Artikel menarik.
 
Ado kolah rang lapau nan punyo kodak Uni Rahmah el-Yunisyah ko? Kalau ado, 
mohon di-share.
 
Salam,
Suryadi


________________________________
Dari: Nofend St. Mudo <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Selasa, 18 Desember 2012 14:49
Judul: [R@ntau-Net] Rahmah El-Yunusiyah dan Martabat Wanita


OLEH : H MARJOHAN | Pemerhati Sosial-Budaya

 
SIAPA tak kenal Rahmah El-Yunusiyah! Seorang pendidik di Minangkabau secara 
cultural dan di Sumatera Barat secara provinsial. Sekitar 1920-an, kaum hawa di 
daerah ini masih bergulat dalam awan kebodohan dan keterbelakangan.
 
Tegasnya, wanita masih berjalan tertatih-tatih di kawasan marginal. Dan, yang 
membuat kening bergerinyit, keterpinggiran si Bundo Kandu(a)ng itu, nyaris 
menjamah semua denyut kehidupan.
 
Sebut saja dimensi pendidikan, kesehatan, sosialbudaya, ekonomi dan lainnya.
Menilik kondisi sosial-objektif menggalaukan itu, adik Zainuddin Labai 
El-Yunusi (ulama terkemuka di Minangkabau) ini, bercita-cita menegakkan 
tiang-pancang sekolah yang mampu mengakomodir semua kebutuhan yang menggeliat 
pada kaum hawa tadi.
 
Tepat pada 1 November 1923, Rahmah El-Yunusiyah membidani kelahiran Diniyyah 
Putri, di Padang Panjang. 
Di awal mengayunkan langkah, pelbagai tanggapan dari masyarakat menggelembung 
ke muka.
 
Sebanyak yang menyuguhkan dukungan moral bahkan material, sebanyak itu pula 
yang mencemooh, mencibir dan mematahkan sebongkah tekad yang bertengger di dada 
calon Pahlawan Nasional ini.
 
Secuil pemikiran aneh bin ajaib yang menggelinding ketika itu, digelontorkan 
segelintir kaum literati adat yang masih terpengap di lorong sempit adat lamo 
pusako usang (adat tak punya pijakkan): anak perempuan tidaklah penting benar 
disekolahkan tinggi-tinggi. Toh akhirnya kelak akan bergelimang dengan dapur 
juga.
Dengan bijak, pendapat nyeleneh tersebut, didinginkan beliau dengan pendekatan 
informatif, persuasif dan edukatif. Soalnya, jauh sebelum mengibarkan bendera 
Diniyyah Putri, beliau telah mendalami hal-ihwal kewanitaan.
 
Bagi Rahmah, wanita berperan signifikan dalam pencerahan umat (harakatu 
al-ummah). Apalagi andai pencerdasan itu diunjukkan bagi wanita yang masih 
terseok-
seok di akar rumput (grass root level).
 
Terpatri di sesudut sanubari Rahmah: mendidik satu orang putri, sama dengan 
mendidik sepuluh generasi. Kondisi social sosiologis ini benar-lah sebagai 
asbabu al-wurud (latar belakang) Rahmah menancapkan marawa Diniyyah Putri yang 
kini dibiduki Fauziah Fauzan, El-M, SE, M Si tersebut. 
Dan, semua obsesi yang bergayut di jiwa beliau memang termanifestasi dalam 
pendidikan Diniyah Putri yang diteruka dan dinakhodai beliau.
 
Indikasinya? Diniyah Putri bahkan hingga kini mempertautkan kurikulum secara 
multi-komplek (kaffah/lengkap) dan seimbang. Maksudnya, mengutamakan kompetensi 
spritual, trans-sendental dan intelektual (afektif/affection) tapi tak abai 
menyentuh aspek skill-pisikomotorik. Kurikulum plus metodologi pendidikan yang 
diretas Rahmah disinkronisasikannya dengan tujuan pendidikan Diniyah Putri itu 
yang dianyam beliau apik!
Yaitu membentuk putri-putri: berkarakter Islami; mampu memosisikan diri sebagai 
ibu pendidik yang cakap, terampil, aktif, berakhlaqulkarimah; serta 
bertanggungjawab terhadap kemaslahatan (kesejahteraan) masyarakat dan tanah air.
 
Pahlawan Nasional?
 -- 
.
* Posting yg posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke