السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهْ. 

Iyo Pak Zulkarnain Kahar

Kalau lai ano rang Minangkabau, mako duo nan lakek di badanno. Partamo Basuku, 
kaduo Islam. 

Kalau lai Islam, tapi ndak punyo suku, bukan urang Minangkabau, namun Urang 
Islam. Sabaliakno kalau samulo lai basuku, kini lah kalua dari Islam, mako 
Minangno lah ilang

Lah manjadi rasio (rahasia) umum, kalau banyak upayo nan ka mahancuakan 
Minangkabau, sahinggo Islam di Minangkabau jo akan hancua.

Maaf kalau takurang jo balabiah

والسلام عليكم  ورحمته الله وبركا ت
 

Z. Bandaro Labiah
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Zulkarnain Kahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 15 Jan 2013 18:22:34 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Ketika Minangkabau Merasa Terhina



Falsafah orang Minang itukan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah 
(adat berpedoman pada agama, agama berpedoman pada kitab Allah – Al Qur’an). 
Bukan Syarak Basandi Injil kan? Nah, kalau keluar dari situ (Kitabullah) 
berartikan kehilangan identitas keminangan,” ungkap Yasraf kepada 
LenteraTimur.com.

Menurut Yasraf, Minangkabau memiliki ciri tersendiri yang menempel dengan 
Islam. Ciri tersebut adalah kesalehan. Artinya, ketika orang bicara tentang 
Minang, maka tanda-tanda itu adalah Islam.
“Karena bagi kita (orang Minang), agama (Islam) sudah menjadi satu dengan 
adat,” jelas Yasraf.
Tanda-tanda atau simbol-simbol atau identitas keminangan yang muncul di film 
itu memang terlihat jelas. Sebut saja gonjong pada atap Rumah Gadang, Jam 
Gadang (juga bergonjong), Jembatan Limpapeh, musik Saluang, pun Jenjang Seribu. 
Itu semua adalah identitas yang dimiliki oleh Bukittinggi, bukan Padang. Dan 
itu menyimbolkan Minangkabau.
“Ketika tanda-tanda itu dimasukkan Kristen, kan sama saja mendekonstruksi atau 
merombak Minang itu sendiri. Artinya mencoba mengacaukan pun merubah stereotip 
tadi,” terang Yasraf.
Yasraf menduga film ini hendak kreatif dengan membongkar stereotip Minangkabau. 
Hanya saja, ia berlaga dengan Minangkabau yang memiliki falsafah adat yang 
berkiblat pada Kitabullah (Al-Quran).
 http://www.lenteratimur.com/ketika-minangkabau-merasa-terhina/


Zulkarnain Kahar
http://www.maninjau.net

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke