Dunsanak komunitas r@ntaunet nan dirakhmati Allah Swt.
Untuak mamvariasikan bacaan saputa Minangkabau, indak ado buruaknyo kalau
mancikarauan saputa Si Nazar juo awak pabuek.
He he................

Salam................,
mm***
Lk-2, 58, Bks

http://politik.kompasiana.com/2012/12/14/nazar-deep-throat-atau-whistle-blower--511006.html



‘Deep Throat’ merupakan sebuah istilah yang mendadak populer di seantero AS
ketika 2 wartawan muda di AS membongkar kecurangan Pemilu dan penyadapan
yang dilakukan oleh team sukses Nixon di awal 1970an. Jurnalis jurnalis
tersebut mendapatkan pasokan informasi dan data dari seorang nara sumber
yang memakai nama sandi Deep Throat. Puluhan tahun kemudian, sang nara
sumber diketahui adalah mantan penyidik FBI yang berada dalam tekanan
jabatan sehingga memilih jalur tidak resmi dengan membocorkan bukti
penyidikan kepada pilar demokrasi tersisa, yakni pers / media. Nixon
akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebelum di-impeach dan
digantikan oleh Wakil Presiden Gerald Ford.



Sedangkan istilah ‘whistle-blower’ telah lebih dulu dikenal dibanding
istilah ‘Deep Throat’ terutama untuk membongkar kejahatan di mana para
pembisik adalah oknum yang terkait dalam kejahatan itu sendiri sehingga
memiliki informasi internal yang belum dimiliki pihak luar. Lazimnya para
pembisik / peniup atau ‘whistle-blower’ berniat membantu para penyidik demi
untuk mendapatkan keringanan hukuman ataupun untuk membalaskan rasa
ketidakpuasan dan dendam dengan motif / niat tertentu, terlepas dari
kompensasi maupun intimidasi yang mungkin diperoleh para pembisik.



Nazarudin dengan mudah dapat digolongkan ke versi pembisik bagian mana
tetapi publik akan selalu mengenang bahwa Nazar adalah tokoh yang
membongkar suatu kejahatan terorganisir meski bukan merupakan pribadi yang
bersih. Selain Nazar, publik juga akan mengenang Agus Condro dalam skandal
cek pelawat di Pemilihan Deputi Gubernur BI dan Wa Ode dalam skandal
Banggar DPR yang juga merupakan ‘whistle-blower’.



Fenomena yang terjadi di Partai Demokrat, parpol pemenang Pemilu 2009
sepertinya merupakan badai atau kisah tragis yang mungkin akan menjadi
pelajaran paling pahit buat para politikus dan pemimpin PD yang masih lebih
mementingkan berkelit dan mempertahankan diri habis habisani dibandingkan
dengan upaya melakukan pembersihan maupun koreksi total terhadap apa yang
telah terjadi. Terakhir setelah salah seorang Menteri dan kader PD
dijadikan tersangka serta kader lainnya Ruhut yang dalam berbagai
kesempatan terakhir selalu meminta Ketua Umum PD untuk mundur, yang terjadi
malah Ruhut sendiri yang dicopot dari jajaran pimpinan DPP PD sekaligus
membuktikan bahwa tindakan penyelamatan oknum dan jabatan lebih diutamakan
daripada membongkar sebuah kebusukan.

Setahun lalu, sebelum Nazarudin ditangkap di Colombia, sudah ada postingan
untuk SBY sebagai Ketua Pembina PD dan pembesar lainnya agar  segera
membersihkan kader kader partai yang diduga terlibat korupsi seperti dapat
dibaca lagi dalam artikel
ini.<http://politik.kompasiana.com/2011/07/07/the-damage-has-been-done-pak-sby-377075.html>Apakah
SBY dan Dewan Pembina PD akan melakukan pembersihan atau teguh
memegang ‘azas praduga tak bersalah’ dengan upaya meminimalisir dampak dan
dugaan keterlibatan oknum partai Demokrat lainnya, cepat atau lambat akan
menentukan masa depan Partai Demokrat itu sendiri.


 Liman

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke