Lalu..., Iyo bijaksana Angku Jepe manembak lantai, indak taraso, iduang tu bana nan kanai...
Salam, -- MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], andi.jepe@... wrote: > > Dinda ANB > > > Hehehehe gak nyangka juga ya tabaok2 sebagai pembuka kecek jo Prof FJ carito > "Brian May" kito > > Memang begitu ambo ditingkek masy bawah/kebanyakan disiko nan sadang batugas > hilia mudik dalam sosialisasi yo paralu untuak komunikasi awal "pambuka > kecek" ko sahinggo awak capek akrab dan dikenal salanjuiknyo so easy > everything alias kaji manurun sajo lai kalau lah manyangkuik perundingan2an , > berikan mereka dulu jo "pembuka kecek" rasa respek dan kita dianggap > kawan/sahabat, kalaupun nanti ada benturan, gesekan atau sesuatu yang masih > belum putus paretongan itu bukan membuat mereka antipati/benci mereka dalam > kontek hubungan manusia sebagai makhluk sosial saya adalah kawan/sahabat > mereka, mereka adalah kawan/sahabat saya ketika pemahaman mereka "bapak itu > orang perusahaan yg punya keterbatasan, sebagai pribadi kita harus respek dan > hargai dia" itu sudah cukup bagi saya untuk meyakini sebuah mamangan/pituah > urang awak dalam menjalankan tugas > > "Ndak ado kusuik nan indak bisa disalasai, indak ado karuah aia nan indak > bisa dijaniahkan..pasti ado jalannyo" > > Postingan Akmal yang perlu saya garis bawahi sekaligus pencerahan bagi saya > adalah : > > "Subhanallah! Iko baru tipe favorit Profesor nan ambo suko! Urang hebat, > berwawasan luas, tapi masih "nyambung" dengan topik-topik obrolan lain di > luar kompetensi utama. Yang paling esensial dari itu, komunikasi berlangsung > dua arah. Ada minat yang ditunjukkan secara tulus." > > Lalu > > "Kalau saja para profesor Indonesia indak selalu asyik dengan dunia > pemikirannya sendiri -- terkadang egosentris, hanya ingin selalu > diperhatikan, tetapi enggan memberikan perhatian yang setara kepada orang > lain -- dan mereka mau lebih serius memahami dan mengenal lawan bicara yang > lebih yunior dan kurang pengalaman, seperti ditunjukkan Prof. Fasli, insya > Allah dunia cendekia kita (raushan fikr) akan semakin bermanfaat untuk > kemaslahatan masyarakat luas, karena masyarakat akan melihat bahwa profesor > bukanlah mereka yang tinggal di atas awan, "tak tersentuh", tapi justru kedua > kakinya berpijak pada bumi yang kokoh. Menyemai komunikasi interpersonal yang > tulus, hangat, menginspirasi" > > Terima kasih ANB berbagi ceritanya..selamat berkarya..insya Allah dengan hal2 > diatas sukses menanti Anda > > Salam-Jepe > @Mahulu -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
