Tak perlu repot ngantri minyak, karena air sudah dapat jadi sumber
bakar, di swedia sudah ada mobil dengan berbahan bakar air, kini ada
penelitian mutakhir dari UMY Yogya. Tentu kita tunggu proses
selanjutnya....
 
Dari Soft Launching Bahan Bakar Air Hidrofuel Banyugeni di UMY 
Wah...Menakjubkan, seperti Bahan Bakar Minyak
Terus melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat berbagai
kalangan mulai mengembangkan energi alternatif. Salah satunya dilakukan
para ilmuwan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kemarin,
UMY menggelar soft launching BBM yang berbahan dasar air. Produk
hidrofuel ini diberi nama Banyugeni. 

SYUKRON M, Bantul 

Tepuk tangan bergemuruh di halaman Gedung Ahmad Dahlan, komplek Kampus
Terpadu UMY saat sepeda motor Suzuki Smash AB 5520 GI menyala. Sejurus
kemudian, tangan Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori langsung menggeber gas
kendaaran roda ini. Lambat laun, suara mesin semakin keras dan stabil.
Bupati Bantul Idham Samawi pun didaulat menaiki kendaraan itu. Bersama
Khoiruddin, Idham pun naik motor ini mengitari halaman kampus. 

Begitulah suasana soft launching Banyugeni. Bukan hanya sepeda motor,
produk hidrofuel ini juga diujicobakan di berbagai media. Seperti lampu
minyak, kompor, traktor dan aeromodeling. "Wah, menakjubkan. Seperti
bahan bakar minyak," ujar Idham di sela-sela soft launching.

Ya, hidrofuel Banyugeni adalah temuan dari lima peneliti UMY. Yakni Drs
Purwanto, Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K. Haryadi MT, Ir Lilik
Utari MS dan Dra Nike Triwahyuningsih MP. Ada empat macam produk
berbahan dasar air yang dihasilkan kelima peneliti. 

Hidrofuel hasil penelitian UMY yang telah dipatenkan ini terdiri atas
beberapa varian produk. Yakni hidrokerosene atau setara dengan minyak
tanah, hidrodiesel (solar), hidropremium (bensin), dan hidroavtur (bahan
bakar jet). Sama seperti yang dilakukan pada sepeda motor, percobaan
pada tiga varian lainnya juga berhasil dengan sempurna. "Bau dan warna
bisa disesuaikan dengan keinginan kita," kata Khoiruddin. 

Purwanto mewakili tim peneliti menjelaskan, penelitian produk hidrofuel
ini dilakukan sejak 2003. Latar belakang penelitian karena semakin
tingginya harga minyak mentah di pasaran dunia. 

"Subsidi pemerintah untuk BBM tahun 2007 sudah mencapai Rp 50,64
triliun. Sungguh beban amat berat bagi pemerintah yang sekarang ini
terus mengalami defisit anggaran. Bahan bakar dari minyak bumi dan batu
bara semakin sulit diperoleh, padahal konsumsinya terus meningkat," ujar
Purwanto. 

Ia mengungkapkan, untuk menjadikan air menjadi bahan bakar diperlukan
empat perlakukan yang disebut teknologi mekanotermal-elektrokemis.
Proses ini melalui empat tahapan. Yakni, mekanik (gerak), thermal
(panas), listrik dan kimiawi. "Pengertian kimia dalam proses ini adalah
memberikan bahan lain yang bisa menjadikan air bisa menyala. Nah hal ini
yang saya tidak bisa matur," tuturnya. 

Ia menjelaskan, untuk bisa terbakar ada beberapa proses kimia yang harus
dilalui. Secara kajian ilmiah, air terdiri atas beberapa molekul yang
bisa terbakar. Yaitu molekul atom H2O. Unsur ini bisa dipisahkan secara
kimiawi, sehinga menjadi molekul 2H2 + O2. "Nah unsur hidrogen inilah
yang bisa menyala. Bahkan bisa meledak. Selain itu, unsur oksigen (O2)
juga merupakan molekul yang sangat berpengaruh dalam pembakaran. Jadi
pada hakekatnya air adalah api," urainya.

Hanya Purwanto tidak bersedia menjelaskan secara detail berapa anggaran
yang dibutuhkan untuk mengubah air menjadi bahan bakar. Menurutnya, jika
diproduksi secara masal, anggaran yang dikeluarkan bisa ditekan
sedemikian kecil. "Karena pada prinsipnya yang digunakan adalah air yang
jumlahnya tidak terbatas. Bukan seperti fosil," jelasnya.

Khoiruddin menuturkan, selain sebagai bahan baku alternatif, keunggulan
hidrofuel ini juga ramah lingkungan. Pada percobaan yang dilakukan di PT
CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen,
produk ini telah memenuhi standar Dirjen Migas. Antara lain, tidak
korosif atau tidak menyebabkan karat, tidak meninggalkan residu dan
kandungan sulfur dan timbal yang dihasilkan lebih rendah dari yang
diperbolehkan. 

Sedang Idham Samawi mengaku bangga dengan hasil penelitian ini. Ia
menegaskan, Pemkab Bantul siap mengalokasikan anggaran untuk
pengembangan penelitian ini. "Bahkan seharusnya bukan hanya APBD, tapi
APBN juga layak untuk membiayai penelitian," tandasnya. ***
 
 
Wassalam
 
Dedi Yusmen
 
 
----- --~---

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.5/1279 - Release Date:
14/02/2008 18:35



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke