Wa'alaikumsalam Wr. Wb. Pak WNS NAH,

Betul sekali, roman sejarah tetap akan menjadi bagian karya fiksi, bukan
telaah sejarah. Saya kira pembaca pun akan mafhum begitu melihat bentuk
fisik buku dan melihat tulisan "novel sejarah" di sana. Tidak akan ada yang
menempatkan karya fiksi/roman sejarah itu sebagai sumber utama.

Dalam konteks fiksi sejarah Buya HAMKA ini, misalnya begini. Saat Malik
(belum jadi HAMKA apalagi Buya HAMKA) sedang dalam perjalanan di kapal laut
untuk mengerjakan haji pertama kali (1927, usianya 19 tahun dengan
melewatkan hari kelahirannya di atas kapal itu), dalam otobiografi beliau
"Kenang-kenangan Hidup", Buya hanya menulis bahwa saat itu ada rombongan
jamaah haji dari Cianjur, di kapal yang sama, yang ingin menjodohkan Malik
dengan seorang anak gadis rombongan itu. Malik berterima kasih atas tawaran
itu, tetapi dia menolak.

Dalam novel yang saya tulis, saya mencoba "hadir" di kapal "Karimata" itu,
membayangkan kondisi mental dan spiritual seorang pemuda 19 tahun yang
pergi haji untuk pertama kalinya, sebetulnya tidak dengan niat utuh
benar-benar ingin pergi haji. Ada rasa getir karena selalu terbeban oleh
perceraian kedua orang tuanya saat dia berumur 12 tahun. Lalu beberapa
bulan sebelum berangkat haji, "pernyataan cintanya" kepada seorang gadis
Padangpanjang kandas, sehingga dia memutuskan pergi ke Medan, sebelum
 memutuskan lagi untuk berhaji sebagai pelipur lara.

Pada malam hari miladnya yang ke-19, dalam koridor fiksi, saya "menggali"
bagaimana perasaan pemuda yang sedang "hancur lebur" seperti itu. Seorang
diri di tengah laut, teringat orang tua yang sudah berpisah, lalu datang
tawaran dari komunitas yang tak dikenalnya untuk menikahi seorang gadis.
Rekonstruksi "adegan" itu bisa lebih padat, detil, mungkin juga emosional
bagi sebagian besar pembaca.

Kronologi utamanya tetap akurat, begitu juga setting lokasi, setting waktu,
dan peristiwa utama yang sedang dihadapi. Tetapi bagaimana (meminjam
istilah film -- close up atau zoom in -- terhadap peristiwa itu adalah
merupakan fiksionalisasi, tetapi BUKAN FIKTIF),

Ini bedanya dengan genre fiksi seperti High Fantasy, contoh terbarunya
adalah Harry Potter, yang sepenuhnya fiktif, Pak WNS.

Kira-kira begitulah Pak WNS.

Jika Pak WNS tertarik dengan "Presiden Prawiranegara" (2011), "Tadarus
Cinta Buya Pujangga" (2013), atau bahkan "Sang Pencerah" (2010, kisah
tentang KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah) untuk kepentingan telaah
akademis, silakan kirim alamat kampus via japri ya. Nanti saya coba kontak
penerbit untuk mengirimkan novel-novel itu kepada Pak WNS karena saya tak
punya stoknya.

Terima kasih.

Wassalam,

Akmal N. Basral
Cibubur


Pada 20 Januari 2013 06.39, wannofri samry <[email protected]> menulis:

> Ass. ww,
> Terima kasih jawaban emailnya Bung Akmal, maafkan saya mengganggu. Saya
> bukan mengabaikan roman sejarah, Saya akui ini sangat banyak ditulis, tidak
> perlu jauh-jauh mengambil contohnya, pengarang Indonesia pun banyak yg
> menulis novel berlatar sejarah ini terutama novel2 karya Pramoedya Ananta
> Toer (saya senang membacanya), juga karya Ahmat Tohari, Ronggeng Dukuh
> Paruk (luar biasa), juga karya pengarang muda Gus tf Sakai (Tambo) dan
> banyak lagi. Namun pertanyaan metodologis yang selalu menjadi perhatian
> sejarawanan adalah "apakah beda sejarah dan fiksi". Nah, kalau kita baca
> Deconstruction of History satu pernyatan yang enarik adalah "penulisan
> sejarah akan berhenti pada sebuah fakta, sementara fiksi bisa menerobos
> ketiadaan fakta". Maka dalam pandangan saya fiksi adalah fiksi dan sejarah
> adalah sejarah. Apabila ada roman sejarah maka ia tetap menjadi fiksi dan
> bukan karya sejarah. Berkaitan dengan itulah maka saya perlu "mengejutkan"
> (saya pikir Bung Akmal tidak terkejut ); apakah Bung Akmal menulis sejarah
> atau fiksi (novel)? Sebab dalam pandangan saya cara menulis fiksi dan
> sejarah tetap berbeda.
>
> By the way, saya sungguh ingin membaca karyanya yg terbaru ini, apakah
> sudah beredar?
>
> Wassalam
> WNS
>
>   ------------------------------
> *From:* Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Sunday, January 20, 2013 2:24 AM
> *Subject:* [R@ntau-Net] (OOT) Novel tentang kehidupan Buya Hamka, edar
> Feb 2013
>
> Terima kasih Pak Wannofri NAH atas ucapan selamatnya.
>
> Menjawab pertanyaan Pak Wannofri apakah saya menulis novel atau menulis
> sejarah, awalnya membuat saya tertegun dan membaca pertanyaan bapak
> berkali-kali, karena saya tak percaya, apakah bapak memang belum pernah
> mendengar adanya genre "historical novel (novel sejarah)" sebelum ini yang
> memadukan perceritaan fakta sejarah dengan teknik naratif novel yang
> mengizinkan imajinasi bermain, seperti dijelaskan oleh -- sebagai contoh
> saja -- Encyclopaedia Brittanica di bawah ini tentang definisi 'Historical
> Novel' di bawah ini:
>
>  “ a novel that has as its setting a usually significant period of
> history and that attempts to convey the spirit, manners, and social
> conditions of a past age with realistic details and fidelity (which is in
> some cases only apparent fidelity) to historical fact. The work may deal
> with actual historical characters...or it may contain a mixture of
> fictional and historical characters.
>  ”
>
>
> Perhatikan penjelasan "it may contain a mixture of fictional and
> historical characters" pada definisi di atas.
>
> Tetapi karena Pak Wannofri merasa perlu menjelaskan lagi dengan
> kalimat "Sebab sebagai pengarang fiksi Bung Akmal mempunyai kebebasan di
> luar fakta, tetapi sebagai sejarawan tentu tertakluk dengan fakta",
> akhirnya membuat saya yakin Pak Wannofri belum familiar dengan konsep
> historical novel meski mungkin sudah membaca beberapa karya historical
> novel klasik seperti "The Name of The Rose" (Umberto Eco) atau yang lebih
> ikonik lagi "Romance of The Three Kingdom", karya yang lahir di abad ke-14
> dari buah imajinasi Luo Guanzhong berdasarkan catatan faktual masa akhir
> Dinasti Han yang penuh pergolakan.
>
> Jadi sejak abad ke-14 pun konsep historical novel sebagai karya yang
> memadukan setting sejarah, nama-nama faktual tokoh sejarah, kronologi
> sejarah, dengan plot yang "mencelat" dari catatan sejarah, bukan hal yang
> baru, apalagi aneh --- seperti cara Pak Wannofri menjelaskan "novel" dan
> "sejarah" yang seakan-akan "minyak" dan "air" yang tak bisa bersatu.
>
> Eco dengan pengetahuannya yang sangat luas tentang era Medieval Europe
> dalam novel-novel sejarahnya (selain "The name of The Rose", juga
> "Foucault's Pendulum" atau "Baudolino") tak akan disalahartikan pembaca,
> apalagi dipertukarkan tempat, dengan para sejarawan "profesional" yang
> khatam era Medieval Europe seperti Alexis de Tocqueville atau Arnold
> Toynbee.
>
> Untuk membantu pemahaman Pak Wannofri tentang apa itu historical novel,
> sila kunjungi laman ini:
>
> http://en.wikipedia.org/wiki/Historical_novel
>
> salam,
>
> ANB
> Cibubur
>
>
>
> Pada Sabtu, 19 Januari 2013, wannofri samry menulis:
>
> Selamat utk Buya masoed dan Bung  Akmal. Kalau dimaa bisa kkito bali buku
> ko Bung Akmal, kaau ado singgah ka padang atau k jakarta, ambo akan bali
> buku ko segera. Pertanyaan juo untuak Bung Akmal, Apakah yang Bung Akmal
> tulis sejarah atau novel? Sebab sebagai pengarang fiksi Bung Akmal
> mempunyai kebebasan di luar fakta tetapi sebagai sejarawan tentu tertakluk
> dengan fakta. Mohon penjelasannya. Ambo ingin juo mambaco buku Sang
> Presiden Prawira negara" (ambo cari di ustaka di siko tampaknyo alun
> sampai), kalau bisa ambo ingin manulih  atas duo bukuko sekedar respon dari
> pembaca.
>
> Wassalam
> WNS
>
>   ------------------------------
> *From:* Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Saturday, January 19, 2013 8:21 AM
> *Subject:* [R@ntau-Net] Re: (OOT) Novel tentang kehidupan Buya Hamka,
> edar Feb 2013
>
> Siap Uni. Nanti Renny nan bantu koordinasi.
>
> Salam,
>
> ANB
>
> Pada Sabtu, 19 Januari 2013, Hanifah Damanhuri menulis:
>
> Pak Kusia...
>
> Uni iyo sato lo ciat...
> Pakai tando tangan lo
>
> Wass
>
> Hanifah
>
>
>
>
> Pada 19 Januari 2013 06.25, Akmal Nasery Basral <[email protected]>menulis:
>
> Mokasih Ajo Sur.
> Kalau untuak keperluan kampus atau resensi, ambo cubo minta penerbit kirim
> ka Ajo. Tolong kirim alamat japri yo.
>
> Salam,
>
> ANB
>
> Pada Sabtu, 19 Januari 2013, Lies Suryadi menulis:
>
> Tahniah ateh tabiknyo buku Buya Mas'oed Abdin jo Uda Akmal. Mudah2an
> manambah body of knowledge mengenai Indonesia. Dek awak jauah co iko, awak
> manunggu sajolah buku ko dipajang di KITLV Leiden. Kok elok paruntuangan,
> capek awak dapek mambaconyo. Taragak nak maresensi.
>
> Salam,
> Suryadi
>
>   *Dari:* Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> *Kepada:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Dikirim:* Jumat, 18 Januari 2013 4:43
> *Judul:* [R@ntau-Net] (OOT) Novel tentang kehidupan Buya Hamka, edar Feb
> 2013
>
>  Rang Dapua dan sanak sapalanta nan budiman,
> mohon izin promo saketek.
> Semoga indak masuak kategori spam.
>
> Wassalam,
>
> ANB
> Cibubur
>
> * * *
>
> "Novel *Tadarus Cinta Buya Pujangga *karya Akmal Nasery Basral ini
> tersajikan dengan bahasa yang sejalan dengan karya Prof Dr. Buya Hamka, *Di
> Bawah Lindungan Ka'bah, Tenggelamnya Kapal Vanderwijk, *dan *Magdalena*.
> Enak dibaca, terasa seperti dialog dengan Prof Dr. Buya Hamka sendiri
> ketika masih menjadi Kaum Muda yang merindukan perubahan adat yang menjerat
> kemajuan."
> * *
> *Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, Sejarawan Muslim, penulis "Api Sejarah"*
> *
> *
> ** * **
>
> *Tadarus Cinta Buya Pujangga *adalah buku pertama dari dwilogi tentang
> kehidupan Buya Hamka, mengisahkan periode 30 tahun pertama (1908-1938)
> seorang anak dan remaja bernama Malik yang kerap berselisih paham dan
> membangkang pendapat orang tuanya,
> terutama sang ayah Haji Rasul yang merupakan ulama terkemuka pada
> zamannya. Namun Malik adalah juga seorang remaja romantis yang rajin
> menulis "surat cinta" bagi kawan-kawan perempuannya.
> Malik kemudi
>
>  --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
> --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
>
>   --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke