Angku Muljadi nan Ambo Hormati; Berikut tanggapan balik saya, yang terakhir dalam thread ini.
> Sat Mar 30, 2013 9:49 pm (PDT) . Posted by: "Muljadi Ali Basjah" > Assalamualaikum Wr.Wb. Yth. Bapak Darwin Bahar. Bagi saya > tidak mengapa-ngapa Pak Darwin, mau ditanggapi ataupun tidak, > karena hal itu bagi saya tidaklah menjadi soal. Betapa malu > besarnya saya, sedangkan tamatan SMA saja sudah pernah mengenal > thema tsb. Begitu juga mohon maaf saya yang kurang Infos, yang > ti> dak tahu bahwasanya Bapak Darwin yang saya hormati, 12 tahun di > Di> visi Teknik Lingkungan di perusahaan ENCONA Engineering, yang > induknya berkedudukan di Berlin (Jerman, ENCONA Engineering & > Consulting GmbH yang awalnya berasal dari AutomobilIndustri) PT ENCONA Engineering tidak berafilisiasi dalam bentuk apapun dengan ENCONA Engineering & Consulting GmbH, Berlin, Jerman, alias perusahaan murni Indonesia, Didirikan dan dikendalikan oleh para guru, yakni Ary Mochtar Pedju, M. Arch (MIT), Soufyan Nurbambang, MSME, pakar arsitektur tata kota Prof Dr. Moh Danisworo, pakar teknologi lingkungan Prof Dr. Soetiman MSc, Sudibyono, MSEE, Dr. Soegeng Rahardjo, March, Ir. Boediono Soerasno (saya tidak ingat gelar pascasarjana beliau) dan Ir George The (saya juga tidak ingat gelar pascasarjana beliau). Pasca-krismon di akhir tahun 1990-an, ENCONA bergerak di bidang jasa konstruksi di bawah nama ENCONA Industry. > Saya tidak tahu bahwa Bapak Darwin yang saya hormati, juga > mengikuti perkembangan Tschernobyl, Fukushima dll.dll. dsb. Yang > sudah semestinya secara tidak langsung mungkin2 saja malahan > memiliki Geiger-Counter....... anehnya tidak mendengar berita > Sampah Nuk yang saya pernah terima Angku Muljadi, seperti saya jelaskan sebelum ini, saya ini hanyalah seorang pria tua 69 tahun yang lugu dan bodoh. Saya juga sudah menjelaskan mengapa saya tidak mengetahui tentang adanya impor Sampah Nuk ke Indonesia. Hanya yang aneh bagi saya di sini, perusahaan-perusahaan yang menggaji saya selama ini tidak satupun yang pernah menuntut saya untuk tahu segala hal. Malahan saya pernah menolak menjawab pertanyaan tertulis seorang staf Lembaga Keuangan Internasional, karena saya tahu yang ditanyakannya itu ada di salah satu publikasi lembaga tersebut. Oleh sebab itu, ketimbang memaksa-maksa saya merasa bersalah karena tidak mengetahui adanya impor Sampah Nuk ke Indonesia :) seperti yang diketahui oleh Angku Muljadi, lebih afdolkiranya kalau Angku Muljadi menulis surat ke Kemen LH atau WALHI (NGO lingkungan hidup yang sangat vokal), atau menulis surat terbuka di salah satu media tulis di Indonesia mengenai hal tersebut. Oke?! > ..... Jadi kesimpulan > saya,....... kalau begitu sayalah yang salah interpretasi sewaktu > menerima kabar tentang Sampah NUK tersebut, maklumlah saya awam, > lagian mungkin bahasa pengantar yang saya pergunakan saat > menerima infos tsb, bukanlah bahasa yang saya kuasai. With all respects, itu bukan kesimpulan saya! > Sedangkan Saudara Kembar yang mempunyai pendidikan yang sama bisa > punya pengertian yang sedikit berbeda dalam beranalisa/berlogika > maupun menafsirkan Al Quran yang tiada bandingannya, konon pula > saya yang awam ini. Bukannya saya mencoba coba, membuat > perumpamaan yang tidak/kurang layak, tetapi hanya sedikit > mengundang agar Bapak Darwin yang saya hormati, bermurah hati > memaafkan saya yang awam ini. Idealnya mohon saya keBapak Darwin > yang saya hormati satu lagi adalah, "bla bla.... bual anak Medan > saya" tak usah saja dibaca, karena saya tak berkehendak > me-nyia2kan/menyita waktu Bapak Darwin yang berharga. Dibawah > ini, pada bla2 saya yang sebelumnya (saya warnai), saya juga > berujar..... tak bersedia berpolemik dengan sesiapapun. Tiada > salahnya dengan sapaan kata "Angku" yang Bapak Darwin pergunakn > untuk menyapa orang kedua lelaki, Pak Darwin . Hanya saja, saya > tak berani mendefenisikan makna kata "Angku", daripada saya > bersalah lagi, kan baiknya preventiv mempergunakani dalih yang > merasa kurang nyaman saja, jika saya dihimbau "Angku". Sekali lagi menurut hemat saya, tidak ada yang salah dengan sebutan Angku untuk menyapa orang kedua lelaki di Palanta ini, baik kepada yang lebih tua, sesama usia maupun kepada yang lebih muda. > Hanya > dengan berkenalan dengan Ibu2/Bapak2 & para Dunsanak di Palanta > ini saja......saya rasanya sudah merasa sudah sangat berutung > sekali, bisa belajar ber-Minang2, mengenal banyak Anggota Milist > yang banyak sekali menambah Horizont saya. Agaknya..saya juga > tidak bakal mempunyai rezeki yang lebih besar lagi, untuk bertemu > muka dengan Ibu2/Bapak2 & para Dunsanak untuk bertemu muka > langsung. Misalnya mereka2 yang kopi darek, pulang basamo, temu > ini & temu itu, bersilaturrahim bersama, saya dari luar > pagar.....hanya bisa turut bergembira saja,....... dan tidaklah > merasa iri..... ataupun yang beraroma negativ sama sekali. Tapi > siapa tahu, kalau yang diAtas berkehendak.......... Sekali > lagi mohon maaf, sembah sujud, saya yang se-besar2nya kehadiran > apak Darwin yang saya hormati, serta terimakasih banyak atas > kemaklumannya atas saya yang awam ini. Wassalam, Muljadi Ali > Basjah. Gesendet: Freitag, 29. März 2013 um 23:34 Uhr > Saya juga mohon maaf atas kebodohan saya serta kata-kata saya yang kurang berkenan. Sampai bertemu di thread lain. Wassalam, HDB SBK (L, 69+), Depok -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
