guru sedang ke sini." "Kakek saja yang menyuruk." "Mengapa pula Kakek yang harus menyuruk." "Soalnya Ujang tidak sekolah karena Kakek meninggal."
Kakek: "Dasar cucu 'kalera'... Berkirab lah kamu dari rumah ini." Kejadian 50 tahun yang lalu serasa tadi malam. Tragedi ini tak pernah lenyap. Alangkah berangnya Kakek. Semenjak itu Ujang hanyut dibawa perasaian hingga jauh. Tak menunggu lama selepas itu, Kakeknya benar-benar berpulang ketika ia masih menggelandang di Pekan Senayan karena sakit 'kuhur'. Sekadar parami-rami. Salam, ZulTan, L, Bogor ~Always look on the bright side of life.~ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
