Mantaab Insya Allah kami mendukung walaupun bukan pemilih. Lanjutkan dinda IJP.
Darwin Chalidi. Ughang Balai Kuraitaji. Piaman Selatan. Duduak di Tangsel On Mar 31, 2013 9:59 PM, "Indra Jaya Piliang" <[email protected]> wrote: > *Pidato Deklarasi* > *Menikam Jejak, Mencari Akar:* > *“Kota Pariaman Ramai, Bersama Rakyat Badarai”* > * * > * > * > *Bismillahirrahmanirrahim* > * > * > *Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!* > * > * > *Assalamu’alaikum Wr Wb* > > Pertama dan utama sekali, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke > hadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat perjalanan hidup, cuaca > yang cerah dan angin yang berhembus pelan. Kita sampai di pulau ini dalam > keadaan selamat. Tak lupa, salawat dan salam kita hadiahkan kepada > junjungan kita, Rasulullah Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam > jahiliyah ke alam ilahiyah. > > Kita berkumpul di Pulau Angso Duo ini untuk sebuah momen, sebuah agenda, > sebuah tekad perjuangan, guna menghidupkan lagi tradisi berpolitik yang > penuh keringat dan idealisme. Sengaja Pulau Angso Duo ini dijadikan sebagai > tempat kita berkumpul dan deklarasi, tidak lebih dari upaya mambangkik > batang tarandam. Selama ini, kita mendengar dan menyebut nama Pulau Angso > Duo lewat pepatah berikut: > > *Pulau Pandan jauah di tangah, di baliak Pulau Angso Duo!* > *Walau badan dikalang tanah, budi baiak takanang juo!* > > Pepatah itu menjadi filosofi yang menarik, menghadapkan antara kematian > dengan kebaikan, tentang tak abadinya kekayaan, pangkat dan jabatan, > dibandingkan dengan perbuatan baik yang kita lakukan ketika hidup. Pada > gilirannya, manusia dinilai bukan dari seluruh kehebatan yang diraih secara > pribadi, melainkan pada kebaikan yang diberikan kepada orang lain. Semakin > manusia berguna bagi manusia lain, semakin tinggi derajat manusia itu. > > *Rakyat Pariaman Yang Saya Muliakan* > > Dipilihnya Hari Minggu, tanggal 31 Maret 2013 ini, bukan berdasarkan > perhitungan mistik apapun. Hari Minggu adalah hari libur nasional. Di hari > libur, kita idealnya melihat orang-orang istirahat dari tugas rutin > sehari-hari. Hari Minggu menjadi hari keluarga. Hari Minggu adalah hari > berwisata. Kesibukan selama hari-hari biasa, pada hari Minggu membutuhkan > aktivitas berbeda. Tentu bukan istirahat, melainkan mencari cara menjalani > hidup yang berbeda, semacam proses pengisian energi secara mingguan. > > Kita di sini menjadi saksi tentang kondisi Pulau Angso Duo ini. Ada bagan > yang sedang bersandar, nyamuk dan pohon baguak, kuburan panjang, sebuah > surau dan sapuan ombak. Ada keindahan di sekeliling pulau ini. Yang paling > penting, kita melihat Piaman Laweh dari pulau ini, Piaman yang tidak > memiliki batas. Bukan hanya Gunung Marapi, Tandikek dan Singgalang yang > terlihat sebagai bagian dari Kota Pariaman, bahkan juga Gunung Pasaman, > sampai ke arah pesisir. Kalau kita memandang ke arah laut, Pariaman adalah > lautan luas tak terbentang. Kini, ikan-ikannya diambil oleh pelaut-pelaut > dari Jepang, Vietnam, Kamboja, Thailand dan Philipina, disamping > nelayan-nelayan dari Sukabumi sampai Sibolga. > > Usia Kota Pariaman sudah lebih dari 5 abad. Saya perlu ulangi, pada tahun > 1513, Tome Pires, seorang penulis asal Portugis, menyinggahi Kota Pariaman > ini. Ia menulis kesannya di dalam buku Suma Oriental. Apabila kita > memandang ke arah pesisir pantai dan laut, lalu membayangkan perjalanan > kota ini selama 5 abad, terlihat sekali banyak yang sudah dilewati kota > ini. Kapal-kapal dari beragam negara pernah singgah di kota ini. Para > petualang, penulis, pedagang, militer, sampai orang-orang yang membantu > manusia lain juga pernah melewati kawasan ini. > > Sebagai Kota Bandar, kota pelabuhan, Pariaman disinggahi beragam suku > bangsa. Pariaman adalah salah satu daerah yang paling heterogen sejak lebih > dari 5 abad lalu. Di Kota ini terdapat berbagai keturunan suku-suku bangsa > besar di dunia. Ada yang masih hidup, tetapi ada juga yang sudah punah dan > meninggalkan pusara dan pekuburan. Kita mengenal Kuburan Belanda (Kubel) di > Lohong dan Kuburan China di Kuraitaji. Tapi jejak mereka, baik dari sisi > sikap hidup, karakter mereka, semangat pembaharuan dan penjelahan, masih > tertanam dan hinggap di kalangan warga kota Pariaman, sampai hari ini. > Intinya, masyarakat Pariaman adalah masyarakat yang semuanya adalah raja > dan ratu. Bahkan, untuk mencari seorang raja diraja, orang Pariaman > mengangkat orang Mongol yang memiliki tanduk. Tanduk itulah yang naik ke > darek dan menjagi rumah gadang. > > *Hadirin Yang Kami Banggakan* > > Kita hadir di sini, di tempat ini, untuk sebuah momen, sebuah peristiwa, > betapa Pulau Angso Duo ini adalah kawasan strategis dan penting. Dengan > visi besar Menikam Jejak, Mencari Akar, kami bersama-sama akan bekerja > keras meneruskan tradisi yang pernah hidup di kota ini sebagai kota yang > pernah menjadi kosmopolitan di eranya. Kota yang tidak hanya dihuni > orang-orang Minang, melainkan juga orang Jawa, Batak, Nias, Bugis, Pesisir > Selatan, Palembang, Bengkulu, Aceh dan lain-lain. Kami tidak muluk-muluk, > dengan visi besar Menikam Jejak, Mencari Akar, kami mengusung > program-program yang mengarah kepada : Kota Pariaman Ramai, Bersama Rakyat > Badarai. > > Program meramaikan Kota Pariaman ini kita mulai dari titik ini, di Pulau > Angso Duo. Program yang langsung kita jalankan sejak sekarang. Sebab, > tantangan Pariaman ke depan bukan terletak dari warga kotanya, melainkan > dari kepemimpinan yang lahir di kota ini. Kepemimpinan yang visioner, > sekaligus sama sekali tidak melupakan agama, tradisi, sejarah dan > kebudayaannya. Kepemimpinan yang memiliki azas meritokrasi dalam sisi > pemerintahan, bukan yang mudah terpengaruh oleh kepentingan keluarga, suku, > golongan ataupun sifat-sifat yang sebetulnya tidak sesuai dengan sejarah > kota ini. > > Dari Pulau Angso Duo ini, kami menyerukan semangat pembaharuan dan > perubahan bagi kota Pariaman. Mari kita lakukan proses ini dengan itikad > baik, niat yang bersih, kerjasama yang utuh, guna kemajuan kita bersama. > Mari kita kembangkan wisata bahari dari pulau ini, wisata kuliner, wisata > belanja, wisata sejarah, wisata relegius, sampai wisata jiwa dalam semangat > perantauan yang jauh. Selain itu, dengan letaknya yang strategis, Kota > Pariaman ini sangat cocok dikembangkan menjadi kota jasa, kota pendidikan > dan industri yang berbasiskan warga. > > Sir Stanford Raffles pernah mencoba membangun Bengkulu sebagai salah satu > pusat kota di Nusantara. Namun, Raffles gagal, lalu memindahkannya ke > Malaka yang kini menjadi Singapura. Kita tentu tidak ingin muluk-muluk. > Yang perlu kita pelajari adalah, kenapa Raffles gagal di Bengkulu, lalu > berhasil di Malaka (Singapura)? Tanpa harus menjadi sebuah negara, kami > menyediakan pangkal lengan kami, bahu kami, tenaga kami, pikiran kami, > bahkan waktu dan biaya, guna mengembangkan kota ini sebagai satu daerah > yang penting di Sumatera Barat, khususnya, dan Sumatera, umumnya. > > *Hadirin Yang Berbahagia* > > Tentu kita berkejaran dengan waktu. Karena maju dari Partai Rakyat > Badarai, berupa KTP warga, kami berharap kepada warga kota mendukung kami > dengan KTP. Dukungan berupa KTP inilah yang menjadi dasar bagi kami untuk > terus melanjutkan proses ini, sampai ke ujungnya, yakni berkompetisi secara > sehat dalam pilkada Kota Pariaman. KTP yang kami perlukan sekitar 10.000. > Seluruh relawan dan tim akan bekerja keras, siang dan malam, untuk > mendapatkannya, sampai hari pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Kota > Pariaman. > > Mengapa KTP? Karena dari sini kami bisa mengukur, seberapa besar response > masyarakat Kota Pariaman terhadap proses pencalonan kami. KTP adalah > lambang administrasi negara dalam level yang lebih jelas, dengan dokumen > yang terukur. > > Perjuangan mendapatkan KTP inilah langkah selanjutnya setelah deklarasi. > Kalau ada warga Kota Pariaman yang mau memberikan dukungan, silakan datang > ke Jln M Jamil Nomor 3, Kelurahan Jawi-Jawi I, Simpang Sianik, Kota > Pariaman. Namun demikian, kami juga tidak menutup kemungkinan diusung oleh > partai-partai politik. > > Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang sudah ada. Banyak yang > datang mengantarkan KTP ke posko kami. Kami juga mengucapkan terima kasih > kepada warga yang hadir. Perjuangan kita belum selesai. Kita perlu sampai > ke tujuan, dengan cara yang santun, bermartabat, sekaligus dengan pikiran > dan semangat yang sehat. > > Demikianlah pidato singkat ini kami sampaikan, guna diketahui oleh > masyarakat Kota Pariaman. Terlebih dan terkurang, kami haturkan banyak > terima kasih. > * > * > *Wabillahi Taufik Walhidayah* > *Wassalamu’alaikum Wr Wb * > > Pulau Angso Duo, 31 Maret 2013 > * > * > *Indra Jaya Piliang dan Jose Rizal Mandai* > > ** > *Silakan buka: > http://indrapiliang.com/2013/03/31/pidato-deklarasimenikam-jejak-mencari-akar/ > * > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
