MENANTI MARAPULAI
   
  Ketika ku kecil
  Masih kudapati
  Jodoh wanita
  Dicarikan keluarga
   
  Sebelum jadian
  Mereka saling dipertemukan
  Di tempat yang ditentukan
  Kalau cocok
  Diteruskan dengan pinangan
   
  Tiba saatnya menikah
  Siang hari akad nikah digelar dimesjid
  Yang hadir 
  Marapulai dan saksi
  Serta ayah atau wali anak daro
  Tanpa kehadiran anak daro
   
  Aku dan teman-teman
  Sering menyaksikan 
  Prosesi akad nikah ini di mesjid
  Kami hafal ucapan Ijab Kabul
  Yang kadang dijadikan senjata
  Bagi anak laki-laki
  Untuk mematahkan 
  Kesombongan perempuan
  Bahwa bayaran kami (mahar) hanya sekian
   
   
  Sore hari
  Di rumah anak daro
  Digelar pesta
  Menanti alek
  Tamunya adalah perempuan
  Yang punya tali kekerabatan
  Dengan keluarga besar anak daro
  Sang tamu dibolehkan 
  Melihat kamar pengantin
   
  Malam hari
  Digelar pesta mananti marapulai
  Pesta ini pesta lelaki
  Para mamak-mamak, sumando dan datuk
  Jadi tuan rumah
  Keluarga marapulai dan rombongan jadi tamu
  Di pesta ini 
  Digelar pasambahan
  Seperti berbalas pantun
  Antara tuan rumah dan tamu
  Yang intinya adalah
  Serah terima marapulai
  Lengkap dengan gelar kehormatan marapulai
   
  Setelah serah terima selesai
  Tinggal marapulai yang ditemani anak kecil
  Di rumah anak daro
  Pada saat itu 
  Anak daro masih bersama keluarga
  Sebelum anak daro masuk kamar
  Ada acara yang digelar untuk anak daro
  Acara ini acara perempuan
  Marapulai tadi diminta
  Keluar dulu dari rumah
  Biasanya disuruh ke pincuran Mesjid
   
  Anak daro didandani memakai kebaya
  Sebelum masuk kekamar pengantin
  Para wanita duduk di rumah itu
  Mengambil posisi duduk bersimpuh
  Anak daro sungkem memohon doa restu
  Kepada semua wanita yang hadir
  Umumnya anak daro menangis
  Ada yang histeris
  Kalau anak daro piatu
  Selesai sungkem
  Anak daro di minta masuk kekamar
  Ada yang santai saja masuk tanpa beban
  Ada yang dipaksa dulu
  Di dorong dorong oleh ibu-ibu
  Asyik sekali menyaksikan
  Wajah anak daro
  Yang di dorong masuk kekamar
  Yang mendorong
  Senyum senyum simpul
  Mungkin teringat masa pengantinnya
  Kadang para ibu sambil tertawa
  Saling tukar cerita
  Malam pertama mereka
  Yang kami tidak mengerti
  Maksudnya apa waktu itu
   
  Setelah anak daro berada dikamarnya
  Marapulai diberitahu untuk masuk kekamar
  Ada yang malu-malu
  Dan didorong juga dulu
  Ada yang santai saja
  Begitulah ceritanya di jaman dahulu
   
  Sekarang ???
  Hanya sang pengantin yang tau
  Apa malam itu malam pertama
  Banyak juga yang menikah
  Ketika perut sudah buncit
  Begitu juga yang terjadi 
  Di sekelilingku saat ini
  Tak pilih anak siapa
  Kadang anak imam di mesjid
  Tak berapa lama seusai pesta
  Sang kakek sudah menimang cucu
  Hal tersebut sudah dianggap biasa
   
  Ya Allah
  Beratnya beban kami saat ini dan kedepan
  Membesarkan anak-anak
  Baik laki-laki maupun perempuan
  Ya Allah
  Lindungilah keluarga kami
  Keturunan kami
  Dari rayuan setan yang terkutuk
  Tiada daya tiada upaya
  Kecuali izinMu ya Allah
   
   
  Bengkulu, 17 Februari 2008
   
  Hanifah Damanhuri
   
   
   
   

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat 
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg 
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang 
berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke