Terima kasih Nofend. Tapi ada kesalahan pula dalam email Nofend. "Presiden Prawiranegara" bukan cerpen perjuangan, tapi novel setebal 370 halaman.
Novel historis ini bahannya dikumpulkan dengan 2 metode utama: 1. Wawancara terhadap anak-anak Pak Sjafruddin Prawiranegara (Aisjah Prawiranegara, Farid Prawiranegara kakak beradik, 8 orang). 2. Riset dokumentasi surat-surat dan dokumen otentik di Arsip Nasional a.l. Panglima Besar Sudirman kepada Pak Sjaf, surat Kolonel AH Nasution, sebagai Panglima Teritorium Jawa, kepada Pak Sjaf, laporan bumi hangus Bukittinggi oleh Kepala Polisi Sumatra Tengah Sulaiman Effendi (setelah juga digempur Belanda pada 19 Desember 1948, berbarengan dengan penggempurnya terhadap Jogja), laporan kunjungan Residen St. Moh. Rasjid ke Pariaman sehari sebelum Agresi Militer II terjadi, dll dokumen terkait. Salam, Akmal Nasery Basral Pada Rabu, 19 Desember 2012, Nofend St. Mudo menulis: > Selamat Siang Redaksi Haluan Padang. > > Berikut disampaikan tanggapan terhadap tulisan TASRIF, Guru Sejarah > Kebudayaan Islam di MTsN Model Padusunan Kota Pariaman. yang beberapa hari > lalu menulis tentang "MANDAT HATTA KEPADA SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA" di > Harian Haluan yang saya Fwd kan ke milis RantauNet. > > Mohon saran, untuk bisa tampil dan dimuat di Harian Haluan. > > Oh ya.. Akmal Nasery Basral yang menanggapi artikel ini adalah penuis > Cerpen perjuangan "*Presiden** Prawiranegara*" > > Terimakasih > ---------- Pesan terusan ---------- > Dari: Akmal Nasery Basral <[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>> > Tanggal: 19 Desember 2012 12:46 > Perihal: Keliru Besar! Re: [R@ntau-Net] MANDAT HATTA KEPADA SYAFRUDDIN > PRAWIRANEGARA > Kepada: "[email protected] <javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');>" > <[email protected]<javascript:_e({}, 'cvml', > '[email protected]');> > > > > > Sebutan "Mandat Hatta" itu keliru besar! Sebuah kesalahan fatal dalam > sejarah PDRI dan sejarah RI, apalagi sampai disuarakan oleh seorang Guru > Sejarah Kebudayaan Islam. > > Pada Minggu pagi, 19 Desember 1948, saat rapat kabinet darurat di > Yogyakarta itu ada 2 kawat (radiogram) yang dibuat: > > 1. Kawat Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Bukittinggi. Kawat ditandatangani > oleh PRESIDEN SUKARNO dan WAKIL PRESIDEN MOHAMMAD HATTA, yang isinya a.l: > "Jika dalam keadaan pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi, > kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran > Republik Indonesia, untuk membuat Republik Darurat di Sumatra." > > 2. Kawat untuk Dr. Sudarsono, Duta Besar Indonesia di India, dan Mr. Alex > Maramis yang sedang berada di New Delhi. Kawat ini ditandatangani WAKIL > PRESIDEN MOHAMMAD HATTA dan MENTERI LUAR NEGERI AGUS SALIM. Salah satu > bagian isi kawat adalah, "Jika ikhtiar Mr. Sjafruddin Prawiranegara > membentuk Pemerintah Darurat di Sumatra tidak berhasil, kepada saudara > dikuasakan untuk membentuk Exile Government Republik Indonesia di New > Delhi. Harap dalam hal ini berhubungan dengan Mr. Sjafruddin Prawiranegara > di Sumatra. Jika tidak mungkin, harap diambil tindakan-tindakan seperlunya." > > Jadi jelas sekali kawat mandat buat Pak Sjaf bukan "mandat Hatta" tapi > mandat langsung dari Presiden Indonesia, Ir. Sukarno (dan wakilnya Bung > Hatta). Istilah "mandat Hatta" lebih cocok