Sanak Palanta RN NAH

Dalam salah satu dikusi di Palanta pernah mancaritokan bahwa Minangkabau
itu adalah keturunan dari Nabi Sulaiman AS. Banyak yang meragukan. Ado buku
baru dikarang oleh KH Fahmi Basya Hamdi. lahir di Padang. Buku itu hasil
penelitian beliau selama 34 tahun di Borobudur.

Walaupun banyak tantangan tapi dasar beliau meneliti sesuai dengan firman
Allah dalam Al-Qur'an. Sebaiknya lihat buku dan Video yang dibuatnya.
berikut catatan Republika. Bukunya sedang dijual di Gramedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Membaca judul diatas, tentu banyak orang yang
akan mengernyitkan dahi, sebagai tanda ketidakpercayaannya. Bahkan, mungkin
demikian pula dengan Anda. Sebab, Nabi Sulaiman AS adalah seorang utusan
Allah yang diberikan keistimewaan dengan kemampuannya menaklukkan seluruh
makhluk ciptaan Allah, termasuk angin yang tunduk di bawah kekuasaannya
atas izin Allah. Bahkan, burung dan jin selalu mematuhi perintah Sulaiman.

Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan
Rasul, Nabi Sulaiman diperkirakan hidup pada abad ke-9 Sebelum Masehi
(989-931 SM), atau sekitar 3.000 tahun yang lalu. Sementara itu, Candi
Borobudur sebagaimana tertulis dalam berbagai buku sejarah nasional,
didirikan oleh Dinasti Syailendra pada akhir abad ke-8 Masehi atau sekitar
1.200 tahun yang lalu. Karena itu, wajarlah bila banyak orang yang mungkin
tertawa kecut, geli, dan geleng-geleng kepala bila disebutkan bahwa Candi
Borobudur didirikan oleh Nabi Sulaiman AS.

Candi Borobudur merupakan candi Budha. Berdekatan dengan Candi Borobudur
adalah Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi
Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi
Plaosan, dan lainnya. Candi-candi di dekat Prambanan ini merupakan candi
Buddha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu, apa hubungannya dengan Sulaiman? Benarkah Candi Borobudur merupakan
peninggalan Nabi Sulaiman yang hebat dan agung itu? Apa bukti-buktinya?
Benarkah ada jejak-jejak Islam di candi Buddha terbesar itu? Tentu perlu
penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak untuk
membuktikan validitas dan kebenarannya.

Namun, bila pertanyaan di atas diajukan kepada KH Fahmi Basya, ahli
matematika Islam itu akan menjawabnya; benar. Borobudur merupakan
peninggalan Nabi Sulaiman yang ada di tanah Jawa.

Dalam bukunya, Matematika Islam 3 (Republika, 2009), KH Fahmi Basya
menyebutkan beberapa ciri-ciri Candi Borobudur yang menjadi bukti sebagai
peninggalan putra Nabi Daud tersebut. Di antaranya, hutan atau negeri Saba,
makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu
Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan
oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Dalam Alquran, kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba disebutkan dalam surah
An-Naml [27]: 15-44, Saba [34]: 12-16, al-Anbiya [21]: 78-81, dan lainnya.
Tentu saja, banyak yang tidak percaya bila Borobudur merupakan peninggalan
Sulaiman.

Di antara alasannya, karena Sulaiman hidup pada abad ke-10 SM, sedangkan
Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi. Kemudian, menurut banyak pihak,
peristiwa dan kisah Sulaiman itu terjadi di wilayah Palestina, dan Saba di
Yaman Selatan, sedangkan Borobudur di Indonesia.

Tentu saja hal ini menimbulkan penasaran. Apalagi, KH Fahmi Basya
menunjukkan bukti-buktinya berdasarkan keterangan Alquran. Lalu, apa bukti
sahih andai Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman atau bangunan yang
pembuatannya merupakan perintah Sulaiman?

Menurut Fahmi Basya, dan seperti yang penulis lihat melalui relief-relief
yang ada, memang terdapat beberapa simbol, yang mengesankan dan identik
dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran.
Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi
warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab
Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief
yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh
seseorang.

"Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan
menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat
ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian
itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman'." (QS Al-Baqarah
[2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah
wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun
menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas
diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat
patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha
yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu
adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS
An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief
Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan
lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud
kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba
artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang
Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. "Jangankan burung,
manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah
kota atau negeri," katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat
berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36
kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh
perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba
ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa
Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata 'Wana' bermakna hutan. Jadi,
menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah 'maja' yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa
wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab
Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. "Tetapi, mereka
berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan
Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon)
yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr." (QS Saba [34]:
16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata
'su'merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan
rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan 'Su'. Kesembilan, Sulaiman
berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. "Pergilah kamu
dengan membawa suratku ini." (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat
itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman.
Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba
[34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko.
Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. "Ini membuktikan
bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas
perintah Sulaiman," kata Fahmi menegaskan.

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya
yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia.
Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS
Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu
Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml
[27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan
lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur
merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang
mengetahuinya. Wallahu A'lam.

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke