aaa) Kalau urusan mambantuak nagari pemerintahan baru laie ka mudah sajo, tapi 
kalau indakpunyo program yang integrated untuk kesejahteraan nagari (baco 
rahayat) agak susah juo nampaknyo. Namun demikian setiap usaho paralu kito 
dukung juo dengan catatan bahwa paralu diitung itung untung ruginyo.
  bbb) Mungkin undangan terlampir dapeik mambarikan suatu idea bagaimana 
caronyo untuk bekerja keras from bottom-up. Dan yang labih penting tentunya 
integrated thinking dan integrated actions baangkali paralu kito duduk 
samo-samo untuk menganalisa atau membahasnyo.
  ccc) Marilah kito kembali berpikir cerdas dan cerik serta bijaksana supayo 
tapung indak baserakanketika rambut itu dicabuik.
  Wass,
  Aspermato Anak Rajo Dirajo di Pagaruyuang 

kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
        st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }                Sabtu, 16 
Februari 2008 
  Kampung itu sepi sekali. Jalannya penuh lubang dan mendaki. Orang-orang yang 
tinggal di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh 
Kota, menyebut kampung itu dengan nama Pua Data. Bagi mereka yang pernah 
menghirup udara tahun 1948-1949, Pua Data tentu sudah tidak asing lagi.
  Di sinilah, pemancar radio pernah berdiri, sebagai alat propaganda ke pelosok 
negeri, bahwa Indonesia masih ada.Sayang, kini kampung bersejarah bagi "Merah 
Putih" itu dibiarkan tertatih melawan nasibnya sendiri... Bukan cuma tertatih 
di puncak sepi. Penduduk Pua Data, juga merasa (bila tidak boleh ditulis 
dianaktirikan), jauh dari derap sepatu pembangunan.  "Republik Indonesia memang 
sudah merdeka. Hasil pembangunan juga telah dirasakan jutaan rakyat. Tapi kami 
masyarakat Pua Data yang pernah menjadi saksi bisu perjuangan bangsa, masih 
merasa darurat seperti dulu saja," ujar H Zainul Kiyar, mantan pengurus Pemuda 
Pejuang di zaman PDRI, ketika ditemui Padang Ekspres bebereapa waktu lalu. 
Pengakuan tokoh gaek Pua Data tersebut, juga diamini Yuswadi, seorang warga 
yang bekerja sebagai petani.  "Kami tak hanya merasa darurat, tapi juga jauh 
dari derap pembangunan. Buktinya, saat jalan di kampung lain sudah di aspal. 
Jalan ke kampung kami justru berlubang dan rusak
 berat. Berkali-kali kami mengurus, tapi selalu dibilang ruas jalan ke kampung 
kami adalah jalan provinsi. Bagi kami, taka peduli jalan provinsi, negara, atau 
kabupaten, yang penting diperbaiki," tegasnya.
   
  Komentar lebih pedas juga mengalir dari mulut M Nur Yakub, seorang pejuang 
PDRI yang masih terlihat bugar dalam usia tuanya. Dikatakan Yakub, selama ini 
banyak orang selalu bilang, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai 
jasa pahlawan. Namun dalam kenyataannya, masyarakat Pua Data yang pernah 
menjadi saksi sejarah PDRI belum dihargai. "Malahan, hasil kekayaan kampung 
kami seperti emas di Manggani, terus diperas tanpa memberi keuntungan bagi 
masyarakat. Janji lapangan kerja yang pernah diucapkan investor, hanya bohong 
belaka. Karena itu, ke depan kami tak percaya kepada investor yang membohongi 
niniak mamak," ucap Yakub yang aktif dalam Forum Peduli Pembangunan Pua Data 
(FP3D).
   
  Tugu pdri di Koto Tinggi, Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota merupakan 
saksi sejarah, tetap tegaknya Republik Indonesia.
  Atas kondisi di Pua Data yang begitu memilukan dan darurat ini, puluhan 
pemuka masyarakatnya, meminta kepada Pemkab Limapuluh Kota, agar mengabulkan 
permintaan mereka untuk membuat nagari sendiri. "Biar kami tidak tertinggal 
lagi dalam sektor pembangunan. Kami warga Pua Data yang memiliki banyak 
penghulu, punya 30 warga berpendidikan S1, tujuh orang jebolan S2, dua orang 
berprediket S3, empat doktor luar negeri, dan dua perwira TNI/Polri, serta 
ratusan warga. meminta kepada Pemda, agar mengabulkan permintaan kami untuk 
membuat nagari pemerintahan, bukan nagari adat," ujar Darlina, seorang tokoh 
bundo kanduang.
   
  Namun persoalan sosial di Pua Data, seperti kemiskinan dan terisolasi dari 
derap sepatu pembangunan, tentu tidak hanya tuntas dengan ide membuat nagari 
sendiri. Bagaimanapun, bila mereka terpisah dari Koto Tinggi, secara tidak 
langsung, wilayah administrasi bukan tidak mungkin akan menjadi pembatas ranji 
adat dan sekat sejarah yang selama ini membuhul kuat, antara Pua Data dengan 
Koto Tinggi. Karenanya, seperti diungkapkan aktivis sosial kemasyarakat Yulfian 
Azrial, jalan sunyi yang tengah dilewati anak kampung Pua Data, harus 
dipecahkan dengan memberikan perhatian. Sebab Pua Data merupakan daerah yang 
pernah menjadi basis Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).  "Bila 
tidak begitu, gak usah kita berkoar, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang 
menghargai jasa pahlawan. Sebab orang Pua Data adalah satu dari berderet 
pahlawan kecil yang terlupakan," tukuk Yum AZ. (***)
  
  http://www.padangekspres.co.id/content/view/2347/1/



  No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.20.6/1282 - Release Date: 15/02/2008 
19:08





       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Attachment: Undangan20080220.doc
Description: 2467947398-Undangan20080220.doc

Kirim email ke