Sato senek sanak Satuju bana bawasonyo rangwak kreatif sekaligus patriot. Misalno namo rang rumah Soemarni = Sudah Mardeka Indonesia, 1945. Adiakno Indra Sakti Syarif, Indonesia Raya nan Sakti. Ado pulo kawan ambo Thabri Akma ( Abdul Karim + Mardiah, singakat namo Ayah dan Uwaik no) Semua kelahiran jauh sabalun PRRI....
Wassalam, Masrur Siddik, 71 th asa Pasaman, rang umah Maninjau 2013/3/31 Indra Jaya Piliang <[email protected]> > Mantap tulisan uda. Nama saya Indra Jaya. Menurut ayah saya, Boestami Dt > Nan Sati (kelahiran 1935), nama itu singkatan dari Indonesia Raya Jaya, > bukan Indro Joyo :) > > Sent from my iPad > > On 31 Mar 2013, at 06:52, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote: > > Betul, Wannofri, > Walaupun masyarakat Minang di kampung (Sumbar) tercatat sbg daerah dengan > tingkat minat baca yang tinggi, harus diakui bahwa masyarakat kita, bahkan > sebagian elite suka dikelabui oleh mitos. Tanggung jawab kita sebagai > akademisi untuk membersihkan mitos-mitos yang merusak. > Salam, > > Andrinof > > > > 2013/3/30 wannofri samry <[email protected]> > >> Salam, Sebeum refofrmasi saya pernah tulisan berkaitan dengan mitos PRRI >> dan otonomi daerah 3 tulisan bersambung. Saya ketika penelitian PDRI >> bertemu dengan para tokoh yang juga terlibat dalam PRRI, saya justru >> mendapat data dari wawancara bahawa tidak ada ketakutan orang Minangkabau >> tehadap identitas selepas PRRI. Itu hanyalah mitos yang dihembuskan oleh >> orang Pusat }harun Zain dan Golkar untuk mengklaim bahwa Harun Zain Cs >> menjadi pahlawan mambangkik jati diri orang Minangkabau. Bahkan Golkar >> memanfaatkan mitos itu untuk menguasai masyarakat secarapolitik di daerah. >> pada hal saya baca ketika menulis sejarah Unand Harun Zain juga seorang >> pemgagum Soekarno. Harun zain terlalu berlebih dalam biografinya yg >> mengatakan mahasiswa Unand selepas PRRI seperti ketakutan dan wajah lesu. >> Itu itos untuk kepentinan politik harun zain cs. >> >> Kemudian tidak ada saya pikir ketakutan orng Minang secara berlebihan >> pasca 1958 itu. Saya juga melihat masih banyak nama-nama berciri khas >> Minangkabau, seperti hamrizal, Desmawati, Zakirman, Syafrizal, M Nur, dsb. >> ketakutan yang apungkan itu menurut saya mitos.ketika penelitian sejarah >> saya tanya kepada tokoh2 PRRI bahwa mereka bangga telibat PRRI. >> >> >> terima kasih. >> >> Wassalam >> WNS >> >> ------------------------------ >> *From:* Andrinof A Chaniago <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Saturday, March 30, 2013 7:16 PM >> *Subject:* [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 >> aneh orang Minang >> >> *Teras Utama, Harian Padang Ekspres*, Sabtu, 30 Maret 2013 >> >> Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh” >> Oleh Andrinof A Chaniago >> Akademisi dari Universitas Indonesia >> >> Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang >> ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan* facebook* yang >> berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan >> Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang >> aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal >> nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau >> Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu, meski >> yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya >> kaget dan prihatin, status kawan *facebooker* tadi diamini oleh seorang >> kolega dan senior asal Minang di bawah status yang ditulis oleh kolega yang >> berasal dari Jawa tadi. (Ini terjadi pada 19 April 2010) >> Di kesempatan yang lain, saya menemukan lagi pikiran yang “mengejutkan” >> dan membuat saya makin prihatin dengan pengetahuan dan sikap sejumlah orang >> Minang sendiri terhadap nama-nama aneh orang-orang Minang. Sebuah tim yang >> ingin mengambil inisiatif menjadi perumus usulan syarat-syarat untuk >> menyebut seseorang Di sebagai orang Minang, tim itu mencantumkan rumusan >> usulan bahwa untuk disebut sebagai orang Minang, orang harus memiliki nama >> khas orang Minang atau nama yang islami. Saya agak terperanjat sekaligus >> makin prihatin, membaca ide dan usulan kriteria tersebut. >> Orang yang paling sering melontarkan “tesis” bahwa nama-nama aneh orang >> Minang itu adalah dampak dari Peristiwaa PRRI, adalah pengamat politik dan >> analis sejarah, yakni Fachry Ali. Fachry Ali yang secara pribadi dengan >> saya berada dalam jalinan hubungan sebagai senior dekat saya, sudah sering >> mendapat bantahan dengan bukti empiris dari saya. Sebagai pengamat, ia >> memang sering terlalu mengandalkan metode interpretatif, walau dengan data >> yang terbatas. Belakangan, saya melihat Fachry Ali sudah tidak lagi >> menggunakannya. Tetapi, celakanya, klaim bahwa nama-nama khas orang Minang >> berhubungan dengan Peristiwa PRRI sudah terlanjur diyakini oleh sejumlah >> kalangan. Walaupun sebagian dari kita sudah pernah juga mendengar versi >> lain tentang asal-usul nama “aneh” sebagian orang Minang tersebut, namun >> nyatanya, klaim yang keliru itu tetap masih dipercaya oleh sebagian orang >> Minang. >> Saya ingin tunjukkan beberapa nama “aneh” orang Minang yang jelas lahir >> sebelum Peristiwa PRRI sehingga nama itu diberikan orang tua mereka tidak >> ada hubungan dengan Peristiwa PRRI. Ada Masmimar Mangiang, seorang ahli >> bahasa media yang cukup dikenal di kalangan aktifis dan wartawan senior, >> termasuk salah satu dari banyak orang yang memiliki nama yang berasal dari >> singkatan yang punya nilai “historis”. Nama Mangiang di belakang namanya >> adalah nama orang tua laki-lakinya. Namun nama Masmimar itu adalah >> singkatan dari masa (singkatannya dijadikan Mas) mempertahankan (M) >> Indonesia (i) mardeka (mar) yang diambil dari suasana dua setengah bulan >> sebelum KMB. >> Berikutnya, ada nama Wisber Loeis, mantan diplomat terkemuka asal Minang, >> yang pernah menjadi Duta Besar RI di PBB. Saya sudah lama meyakinin namanya >> juga berasal dari singkatan tertentu. Keyakinan ini baru saja terbukti >> pertengahan Maret 2013 lalu ketika saya bertemu beliau di sebuah resepsi. >> Rupanya orang tua Pak Wisber Loeis ini selain selalu melekatkan nama Loeis >> pada nama belakang anak-anaknya, penggalan namanya dilekatkan lagi pada >> nama depan Wisber Loeis. Pak Wisber Loeis menjelaskan bahwa nama Wisber itu >> singkat dari Luwis dan Oktober, yang merupakan bulan kelahiran Pak Wisber >> Loeis, >> Masih ada beberapa nama lain yang orangnya lahir sebelum Peristiwa PRRI. >> Setahu saya, Sotion Arjanggi almarhum, mantan Ketua Umum DPP KADIN di tahun >> 1980-an, namanya juga berasal dari singkatan. Saya belum dapat informasi >> untuk nama depan Sotion. Tetapi, Arjanggi berasal dari Aur Tajungkang >> Bukittinggi. Pemilik nama ”aneh” lainnya adalah Revrisond Baswir yang untuk >> nama Revrisond itu berasal dari revolusionary sound (suara >> revolusioner). >> Beberapa contoh orang Minang yang memakai nama ”aneh” di atas kranya >> cukup untuk mementahkan tesis Fachry Ali yang mengatakan nama-nama aneh >> orang Minang itu akibat peristiwa PRRI. Penjelasan yang bisa diterima atas >> munculnya nama-nama ”aneh” pada sejumlah orang Minang adalah, kebiasaan >> sebagian keluarga membuat nama-nama yang berasal dari singkatan tertentu >> dan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Hal ini, menurut >> hemar saya, berkaitan dengan ciri orang Minang yang selalu berupaya kreatif >> untuk menghasilkan sesuatu yang khas di mata orang lain. Hal ini juga bisa >> dilihat dari sejarah jenis-jenis makanan dan minuman di Sumatera Barat >> sekarang. >> Secara personal, saya sudah melakukan pelurusan tesis Fachry Ali tersebut >> kepada yang bersangkutan. Nama saya memang aneh dan berbau Barat. Tetapi, >> walaupun saya lahir setelah Peristiwa PRRI, nama Andrinof itu tidak ada >> hubungannya dengan PRRI. Andrinof adalah ciri sebagian orang tua >> Minangkabau dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Andrinof diambil >> dari tiga suku kata: an (mungkin maksud orang tua saya untuk nama >> panggilan), dri yang berasal dari drei atau dri (dekat ke Bahasa Jerman >> atau Belanda) yang artinya tiga, dan nof yang berasal dari Nof(v)ember. >> Artinya, mama ini berasal dari tanggal dan bulan kelahiran saya, yakni 3 >> November. >> Kalau mau objektif membuat kategorisasi, nama-nama orang Minang berasal >> dari dua budaya besar, yakni Arab dan Barat. Kebetulan Arab itu >> diidentikkan dengan Islam, walau dalam kenyataannya, jumlah Arab Kristen >> juga signifikan di Mesir, Libanon dan Irak. Nama-nama berpengaruh Arab >> sebetulnya lebih banyak melekat pada perempuan Minang, seperti Siti >> Fatimah, Kamila, Jamillah, Habibah, dan sebagai. Sementara nama-nama >> bernada Barat lebih banyak diberikan kepada laki-laki, seperti John, >> Edward, Don, Meizon, Wisber, dan sebagainya. >> Diantara nama-nama yang bernada Barat itu bahkan ada yang sangat identik >> dengan nama laki-laki Kristen. Samuel Koto, mantan fungsionaris Partai >> Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi fungsionaris partai Hanura, jelas >> orang Minang. Begitu juga kawan saya Oktavianus Rizwa yang bermukim di >> Padang sebagai pengacara, pastilah orang Minang. Tentu aneh sekali kalau >> saya dan orang-orang yang bernama Barat tadi mau dijadikan orang Minang >> kelas dua. Seberapa islami kita, hanya Allah SWT yang tahu. Nama tidak akan >> menjamin seseorang pasti sangat islami. Toh, beberapa nama politisi yang >> islami dan berasal dari partai Islam juga menjadi narapidana karena >> melakukan korupsi. >> Maka, mari kita luruskan saja cara berpikir kita dalam melihat sesuatu. >> Lihatlah sesuatu itu dengan jernih, obyektif dan dengan sedikit usaha untuk >> menyelidiki sebab-akibatnya.Kalau tidak mau dan tidak bisa, janganlah latah >> lalu timbang setiap gagasan seberapa besar manfaat dan kerugian yang akan >> timbul bila kita mengusulkan sesuatu.mengamini pernyataan spekulatif orang >> lain. >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Grup Google. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. >> >> >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Grup Google. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
