Pak Ibnu, batua, namo anak kini banyak islami, malah namo nan aneh tu jadi aneh.

Namo anak ambo nayesha shafira dan nan ketek inayah.

Salam

Elthaf 52 th

On 4/1/13, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
>
> Tapi kini satantang ma agiah namo namo anak ko, untuk generasi nan dapek
> anak di akhia th 90 an sampai kini mulai banyak perubahan. Mungkin dek alah
> paham dengan hadits Rasulullah yang babunyi:
>
>  "Berilah nama anak dengan nama yang baik. Karena nama itu adalah doa."
>
> Makonyo alah banyak namo namo anak urang awak kini Abdullah, Muhammad,
> Fatimah, Aisyah atau babarapo namo nan artinyo elok sarupo Kharunnisa, dll.
> Walaupun ndak bacirikan namo namo Minang. Tapi satidak tidaknyo lai ba makna
> nan elok namo tu. Sabab ado juo kawan ambo ba main sangkek kaciak nan apak
> amaknyo urang awak di agiah Emanuel, John Pieter, dan bahkan ado namonyo
> Antitesis. Sadonyo memang ado makna. Tapi ndak masuak ka dalam apo nan di
> perintahkan dek Rasul. Nan alah terlanjur ka baa lai. Bukan salah bundo
> manganduang. Tapi dek pangana ndak sakali tumbuah. Itu nan ado baru. Tibo di
> anak cucu di pelok an.
>
>
> Ibnu Ibnu </div>
> Sent from my BlackBerry® smartphone provided by mobily
>
> -----Original Message-----
> From: Darwin Chalidi <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 1 Apr 2013 12:34:37
> To: Rantau Net Minang<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
>  orang Minang
>
> Pak Sotion itu dekan kami di Teknik Mesin ITS tahun 1969 sewaktu beliau
> jadi dirut Gresik semen.
>
> Darwin Chalidi
> On Apr 1, 2013 10:15 AM, "Muchlis Hamid" <[email protected]> wrote:
>
>> Tambahan stek:
>>
>> Kamanakan ambo ado nan banamo Jon Kenedi. Inyo lahie tahun 1964, kini
>> tingga di Bali.
>>
>> Kawan ambo di kantue dulu ado nan banamo Rudolf Valintino, asli Pikumbuh.
>> Kabanyo pernah nyalon Walkot. Apaknyo anggota AL.
>>
>> Tentang namo Pak Sotion Arjanggi. Katu dinas di Palembang ambo dapek
>> carito dari  urang Pusri: Sotion maksudnyo stasion dek beliau takaja
>> lahie di stasiun KA Kik Tinggi. Arjanggi memang Aur Tajungkang Bukik
>> Tinggi.
>>
>> Pak Sotion pernah jadi Dirut PT Pusri sebelum jadi Dirjen Kimia di
>> Deperind (kini Kemperin).
>>
>> Di kampuang ambo ado tukang baruak banamo Henry.
>>
>> Kawan kito di rantaunet: Ajo Dutamardin ado pulo caritonyo.
>>
>> Salam,
>>
>> Muchlis Hamid
>>
>>
>>
>>
>>   ------------------------------
>> *From:* Indra Jaya Piliang <[email protected]>
>> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
>> *Sent:* Sunday, March 31, 2013 5:25 PM
>> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2
>> aneh orang Minang
>>
>> Mantap tulisan uda. Nama saya Indra Jaya. Menurut ayah saya, Boestami Dt
>> Nan Sati (kelahiran 1935), nama itu singkatan dari Indonesia Raya Jaya,
>> bukan Indro Joyo :)
>>
>> Sent from my iPad
>>
>> On 31 Mar 2013, at 06:52, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:
>>
>> Betul, Wannofri,
>> Walaupun masyarakat Minang di kampung (Sumbar) tercatat sbg daerah dengan
>> tingkat minat baca yang tinggi, harus diakui bahwa masyarakat kita,
>> bahkan
>> sebagian elite suka dikelabui oleh mitos. Tanggung jawab kita sebagai
>> akademisi untuk membersihkan mitos-mitos yang merusak.
>> Salam,
>>
>> Andrinof
>>
>>
>>
>> 2013/3/30 wannofri samry <[email protected]>
>>
>> Salam, Sebeum refofrmasi saya pernah tulisan berkaitan dengan mitos PRRI
>> dan otonomi daerah 3 tulisan bersambung. Saya ketika penelitian PDRI
>> bertemu dengan para tokoh yang juga terlibat dalam PRRI, saya justru
>> mendapat data dari wawancara bahawa tidak ada ketakutan orang Minangkabau
>> tehadap identitas selepas PRRI. Itu hanyalah mitos yang dihembuskan oleh
>> orang Pusat }harun Zain dan Golkar untuk mengklaim bahwa Harun Zain Cs
>> menjadi pahlawan mambangkik jati diri orang Minangkabau. Bahkan Golkar
>> memanfaatkan mitos itu untuk menguasai masyarakat secarapolitik di
>> daerah.
>> pada hal saya baca ketika menulis sejarah Unand Harun Zain juga seorang
>> pemgagum Soekarno.  Harun zain terlalu berlebih dalam biografinya yg
>> mengatakan mahasiswa Unand selepas PRRI seperti ketakutan dan wajah lesu.
>> Itu itos untuk kepentinan politik harun zain cs.
>>
>> Kemudian tidak ada saya pikir ketakutan orng Minang secara berlebihan
>> pasca 1958 itu. Saya juga melihat masih banyak nama-nama berciri khas
>> Minangkabau, seperti hamrizal, Desmawati, Zakirman, Syafrizal, M Nur,
>> dsb.
>> ketakutan yang apungkan itu menurut saya mitos.ketika penelitian sejarah
>> saya tanya kepada tokoh2 PRRI bahwa mereka bangga telibat PRRI.
>>
>>
>> terima kasih.
>>
>> Wassalam
>> WNS
>>
>>   ------------------------------
>> *From:* Andrinof A Chaniago <[email protected]>
>> *To:* [email protected]
>> *Sent:* Saturday, March 30, 2013 7:16 PM
>> *Subject:* [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
>> orang Minang
>>
>> *Teras Utama, Harian Padang Ekspres*, Sabtu, 30 Maret 2013
>>
>> Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”
>> Oleh Andrinof A Chaniago
>> Akademisi dari Universitas Indonesia
>>
>> Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang
>> ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan* facebook* yang
>> berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan
>> Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang
>> aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika,
>> padahal
>> nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau
>> Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu,
>> meski
>> yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya
>> kaget dan prihatin, status kawan *facebooker* tadi diamini oleh seorang
>> kolega dan senior asal Minang di bawah status yang ditulis oleh kolega
>> yang
>> berasal dari Jawa tadi. (Ini terjadi pada 19 April 2010)
>> Di kesempatan yang lain, saya menemukan lagi pikiran yang “mengejutkan”
>> dan membuat saya makin prihatin dengan pengetahuan dan sikap sejumlah
>> orang
>> Minang sendiri terhadap nama-nama aneh orang-orang Minang. Sebuah tim
>> yang
>> ingin mengambil inisiatif menjadi perumus usulan syarat-syarat untuk
>> menyebut seseorang Di sebagai orang Minang, tim itu mencantumkan rumusan
>> usulan bahwa untuk disebut sebagai orang Minang, orang harus memiliki
>> nama
>> khas orang Minang atau nama yang islami. Saya agak terperanjat sekaligus
>> makin prihatin, membaca ide dan usulan kriteria tersebut.
>> Orang yang paling sering melontarkan “tesis” bahwa nama-nama aneh orang
>> Minang itu adalah dampak dari Peristiwaa PRRI, adalah pengamat politik
>> dan
>> analis sejarah, yakni Fachry Ali. Fachry Ali yang secara pribadi dengan
>> saya berada dalam jalinan hubungan sebagai senior dekat saya, sudah
>> sering
>> mendapat bantahan dengan bukti empiris dari saya. Sebagai pengamat, ia
>> memang sering terlalu mengandalkan metode interpretatif, walau dengan
>> data
>> yang terbatas. Belakangan, saya melihat Fachry Ali sudah tidak lagi
>> menggunakannya. Tetapi, celakanya, klaim bahwa nama-nama khas orang
>> Minang
>> berhubungan dengan Peristiwa PRRI sudah terlanjur diyakini oleh sejumlah
>> kalangan. Walaupun sebagian dari kita sudah pernah juga mendengar versi
>> lain tentang asal-usul nama “aneh” sebagian orang Minang tersebut, namun
>> nyatanya, klaim yang keliru itu tetap masih dipercaya oleh sebagian orang
>> Minang.
>> Saya ingin tunjukkan beberapa nama “aneh” orang Minang yang jelas lahir
>> sebelum Peristiwa PRRI sehingga nama itu diberikan orang tua mereka tidak
>> ada hubungan dengan Peristiwa PRRI. Ada Masmimar Mangiang, seorang ahli
>> bahasa media yang cukup dikenal di kalangan aktifis dan wartawan senior,
>> termasuk salah satu dari banyak orang yang memiliki nama yang berasal
>> dari
>> singkatan yang punya nilai “historis”. Nama Mangiang di belakang namanya
>> adalah nama orang tua laki-lakinya. Namun nama Masmimar itu adalah
>> singkatan dari masa (singkatannya  dijadikan Mas) mempertahankan (M)
>> Indonesia (i) mardeka (mar) yang diambil dari suasana dua setengah bulan
>> sebelum KMB.
>> Berikutnya, ada nama Wisber Loeis, mantan diplomat terkemuka asal Minang,
>> yang pernah menjadi Duta Besar RI di PBB. Saya sudah lama meyakinin
>> namanya
>> juga berasal dari singkatan tertentu. Keyakinan ini baru saja terbukti
>> pertengahan Maret 2013 lalu ketika saya bertemu beliau di sebuah resepsi.
>> Rupanya orang tua Pak Wisber Loeis ini selain selalu melekatkan nama
>> Loeis
>> pada nama belakang anak-anaknya, penggalan namanya dilekatkan lagi pada
>> nama depan Wisber Loeis. Pak Wisber Loeis menjelaskan bahwa nama Wisber
>> itu
>> singkat dari Luwis dan Oktober, yang merupakan bulan kelahiran Pak Wisber
>> Loeis,
>> Masih ada beberapa nama lain yang orangnya lahir sebelum Peristiwa PRRI.
>> Setahu saya, Sotion Arjanggi almarhum, mantan Ketua Umum DPP KADIN di
>> tahun
>> 1980-an, namanya juga berasal dari singkatan. Saya belum dapat informasi
>> untuk nama depan Sotion. Tetapi, Arjanggi berasal dari Aur Tajungkang
>> Bukittinggi. Pemilik nama ”aneh” lainnya adalah Revrisond Baswir yang
>> untuk
>> nama  Revrisond itu berasal dari revolusionary sound (suara
>> revolusioner).
>> Beberapa contoh orang Minang yang memakai nama ”aneh” di atas kranya
>> cukup
>> untuk mementahkan tesis Fachry Ali yang mengatakan nama-nama aneh orang
>> Minang itu akibat peristiwa PRRI. Penjelasan yang bisa diterima atas
>> munculnya nama-nama ”aneh” pada sejumlah orang Minang adalah, kebiasaan
>> sebagian keluarga membuat nama-nama yang berasal dari singkatan tertentu
>> dan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Hal ini, menurut
>> hemar saya, berkaitan dengan ciri orang Minang yang selalu berupaya
>> kreatif
>> untuk menghasilkan sesuatu yang khas di mata orang lain. Hal ini juga
>> bisa
>> dilihat dari sejarah jenis-jenis makanan dan minuman di Sumatera Barat
>> sekarang.
>> Secara personal, saya sudah melakukan pelurusan tesis Fachry Ali tersebut
>> kepada yang bersangkutan. Nama saya memang aneh dan berbau Barat. Tetapi,
>> walaupun saya lahir setelah Peristiwa PRRI, nama Andrinof itu tidak ada
>> hubungannya dengan PRRI. Andrinof adalah ciri sebagian orang tua
>> Minangkabau dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Andrinof
>> diambil
>> dari tiga suku kata: an (mungkin maksud orang tua saya untuk nama
>> panggilan), dri yang berasal dari drei atau dri (dekat ke Bahasa Jerman
>> atau Belanda) yang artinya tiga, dan nof yang berasal dari Nof(v)ember.
>> Artinya, mama ini berasal dari tanggal dan bulan kelahiran saya, yakni 3
>> November.
>> Kalau mau objektif membuat kategorisasi, nama-nama orang Minang berasal
>> dari dua budaya besar, yakni Arab dan Barat. Kebetulan Arab itu
>> diidentikkan dengan Islam, walau dalam kenyataannya, jumlah Arab Kristen
>> juga signifikan di Mesir, Libanon dan Irak. Nama-nama berpengaruh Arab
>> sebetulnya lebih banyak melekat pada perempuan Minang, seperti Siti
>> Fatimah, Kamila, Jamillah, Habibah, dan sebagai. Sementara nama-nama
>> bernada Barat lebih banyak diberikan kepada laki-laki, seperti John,
>> Edward, Don, Meizon, Wisber, dan sebagainya.
>> Diantara nama-nama yang bernada Barat itu bahkan ada yang sangat identik
>> dengan nama laki-laki Kristen. Samuel Koto, mantan fungsionaris Partai
>> Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi fungsionaris partai Hanura, jelas
>> orang Minang. Begitu juga kawan saya Oktavianus Rizwa yang bermukim di
>> Padang sebagai pengacara, pastilah orang Minang. Tentu aneh sekali kalau
>> saya dan orang-orang yang bernama Barat tadi mau dijadikan orang Minang
>> kelas dua. Seberapa islami kita, hanya Allah SWT yang tahu. Nama tidak
>> akan
>> menjamin seseorang pasti sangat islami. Toh, beberapa nama politisi yang
>> islami dan berasal dari partai Islam juga menjadi narapidana karena
>> melakukan korupsi.
>> Maka, mari kita luruskan saja cara berpikir kita dalam melihat sesuatu.
>> Lihatlah sesuatu itu dengan jernih, obyektif dan dengan sedikit usaha
>> untuk
>> menyelidiki sebab-akibatnya.Kalau tidak mau dan tidak bisa, janganlah
>> latah
>> lalu timbang setiap gagasan seberapa besar manfaat dan kerugian yang akan
>> timbul bila kita mengusulkan sesuatu.mengamini pernyataan spekulatif
>> orang
>> lain.
>>  --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>>
>>   --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>>
>>   --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>> 1. E-mail besar dari 200KB;
>> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>> 3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> ---
>> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
>> Grup Google.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>>
>>
>>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup
> Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
> email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke