CERMIN YANG TERLUPAKAN
  Oleh ; K Suheimi 
   
   
  Kali ini saya mendengar Radio Classy dalam Resonansi Jiwa, ceritranya membuat 
saya terenyuh dan tercendung dengan judul CERMIN YANG TERLUPAKAN
   Ceritra yg dirangkai oleh Yanti dan disampaikan oleh Adi sangat menyentuh 
   
  Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, 
mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka 
butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah 
meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.
   
  Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak 
dibutuhkan lagi.
   
  Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan 
benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di 
antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan 
mereka, dua puluh tahun yang lampau.
  
   
  Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. 
Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak 
cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak 
ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka 
kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh 
tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan 
cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama 
dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.
   
  Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka 
penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. 
Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, 
pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak 
berfungsi pun masih ada yang membeli.
   
  Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith. 
   
  "Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. 
Mrs. Smith tercengang. 
   
  "Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda 
sungguh ingin membelinya?" katanya. 
   
  "Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu. Mrs. Smith 
tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat 
mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga. 
   
  Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm ... anda bisa membeli 
cermin itu untuk satu dolar."
   
  Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar 
uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.
   
  "Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah 
perlu dibungkus?"
   
  "Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang." jawab si 
pembeli.
   
  Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan 
meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran 
bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan 
muncullah warna keemasan dari baliknya.
   
  Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru 
aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai 
itu!
   
  "Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan 
gembira. Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa 
pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada 
loteng rumah yang sempit dan berdebu.
   
  Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita 
merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat 
hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, 
pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi bekerja, pulang sore, 
tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.
   
  Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari 
bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok 
digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.
   
  Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya 
hidup kita.
   
  Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup 
kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. 
Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita. 
   
  Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas? 
   
  Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti 
yang kita inginkan?
   
  Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari 
nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan 
hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.
   
  Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah 
rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan 
nilai sesungguhnya dari hidup kita.
   
  Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar 
lebih banyak, mengenal orang lebih baik. 
   
  Mari kita melakukan sesuatu yang baru. 
   
  Mari kita membuat perbedaan!
  Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an 
   
  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam 
keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi 
(seraya berkata):"Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia 
Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)
   
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke