Assalamualaikum ww para sanak sapalanta,
Saya sangat senang dengan pendapat bung Akmal ini: " Seperti halnya dalam level 
individual tingkat keagamaan seseorang dilihat dari akhlaknya (bukan dari 
berapa banyak dia hafal ayat Quran dan hadis, tapi tak mengerjakannya). "
Sekedar catatan: wacana tentang ABS SBK dalam KKM/SKM GM 2010 yang lalu justru 
mencapai kesimpulan yang sama, yaitu pentingnya budi/akhlak dalam masyarakat 
Minang. 
Sehubungan dengan itu, tantangan yang kita hadapi adalah menjawab pertanyaan, 
apa persisnya yang kita maksud dengan budi/akhlak ?  bagaimana caranya 
menanamkan kesadaran tentang sentralnya peranan budi/akhlak ini kepada seluruh 
warga masyarakat Minangkabau, secara terencana, sistematis, dan berlanjut ? 
Tidak perlukah kita adakan pendidikan dan pelatihan kader yang khusus untuk 
maksud dan tujuan ini? Jika perlu, siapa atau lembaga mana yang kita harapkan 
untuk mengambil prakarsa ke arah itu ? 
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke