Kalo padang identik dg sumbar, kalo minang labiah laweh daerahnyo, sumatera 
tengah dan sabagian di malaysia.  

Udayoel

Dikirim dari iPhone saya

Pada Dec 9, 2012, pukul 10:50 PM, [email protected] menulis:

> Mamak dan angku-angku kasadonyo. Taguriah di hati ambo, manga indak masakan 
> Minang nan jadi ikon? Baa kok nasakan Padang? Padahal nan pandai memasak tu 
> urang-urang dari daerah di Minangkabau, bukan dari Padang. Saatnyo awak 
> populerkan masakan Minang tu. Sawir Pribadi (tukang gili di surek kaba 
> Singgalang)
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
> From: Mochtar Naim <[email protected]> 
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 9 Dec 2012 21:43:29 +0800 (SGT)
> To: [email protected]<[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Cc: MOCHTAR NAIM<[email protected]>
> Subject: RM Padang di Grand Hyat Jkt/ Re: [R@ntau-Net] Fwd: RM Padang di 
> Beijing
> 
>  
>  
>  
> RUMAH MAKAN PADANG DI GRAND HYATT JKT
>  
> Kebetulan kemarin kami berada di lantai basement di Grand Hyatt cari makan 
> bersama dengan kawan lama dari Singapura, suami-isteri. Ketemu Restoran 
> Padang yang cukup
> besar, kamipun masuk.
>  
> Makanannya, mungkin karena sudah malam, sudah banyak yang tidak ada.
> Yang akan saya ceritakan bukan masakannya itu. Tapi melihat kasirnya 
> perempuan tidak berjilbab, saya lalu begitu saja bertanya, kenapa tidak 
> berjilbab. Dan saya lihat
> pelayan yang wanita lain2nya juga tidak berjilbab. Dia bilang, saya berjilbab 
> kalau sudah
> mau pulang. Di restoran ini kami tidak dibolehkan berjilbab oleh bos, katanya.
>  
> Selesai bayar2, saya cari bosnya untuk menanyakan langsung benar-tidaknya
> pelayan wanita dilarang berjilbab. Dijawab oleh seorang pelayan senior yang
> membenarkan apa yang saya tanyakan itu. Lalu saya titip pesan untuk 
> disampaikan
> pada bos agar pelayan wanita diberi kesempatan untuk pakai jilbab. Jilbab 
> adalah
> asset, bukan kerugian, bagi pelayan wanita di restoran Padang, seperti di 
> restoran
> Padang lain2nya di manapun sekarang ini.
>  
> Ternyata ada juga orang Padang yang malu dengan budayanya.
> Demikianlah sekelumit cerita untuk kita tanggapi di mana perlu.
>  
> Mochtar Naim
> 08/12/12 
> 
> From: ajo duta <[email protected]>
> To: [email protected] 
> Sent: Sunday, December 9, 2012 8:00 PM
> Subject: [R@ntau-Net] Fwd: RM Padang di Beijing
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: <[email protected]>
> Date: 2012/12/9
> Subject: RM Padang di Beijing
> To: [email protected], ajo duta <[email protected]>
> 
> 
> 
> Minggu, 09/12/2012 05:46 WIB
> Slurupp...Nikmatnya Masakan di Restoran Padang Pertama di Beijing
> Ferdinan - detikNews
> Foto: KBRI Beijing
> 
> Jakarta - Gamad atau musik khas Minang terdengar riang di Shimao Departement 
> Store, Beijing, seolah memanggil orang untuk datang mendekat. Ratusan warga 
> negara Indonesia, Tiongkok dan warga negara asing lainnya tampak memadati 
> sebuah rumah makan ‘Padang’ di lantai tiga kawasan pertokoan tersebut.
> 
> Kerinduan terhadap cita rasa masakan nusantara rupanya juga memikat sejumlah 
> duta besar dan perwakilan asing lain dari negara-negara Organisasi Konferensi 
> Islam (OKI) untuk menikmati suasana hangat dan meriah acara peluncuran 
> Restoran ‘Padang’, bersama dengan ratusan tamu undangan lainnya, Sabtu 
> (8/12/2012).
> 
> Dalam sambutan pembukaan restoran Padang seperti termuat dalam siaran pers 
> KBRI Beijing, Dubes Imron Cotan, menyatakan bahwa rumah makan ini merupakan 
> rumah makan Padang pertama yang didirikan di Beijing, bahkan di seluruh 
> wilayah Tiongkok.
> 
> Restoran ini juga merupakan rumah makan Padang terbesar yang ada di luar 
> wilayah nusantara. Rumah makan milik Mr. Yusof Ma, Mr. Huang Hua dan Ujang 
> Marhum ini merupakan bukti kecintaan mereka terhadap budaya dan kuliner 
> Indonesia khususnya Sumatera Barat, serta komitmen mereka untuk membagi 
> pengalaman dan memperluas ‘foot-print’ Indonesia di Beijing dan Tiongkok.
> 
> Para tamu undangan dan pengunjung dapat menikmati berbagai sajian khas 
> Sumatera Barat seperti Rendang, Gulai Ikan dan Sambal Lado. Selain itu para 
> penikmat kuliner juga bisa mencicipi masakan Indonesia lainnya, seperti Nasi 
> Goreng dan Sop Iga, serta beragam masakan muslim Tiongkok.
> 
> Dubes RI Beijing mengundang para pengunjung untuk menyumbangkan saran dan 
> masukan bagi peningkatan pelayanan, serta kualitas dari sajian yang 
> dihidangkan restoran ’Padang’. Masukan ini sangat penting bagi manajemen 
> restoran, karena apabila mereka dapat bertahan lebih dari 6 bulan maka dapat 
> dipastikan restoran tersebut akan bertahan selamanya.
> 
> Beberapa daya tarik restoran ‘Padang’ antara lain semua hidangan yang 
> disajikan adalah halal. Masyarakat Tiongkok dan wisatawan asing yang tengah 
> berkunjung dapat mencicipi makanan khas Indonesia yang lezat, serta kaya 
> dengan bumbu dan cita rasa Indonesia, hasil karya empat juru masak handal 
> yang datang langsung dari Indonesia.
> 
> Manajemen restoran ini juga berhasil menciptakan suasana khas Indonesia, 
> dengan memajang pelaminan Padang yang mewah, serta menempatkan pepohonan dan 
> kolam-kolam ikan untuk menciptakan suasana hutan tropis yang rindang dan 
> sejuk.
> 
> Tak kalah menariknya adalah para pelayan yang menggunakan baju khas Minang 
> (Anak Daro) dan menyambut semua pengunjung dengan ucapan ’Selamat Datang’.
> 
> Restoran ’Padang’ ini berdiri di atas lahan seluas 1.200 meter persegi, 
> tepatnya di lantai 3, Shimao Department Store, San Li Tun Diplomatic 
> Compound, Choyang District, Beijing.
> 
> Lokasi ini sangat strategis karena terletak di dekat kawasan diplomatik, 
> serta berada di jantung wilayah wisata belanja penduduk Beijing dan wisatawan 
> asing. Restoran ini memiliki ruang-ruang VIP bertema Padang, seperti Bukit 
> Tinggi, Padang Panjang, dan Solok, yang layak untuk pertemuan resmi/ working 
> lunch, resepsi makan malam, atau sekedar menghabiskan waktu bersama keluarga.
> 
> Bagi masyarakat Indonesia yang kebetulan sedang berkunjung, tidak ada 
> salahnya untuk mampir dan menikmati nikmatnya rendang pedas di ibu kota 
> negeri Panda ini.
> 
> 
> Sent via BlackBerry from T-Mobile
> 
> 
> 
> -- 
> Wassalaamu'alaikum
> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
> suku Mandahiliang,
> lahir 17 Agustus 1947.
> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
> ------------------------------------------------------------
> 
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>  
>  
>  
> 
> 
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>  
>  
>  
> -- 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>  
>  
>  

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke