Dan beberapa penduduk juga segera mendukung perkataan tetua Nurdin. Terlihat
wajah wali nagari Bumi bertambah merah menahan geram melihat anaknya yang
sekarang tiba-tiba sudah berdiri bersembunyi di belakang isteri tetua Jasman
yang juga termasuk orang yang sangat menyayangi bocah nakal ini, berdiri
berdampingan dengan beberapa perempuan lain untuk melindungi Aswin.
Sepertinya hampir semua perempuan yang hadir di sana baik tua maupun muda
bergerak ke depan untuk melindungi Aswin dari amukan ayahnya.

 

Ini tidak mengherankan bagi yang melihat karena memang bocah bandel ini
sangat disayangi oleh perempuan-perempuan ini dikarenakan wajah rupawannya,
kata-kata manisnya dan perbuatan-perbuatannya yang menyentuh perasaan
perempuan-perempuan ini.

 

Dari kecil sudah kelihatan bakat bocah ini menaklukan hati perempuan,
seperti terhadap isteri tetua Jasman, Piah, ketika itu Piah sedang bersedih
hati akibat suaminya yang melaut sudah beberapa hari tidak pulang sehingga
dia kuatir sekali dan sering duduk di depan jendela rumah memandang ke laut
dengan merenung mengharapkan suaminya segera pulang. Aswin yang sering lewat
depan rumah itu melihat Piah murung begitu, merasa ingin membantu
menghilangkan kesedihan Piah. Semenjak saat itu setiap Aswin melewati rumah
itu dia selalu memberikan bunga hutan untuk Piah agar tidak murung lagi.
Bunga hutan yang diberikan Aswin sangat indah dan bermacam-macam warna
sehingga Piah yang memang menyukai bunga merasa senang sekali dengan hadiah
itu.

 

Setiap Aswin memberikan bunga kepada Piah, dia hanya berkata,”Bibi, bunga
ini kasihan sekali membutuhkan teman seperti bibi untuk menemaninya melewati
hari.”

 

Selama seminggu penuh Aswin memberikan bunga-bunga itu, oleh Piah bunga itu
ditaruh di pot-pot, diberi pupuk, disirami sehingga menjadi tambah
berkembang, sekarang setiap sore Piah sibuk mengurusi bunga-bunga pemberian
Aswin, sedikit demi sedikit kemurungannya berkurang, sampai saat suaminya
pulang dia menceritakan kebaikan hati Aswin kepadanya. Setelah suaminya
pulang, Aswin tidak pernah lagi memberikan bunga kepada Piah, tapi setiap
lewat di depan rumah Piah, dia selalu memanggil Piah dengan tersenyum dan
melambaikan tangannya saja, atau kadang-kadang dengan lucu dia berkata ,’
Bibi, bagaimana kabar bunga kita, aku harap dia bisa mendapat banyak teman
di samping bibi.”

 

Sejak saat itu bocah bandel itu sudah menempati tempat yang khusus di hati
Piah, ini juga terjadi pada beberapa perempuan penduduk nagari ini, jadi
bisa dimengerti sekarang mengapa mereka membelanya.

 

Sang ayah yang tahu sifat anaknya yang nakal ini langsung berkata,’Aswin,
kamu anak laki-laki atau bukan, kenapa kamu berlindung di belakang
perempuan, apa tidak malu ?, ayah kan sudah bilang pada kamu jadi laki-laki
berani berbuat berani bertanggung jawab bukannya bersembunyi seperti seorang
pengecut.”

 

Memang perkataan itu sangat ampuh, segera saja Aswin bergerak ke depan
ayahnya untuk menerima hukuman karena dia tahu sudah berbuat salah sehingga
menyebabkan ayahnya marah seperti itu.

 

Dengan cepat dia berkata,” Ayah, Aswin salah, maafkan Aswin.”

 

”Apa kamu tahu salah kamu ?”

 

Aswin menganggukkan kepalanya.

 

”Karena itu kamu pantas dihukum bukan?”

 

”Iya, ayah.” kata Aswin dengan tegas sambil menatap sang ayah. Memang anak
ini bernyali besar, tidak takut mengakui kesalahannya dan keras hati, serta
bertanggung jawab.

 

”Menurut kamu, hukuman apa yang pantas ayah berikan kepada kamu?”

 

Terlihat Aswin merenung sejenak, dan orang-orang di sekitar mereka menunggu
dengan gelisah sekali, karena mereka tahu sekali Aswin bilang hukumannya
maka dia akan melaksanakannya walaupun itu menyakitkan bagi dia tapi tidak
pernah dia mengeluh.

 

”Hukuman pukul pantat 20 kali.” kata Aswin.

 

Lamgsung saja penduduk protes keras kepada wali nagari untuk tidak
memberikan hukuman ini kepada Aswin karena hukuman ini terlalu berat bagi
anak seumuran Aswin. Wali nagari Bumi mengangkat tangannya untuk meminta
penduduk diam.

 

”Teman-temanku yang tercinta, aku berterima kasih kepada kalian atas
perhatian dan limpahan kasih sayang kepada anakku, tapi anak nakal ini
jangan kalian manjakan, bagaimana nanti dia besar ? apakah dia akan lolos
dari setiap kesalahan yang dia perbuat ? akan jadi apa dia besar kelak?”

 

Beberapa penduduk manggut-manggut mendengarkan perkataan wali nagari Bumi,
tetapi tetap saja para perempuan itu protes dengan hukuman seberat ini.

 

”Apa tidak bisa diberikan hukuman yang lebih ringan?”,

 

”Apa harus hukuman pukul pantat itu?”,

 

”Apa memang harus 20 kali pukulan?” kata tetua Nurdin lagi..

 

Wali nagari Bumi sambil geleng-geleng kepala dan menghela nafas
berkata,”Ayah mana sih yang senang menghukum anaknaya sendiri, tapi aku
mengharapkan dia bisa menjadi pemuda yang berguna bagi nusa dan bangsa,
membela kebenaran, bertindak adil, dan arif bijaksana. Sekarang kalian
terlalu melindungi dia, sehingga aku kuatir nanti dia akan menjadi orang
yang tidak berguna dan pengecut menjalani kehidupannya.”

 

”Dan lagi bukan aku yang memberikan hukuman itu kepada dia, Aswin sendiri
yang mengatakan hukuman apa yang pantas untuk kenakalan dia.”

 

Segera para perempuan ini membujuk Aswin untuk merubah hukuman bagi dirinya
sendiri, tapi Aswin menggeleng-geleng kepala dengan tersenyum dan
berkata,”Terima kasih kepada paman dan bibi serta kakek dan nenek atas kasih
sayangnya untuk Aswin, tapi yang dikatakan ayah benar kalau jadi laki-laki
berani berbuat berani bertanggung jawab.”

 

”Tapi Aswin, kamu masih kecil 20 kali pukulan itu berat sekali.”

 

”Jangan kuatir, paman Amin, hukuman ini memang pantas untuk Aswin,
percayalah Aswin masih sanggup menerimanya.”

 

”Kalian dengar sendirikan, Aswin akan menerima hukumannya?”

 

”Tapi Wali nagari Bumi,....”

 

”Wali nagari Bumi, .....” kata Tetua Nurdin dengan emosi yang mulai naik...

 

”Apa tidak bisa.....”

 

Bersambung…..


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.6/1282 - Release Date: 15/02/2008
19:08
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke