Makasih mak Kusia... Dek karano anak-anak alah jauah dimato Batulih dan bakirim tulisan Baharok anak-anak senang dengan hadiah sederhana dari mamanya
Uni indak pernah lupo hadiah samangkuak lontong nan dibalikan papa uni di hari ultah ka 15 uni. Parasaan disayang labiah dari harago lontong itu. Alhamdulillah Wass Hanifah Pada tanggal 23/03/13, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis: > Salah satu kehebatan ikan adalah meski dia berada di laut yang asin, > tubuhnya tidak asin. Kecuali setelah mati dan dijadikan ikan asin - KH > Zainuddin MZ > > Ikut bahagia untuk Uni sekeluarga yang tengah berbahagia dengan seorang > anak yang begitu berbahagia karena memiliki seorang bunda yang menuliskan > sajak ulang tahun di ulang tahunnya ke-26. > > Wassalam, > > ANB > > > > Pada Sabtu, 23 Maret 2013, Hanifah Damanhuri menulis: > >> BELAJAR DARI ANAK-ANAK IKAN >> >> (Tulisan ini kupersembahkan untuk putraku >> Sebagai hadiah MILADnya yang ke 26 >> Pada tanggal 20 Maret 2013 >> Tulisan yang terinspirasi oleh tulisan Prof Suheimi >> Yang dikirim untukku beberapa waktu yang lalu >> Dengan judul anak-anak ikan) >> >> Tak terasa waktu berlalu begitu cepat >> Serasa baru kemaren engkau ku timang dan kususukan >> Serasa baru kemaren kita berlarian di pasir putih Pantai Panjang >> Mngejar ombak yang gulung gemulung menghempas pantai >> >> Impian demi impian mama tanyakan padamu >> Hendak jadi apa kalau sudah besar nanti >> “Jadi pemain bola”, jawabmu mantap >> Engkaupun mengoleksi koran/majalah bola >> >> Saat itu jiwa keibuanku merasa ditantang >> Akankah akan kubiarkan waktumu habis di lapangan bola >> Beberapa kali kita terlibat pertengkaran >> Hingga mama berikan pilihan, mau sekolah atau tidak >> >> Alhamdulillah >> Puji syukur kita panjatkan pada Allah SWT >> Berkat petunjuk dan pertolongan-Nya >> Sekolahmu tetap berjalan lancar >> >> Sekarang engkau bukan anak kecil lagi >> Mungkin sebentar lagi >> Akan memiliki anak-anak >> Belajarlah dari anak-anak ikan karya Prof Suheimi >> >> Dalam perjalanan hidup >> Kadang kita terjebak pada pilihan demi pilihan >> Pilihan menegakkan kebenaran berdasarkan petunjuk-Nya >> Kadang membutuhkan pengorbanan yang besar >> >> Selamat MILAD anakku sayang >> Semoga Allah selalu bersamamu >> Membantumu menjadi lebih baik >> Dan lebih bermanfaat bagi orang banyak >> >> >> Padang, Maret 2013 >> >> >> Hanifah Damanhuri >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> Anak-Anak Ikan >> >> >> Oleh : Dr. H. K. Suheimi >> >> >> >> Melihat ikan berkejar-kejaran di kolam, menimbulkan >> keasyikan tersendiri, keasyikan yang bisa melupakan >> persoalan-persoalan lain. Keasyikan yang dapat menjauhkan stres-stres >> yang dialami. Kalau ada sedikit waktu senggang, biasanya saya habiskan >> dengan berdiri dipinggir kolam ikan disekitar rumah. Ikan yang selalu >> bergerak, ikan yang tak pernah diam, baik siang maupun malam, namun >> gerakannya itu tidak menimbulkan kebisingan, malahan gerakannya itu >> menimbulkan ketentraman dan kenyamanan serta kedamaian. Kadang-kadang >> bisa berjam-jam waktu digunakan untuk santai dan melepas lelah dengan >> memandang ikan-ikan yang indah itu. Seakan-akan kita terlupa dengan >> alam sekitar. >> Karena seringnya saya berdiri dipinggir kolam ikan, >> akhirnya saya dapat mengamati sedikit sifat-sifat ikan itu. Dan juga >> dapat mengenal mana ikan yang jantan dan mana yang betina. Mana yang >> sedang pacaran dan mana yang sedang bertelur, serta tahu pula mana >> ikan-ikan yang sedang menyimpan anak didalam mulutnya. >> Lain asyiknya melihat ikan yang sedang pacaran dan lain >> pula asyiknya memperhatikan ikan-ikan yang sedang melindungi >> anak-anaknya. Setelah beberapa bulan saya amati, rupanya anak-anak >> ikan yang sudah dilepaskan induknya dari mulutnya, ternyata di tangkap >> dan dimakan oleh ikan-ikan lain, sehingga tidak berapa diantara >> ikan-ikan itu yang sampai besar. Akhirnya timbul keinginan saya untuk >> memisahkan anak ikan itu dari induknya dan membesarkannya. >> Satu hari saya lihat, ikan-ikan itu sudah melepaskan >> anak-anak dari mulutnya. Semua anak-anak ikan itu saya tangkap, >> kebetulan di hari itu ada 4 ekor induk ikan yang sedang beranak. >> Masing-masing induk itu mempunyai anak ratusan ekor jumlahnya. Dari ke >> 4 ekor induk ini saya kumpulkan anak-anaknya di dalam sebuah waskom. >> Anak ikan itu terlalu banyak, sehingga waskom itu jadi sempit. Dalam >> fikiran saya tentu ikan-ikan itu akan lambat berkembang dan bertumbuh >> didalam waskom, karena mereka terantuk-antuk dan berlaga sesamanya >> swaktu berenang. Lalu semua anak ikan itu saya pindahkan kedalam kolam >> yang agak besar, dengan harapan tentu anak-anak ikan cepat besar dan >> bertumbuh. Tapi harapan saya tidak jadi kenyataan, saya kurang >> hati-hati, tidak memeriksa air kolam itu. >> Betapa kecewanya saya, ketika esok paginya, semua >> anak-anak ikan yang berjumlah ratusan ekor itu terapung dan mati. Saya >> sedih dan saya menyesal, andaikan anak ikan itu saya biarkan didalam >> waskom, tentu tidak akan mati semuanya. Saya merasa bersalah dan saya >> merasa berdosa, akibat perbuatan saya ratusan anak-anak ikan menemui >> ajalnya, pengalaman itu terasa pahit sekali. Rupanya setelah saya >> selidiki, air kolam itu tercemar oleh minyak tanah yang tertumpah oleh >> pembantu, sehingga anak-anak ikan itu tak bisa bernafas. Saya >> mengambil kesimpulan, sebaiknya anak-anak ikan kecil tempatnya juga >> harus yang kecil. Rupanya terlalu harap akan yang besar, terlalu harap >> anak ikan akan bisa bermain leluasa, terlalu memperhatikan >> pertumbuhannya, justru mendatangkan malapetaka bagi semua anak-anak >> ikan itu. >> Di hari yang lain, ikan-ikan itu beranak kembali, lalu >> saya pelihara dia di dalam waskom. Kemudian ada orang yang memberi >> advis, agar supaya ikan-ikan itu cepat besar, beri dia makan kuning >> telur ayam. Saya coba memberi ikan-ikan itu kuning telur ayam, memang >> dengan lahap ikan-ikan itu cepat memakannya. Timbul lagi sifat jelek >> saya, yang ingin agar ikan itu semakin cepat tumbuh dan kembang. Saya >> masukan kuning telur yang banyak ke dalam tempat ikan itu, dengan >> harapan tentu ikan-ikan ini cepat besar dan sehat-sehat. Tapi >> perhitungan saya meleset lagi, anak-anak ikan yang kecil itu belum >> bisa makan makanan yang banyak melebihi kapasitas perutnya yang kecil. >> Akibatnya banyak sisa kuning telur yang tertinggal. Rupanya sisa >> kuning telur yang tertinggal ini, menjadi makan yang baik pula untuk >> kuman-kuman dan bakteri-bakteri. Akibatnya air tempat anak-anak ikan >> itu berenang, sudah tercemar oleh bakteri-bakteri, sehingga bakteri >> yang sudah berkembang biak itu mulai menyerang anak-anak ikan. >> Anak-anak ikan kewalahan dan mulai berapungan, dan banyak diantaranya >> tak dapat diselamatkan lagi, bergelimpangan dan merapung mati. >> Kembali saya merasa bersalah dan berdosa. Padahal tujuan >> saya baik, ingin memberi ikan-ikan itu makanan yang bergizi dan >> bernilai tinggi, tapi cuma tindakan saya terlalu berlebih-lebihan. >> Seharusnya untuk anak-anak ikan yang sekecil itu, tidak usah saya beri >> kuning telur yang sebanyak itu. Sehingga bukan membantunya, tapi >> malahan merusaknya. >> Dalam hidup, memang sering kita melakukan tindakan yang >> berlebihan. Memberi makan terlalu kenyang, memberi pakaian terlalu >> banyak, melindungi anak dengan berlebih-lebihan. Dan tidak jarang >> tindakan yang berlebihan ini yang justru menimbulkan kecelakaan. >> Kita sering makan sekenyang-kenyangnya, sampai kesanguhan >> dan sesak nafas. Gizi yang masuk berlebih-lebihan, sedangkan >> pembakarannya sedikit, sehingga tertumpuk-tumpuklah makanan itu dalam >> tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit yang bermacam-macam. >> Padahal Rasul selalu memberi nasehat, makanlah dan >> minumlah, jangan berlebih-lebihan. Kami ini adalah suatu kaum, kata >> Rasulullah, yang hanya makan diwaktu lapar dan berhenti sebelum >> kenyang. >> Tubuh kita ini sederhana, dan yang dibutuhkannya pun >> sederhana pula, jangan berlebih-lebihan. Sering sekali tindakan yang >> berlebih-lebihan ini sering mengecewakan kita. Kita dikecewakan karena >> sering yang terjadi itu, tidak seperti yang diharapkan dan >> dicita-citakan. >> Tuhan tidak suka pada orang yang berlebih-lebihan, untuk >> semua itu, agaknya patut kita simak sebuah firman suci Nya dalam surat >> Al An’aam ayat 141 : ”Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang >> berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanaman yang >> bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa ( bentuk dan >> warnanya ) , dan tidak sama ( rasanya ). Makanlah dari buahnya ( yang >> bermacam-macam itu ) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dihari >> memetik hasil ( dengan disedekahkan kepada fakir miskin ) , dan >> janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai >> orang-orang yang berlebih-lebihan”. >> >> Salam teriring do.a >> K Suheimi >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti >> [email protected]<javascript:;>. >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup > Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim > email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
