CENT POSTS
* Mount Everest
Salah satu persoalan mendasar masyarakat kita di Banuhampu adalah "ekonomi
lemah", sehingga seperti terjebak dalam lingkaran setan.. Tak tahu darimana dan
bagaimana mau meningkatkan perekonomiannya.
Mayoritas masyarakat Banuhampu hidup dari sektor pertanian. Sementara harga
jual dari produk pertanian warga itu sangat fluktuatif, kadang tinggi, namun
lebih banyak rendahnya... Di sisi lain, biaya produksi (mulai dari bibit, racun
hama, pupuk, dll) cukup tinggi dan cenderung terus meningkat, tanpa pernah
mengalami penurunan harga.. Belum lagi membanjirnya produk pertanian dari
daerah/propinsi tetangga ke pasar Padangluar, Kotobaru ataupun Bukittinggi,
membuat harga hasil kebun warga Banuhampu semakin terjepit.
Karena itu perlu menjadi pemikiran kita bersama;
...
Mochtar NaimSambutan Mochtar Naim terhadap pertanyaan2 Sdr Mount Everest
(Ini nama orang ini atau nama gunung di Himalaya sana?)
Sdr Mount Everest,
Setahu saya, walau kita sudah 67 tahun merdeka, belum ada perubahan struktural
yang berarti dari sistem pertanian rakyat kita. Bagaimana dahulu sebelumnya
begitu
juga sekarang. Rakyat petani kita, sejauh ini, hanya melakukan kegiatan di
sektor produksi pertanian, secara tradisional, dalam ukuran kecil, lalu
memasarkan hasilnya ke pasar terdekat. Harga2, seperti Anda katakan,
berfluktuasi menurut musimnya. Para petani selalu jadi obyek, tak pernah jadi
subyek yang menentukan. Tahap selebihnya sampai hasil pertanian itu diolah dan
sampai ke meja makan para pembeli, adalah porsi para pedagang dan pengusaha
yang rata2, makin ke atas makin dikuasai oleh para pedagang besar dan pengusaha
konglomerat. Gambaran ini sama dan menyeluruh di seluruh Indonesia dan bahkan
sama di seluruh negara-negara terbelakang dan sedang berkembang lainnya di
manapun.
Sementara sistem pertanian di negara2 yang telah maju sudah diatur sedemikian
rupa sehingga tidak ada lagi yang jalan sendiri2 dalam ukuran berkecil-kecil
seperti kita ini.
Di Jepang, misalnya, semua petani masuk ke dalam Koperasi Petani. Koperasi
inilah yang menentukan dan melakukan tahap2 kegiatan sejak dari a sampai z,
dari pembibitan,
pengolahan lahan, penanaman, pemetikan hasil, prosesing, pemasaran, sampai
hasilnya itu tiba di meja makan para konsumer. Semua ditentukan dan
dikendalikan oleh para petani yang terorganisasi ke dalam usaha koperasi. Dan
harga2 stabil dan sama di mana2. Mereka para petani yang menentukan dan tidak
ditentukan.
Dan, pemerintah Jepang sepenuhnya berada di belakang usaha koperasi pertanian
ini, sehingga harga jualnya adalah tertinggi dibanding dengan komoditi yang
sama yang diimpor dari luar. Karenanya beras, sayur2an, buah2an, dsb, hasil
dalam negeri yang dikelola secara koperasi harganya terjamin dan dilindungi
sepenuhnya oleh pemerintah.
Nah, Anda bisa bandingkan bagaimana sikap dan tindakan yang diambil oleh
pemerintah NKRI dengan para pejabatnya yang korup itu selama ini terhadap para
petani kecil pribumi di manapun. Yang jelas, bidang ekonomi apapun yang kita
masuki di NKRI ini, semua telah dikuasai dan dikendalikan oleh para konglomerat
non-pri yang di belakangnya dilindungi oleh para pejabat negara yang berteduh
di bawah naungan upeti para konglo itu.
Nah, coba Sdr Mount Everest sekarang kemukakan apa alternatif2 yang bisa dan
patut kita ambil dalam memperbaiki kondisi perekonomian rakyat petani kita
seperti yang Anda lihat contohnya di negeri tercinta kita sendiri, Banuhampu.
Coba Anda putar otak apa alternatif2 jalan keluar yang bisa Anda usulkan untuk
memperbaiki dan meningkatkan kualitas kehidupan rakyat petani kita di BH, di
Sumbar dan Indonesia ini. Dan mari kita pacarimiahkan membahasnya.
Salam, Mochtar Naim
16/12/12
Jan lupo mambaco dan mangomentari tulisan ambo: "Rumah-Surau-Sekolah" nan baru
ambo masuakkan di BB dll.
37 menit yang lalumelalui ยท Suka
--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/