Adidunsanak di Palanta, NAH!

Kalau ambo ndak salah manyimak dari pemberitaan ko, memang ado hal-hal yang
aneh dan ganjil. Sacaro aka sehat, katiko upaya pembatasa bansos lah terang
benderang dengan keluarnya Peraturan Mendagri tahun 2011, rasonyo ndak
mungkin seorang Kepala Biro berani mengambil resiko memproses bansos untuk
PKS itu tanpa ado persetujuan atasan. Soalnyo, nilainya lumayan besar.
Sulit ditarimo kalau ado tuduhan lalai dan abai.

Tapi, ya, sudahlah. Tapi ambo memang agak kecewa dengan sang Gubernur.
Tahun 2011 lalu, kami masyarakat Minang di Bogor bersama adiak-adiak
mahasiswa bermohon untuk mendapat dana hibah/bansos dari pemda untuk
membangun asrama mahasiswa Minang nan tanahnyo alah tasadio (sebagai salah
satu prasarat). Tapi dengan dalih ado Keputusan Mendagri, gubernur jo Sekda
menolaknyo. Padohal yang diminta cuma Rp1 miliar. Ambo kemudian mangaja Pak
mendagri, apakah benar tidak boleh ado bansos bagi pembangunan gedung
aasrama mahasiswa? dengan tegas Mendagri bilang, siapa yang melarang. itu
dibolehkan sepanjang peruntukannya jelas, apalagi akan dipakai mahasiswa
Minang. kan tak mungkin Bupati bogor yang membangunkan asrama. Tetapi
permohonan itu tetap tak jalan.

Antah lah...

Ciek lai, ambo kurang setuju dengan kebijakan Gubernur 'membisniskan'
Balairung Hotel. Dasar pembangunan Balairung itu oleh Gubernur Sumbar
gamawan Fauzi dulunyo adolah untuk menampung kegiatan urang awak, dan
menampung pejabat-pejabat yang pergi ke Jakarta dan bisa menginap di
Matraman. Sahinggo, kepeng nan dibao dari padang, bisa baliak ka Padang
dengan menginap di Matraman dengan harga yang relatif lebih murah antaro
Rp200-Rp300 ribu. Kini, di bawah manajemen baru (BUMND), hotel ini memakai
tarif standar internasional. Berkisar Rp600.000/malam. Sudahlah parkir
sampik, sia nan ka amuah lalok di situ. Akibatnyo, pejabat-pejabat dari
Sumbar yang ke Jakarta lebih memilih mencari tempat lain yang lebih murah,
dan memiliki 'kebebasan' berlalu lalang.

Sangenek dari ambo.

Syaf/50 th, Bogor

Pada 1 Maret 2013 09.35, St. eF Al Zain Sikumbang <[email protected]>menulis:

> Gubernur Kukuh tak Ada Penyimpangan
>
> - Polisi masih Pelajari Kasus | - Jefrinal Siap Bicara bila Diminta Polisi
>
> Padang Ekspres • Kamis, 28/02/2013 11:23 WIB • TIM PADEK • 266 klik
>
> [image: -]
>
> *Padang, Padek*—Polemik soal ban­tuan untuk safari dakwah PKS dalam pos
> bantuan sosial (bansos) pada Biro Bina Sosial Setprov Sumbar, masih terus
> bergulir. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menilai komentar dan tindakan
> sejumlah pihak soal bantuan yang sudah dicoret itu mengada-ada.
> .......
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke