Benahi Pelayanan di BIM         
Jumat, 15 Februari 2008         

Padang, Padek-- Pertumbuhan signifikan yang dialami Bandara Internasional 
Minangkabau (BIM) sebagai pintu masuk ke Sumbar sejak tiga tahun terakhir, 
perlu diikuti dengan peningkatan kebandar-udaraan. Upaya tersebut 
dilakukan..... 

........Konsorsium Pemberdayaan Masyarakat Madani (KPMM) sebagai mitra kerja 
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam mengadvokasi konsumen, 
memastikan mereka mendapat pelayanan sesuai standar. Direktur Eksekutif Badan 
Pelaksana KPMM Sumbar Arif Rahman mengatakan, sebagai pintu masuk BIM menjadi 
perlambang daerah ini bagi tamu, baik domestik maupun internasional. Tidak 
sampai pada arsitektur bandara saja, petugas pun harus mampu menggambarkan 
budaya Minang yang elok dan beretika, serta terbuka dalam menerima tamu. 

 "Dengan kata lain, BIM merupakan wajah Sumbar dan akan memberikan kesan 
mendalam pada penggunanya," ujarnya pada wartawan dalam sosialisasi kegiatan 
mereka dalam peningkatan pelayanan bandara di Sekretariat KPMM, Jati Gaung, 
Padang, Kamis (14/2).

Selain pendatang, pengembangan sarana dan jasa pelayanan harus tetap dilakukan 
dalam memberikan kenyamanan dan keamanan yang terbaik bagi konsumen. Khusus 
untuk konsumen dari Sumbar, KPMM memahami masih kurangnya pengetahuan mereka 
tentang proses penggunaan sarana dan fasilitas bandara.  

Dalam peningkatan pelayanan kebandar-udaraan, KPMM sebagai mitra kerja YLKI 
mengadakan konsultasi publik dan peningkatan mutu jasa layanan bandara. 
Kegiatannya meliputi sosialisasi dan survei guna menggali kebutuhan konsumen 
bandar udara. "Dalam hal ini kami akan memberikan saran dan kritikan pada PT 
Angkasa Pura sebagai pengelola bandara, sehingga pelayanan lebih baik dan 
sesuai dengan kebutuhan konsumen transportasi udara," jelas Arif, didampingi 
staf program Nova Indra.

Kapasitas KPMM dalam upaya tersebut berperan memberikan masukan dan kritikan 
pada pihak pengelola yang berasal dari pengaduan konsumen. Jika perlu 
ditanggapi segera, maka KPMM akan mendesak untuk segera ditindaklanjuti. "Namun 
kita juga harus memahami pada beberapa kasus, untuk pembenahan tentunya perlu 
waktu. Misalnya untuk penyediaan sarana yang perlu waktu," tambahnya.

Sementara untuk pelayanan maskapai, KPMM tidak memiliki akses sampai ke situ. 
Namun tidak menutup kemungkinan untuk pelayanan di bandara, pengaduan akan 
tetap ditampung dan diserahkan pada pengelola yang berhubungan langsung dengan 
mereka. "Lagian konsumen makin cerdas dan subjektif. Jika mereka memberikan 
pelayanan yang buruk, konsumen tidak akan mengulang kesalahan serupa," tandas 
Arif. (dy)

  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke