Assalaamaualaikum wr.wb. Ibu Rahima,
Apa khabar?, semoga ibu Rahima da keluarga sehat-sehat
saja,
selamat ya, udah ngumpul lagi dnegan keluarga di
Kairo, semoga apa yang
menjadi cita-cita ibu Rahima dikabulkan oleh Allah
SWT, amiin.
Wassalam,
Elthaf
Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.
Kanda Elthaf, maaf baru terbaca postingan kanda ini.
Disaat mendelete terlintas kebaca, akhirnya diambil
saja dari file rantaunet di goole. Ngak enak rasanya
ngak membalas postingan da Elthaf yang selama ini
cukup saya hormati, dank arena da Elthaf jugalah saya
mendapatkan rumah yang sesuai dengan apa yang kami
inginkan. Makasih atas do'anya.
Alhamdulillah kami di Kairo dalam keadaan baik
semuanya, terutama anak-anak, mereka senang kembali ke
Kairo, tempat ltumpah darah mereka sih.
Di Bukittinggi mereka juga senang sih, bisa banyak
pengalaman, pelajaran yang mereka dapatkan, terutama
pelajaran bagaimana cara mulanya membangun sebuah
bangunan rumah, bagaimana caranya bersawah, dllnya,
karena di tempat di Villa sakinah itu sedang terjadi
pembangunan rumah yang cukup banyak, mana disekeliling
rumah banyak orang bercocok tanam, bersawah, ada
kerbaunya lagi, mereka sering menangkap ikan di
sungai, dapat ikan belut(saya mengira itu ular, pas
dibawa pulang di letakkan ke bath tub di kamar mandi,
menjerit-jerit saya melihat banyak belut, juga
ikan-ikan kecil dan besar). Tempat mandi dijadikan
tempat ikan-ikan, dimana akhirnya ikan diberikan ke
kucing. Yang pasti anak-anak sangat senang tinggal di
Biaro itu, mana , tukang-tukang juga sangat baik,
semua pada menolong, dan suka bermain sama mereka.
Jangankan tukang-tukang. Penjual satepun mengatakan
merasa kehilangan, karena setiap hari biasanya
anak-anak beli sate. Beberapa Tukang Ojek di simpang
Biaro , yang biasa mengantar jemput si kecil sekolah
juga merasa kehilangan. Tetangga sebelah, yang
biasanya saya kalau pagi atau sore, jemur dan angkat
jemuran sering ngobrol dengan mereka, sambil bercanda.
Begitu pula Mal didepan rumah, sudah sangat mengenal
anak-anak, karena kalau air aqwa (di gallon) dah
habis, biasanya anak-anak yang membelinya, atau
bahan-bahan yang kurang. Kedai-kedai disekitar sana,
biasanya anak-anak yang belanja sayuran, buahan, cabe,
dllnya, yang mana sudah pandai pula mereka tawar
menawar, bikin orang kedai gemes, masih kecil dah bisa
menawar harga.
Meski baru empat bulan tinggal di Biaro, alhamdulillah
keamanan terjaga, ngak ada barang-barang yang hilang,
padahal sering pintu terbuka, apalagi jendela, bahkan
belum sempat memberikan kain gordeng yang tebalnya,
baru tipisnya saja, tetapi alhamdulillah ngak ada yang
hilang.
Sewaktu di Panganak( Panorama Baru)pun, alhamdulillah
aman-aman saja masalah barang, padahal sering
ditinggal terbuka pintu oleh anak-anak, karena mereka
bermain-main, sementara saya berada di sekolah, atau
ke pasar. Malamnyapun begitu, sering jendela terbuka,
malah yang sering bangunin adalah tetangga agar
mengunci pintu jendela tersebut. Padahal, yang anehnya
tetangga depan rumah saya, juga dua rumah di dekat
rumah saya, rumah kepala sekolah yang lama, pernah
kecurian barang-barangnya. Yang mengerikan saya hanya
karena tuan rumah yang ditinggal mati oleh istrinya.
Saya mendengar berita dari teman-teman, kalau tuan
rumah itu suka macam-macam. Itu sering bikin saya
jantungan juga dulunya sebelum pindah ke Biaro.
Hanya saja apa yang kurang enak saya merasakan di BKT,
ada satu kecendrungan, orang yang ngak menghisap
rokok, tetapi dia selalu dekat dengan orang yang
menghisap rokok, mau ngak mau asap rokonya terkena ke
paru-parunya dan lama kelamaan akan merusak dirinya
juga(seperti yang banyak terjadi di Bukittinggi,
Padang, hampir setiap angkot, ada saja yang merokok.
Begitu pula dibarengi dengan nyanyian-nyanyian
bernada menyakitkan telinga. meskipun kita ngak
bernyanyi, alias bukan kita yang menyanyikannya,
tetapi mau ngak mau, telinga kita pasti
mendengarkannya juga, tanpa disadari lama kelamaan
kita bisa menghafalnya(bagi yang kuat hafalannya), dan
pada akhirnya sering kita terlena dengan nyanyian itu,
padahal sebaik-baik senandung adalah AlQuranulkarim.
Itu dianya, mulanya kita ngak merokok, tetapi asap
rokonya kena ke kita, mulanya kita ngak hafal nyanyian
itu, kalau setiap saat mendengarnya dalam angkot, lama
kelamaan gimana ngak hafal. Ini sebuah dilema bagi
saya pribadi, tinggal di Indonesia, khususnya di BKT,
padahal sisi hidup dalam alamnya, luar biasa sejuk dan
indahnya, sisi saya hidup bermasyarakat, luar biasa
bahagia dan tenang serta enak sekali dengan
tetangga-tetangga sebelah.
Setahun di Indonesia, puas dah rasanya menghirup asap
rokok, padahal dah diberi isyarat kepada orang yang
merokok, dengan sengaja menutup hidung. tapi itulah
yang katanya raso jo pareso tinggi, gak juga ada.
Entah kapan di Sumatera Barat itu, dijalanan umum, di
bis angkot umum, ngak ada lagi orang-orang yang
menghisap rokok, ngak ada lagi diputar lagu2 yang luar
biasa keras, memekakkan telinga.
Entahlah sampai kapan. padahal hal ini dah disampaikan
ke Gubernur saat ada acara pertemuan di Diniyyah
Puteri Pdg Panjang.Di Kairo, alhamdulillah, nyaris
saya ngak pernah merasakan asap rokok di atas angkot,
ataupun taxi, padahal ada juga disana orang merokok,
tetapi di suatu tempat tertentu. begitu pula, perasaan
damai tatkala naik taxi atau bis, angkot di Kairo ini,
yang kedengaran adalah bacaan lantunan Al Quran, atau
berita dari radio, atau juga ceramah-ceramah.
Kita berjalan itupun akhirnya mendapatkan pahala
serta ilmu, karena tanpa di sadari, mau ngak mau kita
mendengarkan bacaan AlQuran itu, ataupun beritanya.
padahal, kalau dilihat dari sisi alam, makanannya
sendiri, mungkin dik Ridha sendiri telah merasakan
bagaimana hidup dialam Arab, apalagi Mesir, dari satu
building ke building lain, yang banyak kita hadapi
adalah bangunan melulu, jarang sekali memandang alam
sebagaimana kita memandang alam saat kita membuka
pintu rumah, jendela kita di Indonesia, apalagi di
BKT, khususnya di rumah saya sendiri.
Luar biasa benar-benar karunia Allah ta'ala
memberikan saya rumah yang selalu melihat alam
ciptaanNya, kekayaanNya, setiap saya berdiri atau
duduk-duduk di teras depan, maupun belakang, begitu
damainya hati, begitu dekatnya kepada Allah, tanpa
terasa air mata selalu keluar, karena betapa rindunya
ingin bertemu denganNya. dan perasaan ini, tidak
dirasakan ketika membuka pintu rumah atau jendela di
Kairo, karena berbeda suasananya. Yang ada dinding
atau pintu atau jendela rumah tetangga sebelah.
Yah..begitulah yang namanya kehidupan. Kata pepatah
jauh berjalan banyak dilihat. Suasana masing-masing
Negara, jangankan Negara, antar daerah saja dah
berbeda-beda suasana alamnya. Saya benar-benar
berterima kasih pada da Elthaf, terutama sampaikan
rasa terimakasih dan maaf saya pada adik da Elthaf(da
fahwal), karena saat pulang sekitar berapa minggu
sebelumnya, saya ngak pernah ketemu beliau lagi, dan
saat pulangpun saya ngak ketemu dengan yang menyewa
rumah saya, hari itu hari Minggu, tukang-tukangpun
ngak ada. Tetangga ngak ada, entah pada kemana
semuanya, liburan kali. Sehingga kunci rumah saya
titipkan pada sopir Armada, saat itu mereka ambil
barang saya yang ketinggalan dirumah, bikin kaget
tetangga sebelah, ada orang masuk kerumah ambil
barang-barang saya, dan kunci bersamanya, apa ngak
takut barang-barang di curinya. Saya pikir, saya dah
cukup percaya saja karena selama ini Travel Armada
sudah sangat saya kenal,, dan merekapun cukup mengenal
saya. Terhadap pekerja disekitar sanapun, mungkin
karena dah saling percaya aja, sehingga sering juga
saya titipkan kunci rumah pada mereka, alhamdulilah
ngak ada apa-apa koq. Saya ngak tau, kapan lagi bisa
di Biaro itu, dan apakah saya akan kembali kesana
kelak? Allahu'a'lam.
Wassalamu'alaikum. Rahima
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca dan dipahami! Lihat
di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur dan Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG!!! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
- Anggota yg posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg
bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen akan mengikuti peratiran yang
berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahul
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---