untuk kawat yang dikirimkan > kepada Dr. Sudarsono dan Mr. Maramis di New Delhi. > > Isi lengkap kedua kawat mandat bisa dibaca di novel historis saya > "Presiden Prawiranegara, hal. 84-85 (Mizan, 2011) yang sumbernya saya ambil > langsung dari dokumen orisinal di Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI). > > Justru karena mandat Presiden itu diketahui rapat kabinet, termasuk > Panglima Sudirman yang saat itu sebenarnya sudah tergolek 3 bulan di RS > hanya dengan satu paru-paru, membuat Sudirman MARAH BESAR kepada Sukarno > yang menunjuk Mr. Moh Roem sebagai ketua juru runding dalam Perundingan > Roem-Roijen (Bung Karno, Bung Hatta, Agus Salim, dll, total 9 tokoh masih > ditahan di Bukit Menumbing, Bangka). > > Menurut Panglima Sudirman, seharusnya yang berhak mewakili Indonesia dalam > perundingan itu adalah Kubu PDRI yang sudah mendapatkan mandat Bung Karno > sendiri. Bukan dari kelompok -- yang kemudian mendapat julukan -- tracee > Bangka. Logika Sudirman sangat masuk akal: perundingan tidak akan fair jika > yang bertemu di meja runding adalah pihak yang menangkap dan pihak yang > ditangkap. Nonsens. > > Pendapat Panglima Sudirman itu ada dalam suratnya kepada Bung Karno, saya > kutip sebagian, > > "... Minta keterangan apakah orang-orang yang masih ditahan (dalam > tawanan) atau dalam pengawasan Belanda berhak berunding? Lebih-lebih > menentukan sesuatu yang berhubungan dengan politik untuk menentukan status > negara kita, sedangkan telah ada Pemerintah Pusat Darurat yang DIRESMIKAN > SENDIRI (kapital dari saya - ANB) oleh Paduka Yang Mulia Presiden Sukarno > ke seluruh dunia pada tanggal 19/12/1948. > > Sejak tanggal tersebut kekuasaan pimpinan negara telah diserahkan pada > Pemerintah Pusat Darurat, yang dipimpin oleh Yang Mulia Mr. Sjafruddin > Prawiranegara. Semoga Pemerintah Darurat tetap mendapat perlindungan Tuhan, > sehingga senantiasa tegak teguh dan tetap dalam pendiriannya. Amin. > > Panglima Besar APRI > Letnan Jenderal Sudirman > " > > ("Presiden Prawiranegara", Akmal Nasery Basral, hal 329-330. Sumber: surat > otentik Panglima Sudirman kepada Presiden Sukarno. Kini tersimpan di ANRI). > > Salam, > > Akmal Nasery Basral > Novelis "Presiden Prawiranegara: Kisah 207 Hari Syafruddin Prawiranegara > Memimpin Indonesia" (Mizan, 2011) > > PS: > Mohon sanak Nofend St. Mudo mengirimkan tanggapan saya ini kepada Pak > Tasrif penulis artikel, jika kenal, atau kepada redaksi Harian "Haluan" > karena saya tak punya email mereka. > > > > Pada Rabu, 19 Desember 2012, Nofend St. Mudo menulis: > > *Menyambur hari PDRI, berikut di FWDkan tulusan/artikel berseri yang > telah digabungkan yang dimuat Harian Haluan beberapa hari lalu.* > > OLEH : TASRIF > Guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN Model Padusunan Kota Pariaman. > > BANGSA yang kuat adalah bangsa yang mengetahui dan memahami sejarahnya. > Dalam bahasa Soekarno, jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. > Sejarah bangsa Indonesia sangat panjang terutama sekali di saat bangsa > Indonesia berusaha merebut sek > > -- > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > > > > -- > * > * > *Wassalam > > * > *Nofend St. Mudo > 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan > Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola > * > > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
