Pak Sotion itu dekan kami di Teknik Mesin ITS tahun 1969 sewaktu beliau
jadi dirut Gresik semen.

Darwin Chalidi
On Apr 1, 2013 10:15 AM, "Muchlis Hamid" <[email protected]> wrote:

> Tambahan stek:
>
> Kamanakan ambo ado nan banamo Jon Kenedi. Inyo lahie tahun 1964, kini
> tingga di Bali.
>
> Kawan ambo di kantue dulu ado nan banamo Rudolf Valintino, asli Pikumbuh.
> Kabanyo pernah nyalon Walkot. Apaknyo anggota AL.
>
> Tentang namo Pak Sotion Arjanggi. Katu dinas di Palembang ambo dapek
> carito dari  urang Pusri: Sotion maksudnyo stasion dek beliau takaja
> lahie di stasiun KA Kik Tinggi. Arjanggi memang Aur Tajungkang Bukik Tinggi.
>
> Pak Sotion pernah jadi Dirut PT Pusri sebelum jadi Dirjen Kimia di
> Deperind (kini Kemperin).
>
> Di kampuang ambo ado tukang baruak banamo Henry.
>
> Kawan kito di rantaunet: Ajo Dutamardin ado pulo caritonyo.
>
> Salam,
>
> Muchlis Hamid
>
>
>
>
>   ------------------------------
> *From:* Indra Jaya Piliang <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Sunday, March 31, 2013 5:25 PM
> *Subject:* Re: [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2
> aneh orang Minang
>
> Mantap tulisan uda. Nama saya Indra Jaya. Menurut ayah saya, Boestami Dt
> Nan Sati (kelahiran 1935), nama itu singkatan dari Indonesia Raya Jaya,
> bukan Indro Joyo :)
>
> Sent from my iPad
>
> On 31 Mar 2013, at 06:52, Andrinof A Chaniago <[email protected]> wrote:
>
> Betul, Wannofri,
> Walaupun masyarakat Minang di kampung (Sumbar) tercatat sbg daerah dengan
> tingkat minat baca yang tinggi, harus diakui bahwa masyarakat kita, bahkan
> sebagian elite suka dikelabui oleh mitos. Tanggung jawab kita sebagai
> akademisi untuk membersihkan mitos-mitos yang merusak.
> Salam,
>
> Andrinof
>
>
>
> 2013/3/30 wannofri samry <[email protected]>
>
> Salam, Sebeum refofrmasi saya pernah tulisan berkaitan dengan mitos PRRI
> dan otonomi daerah 3 tulisan bersambung. Saya ketika penelitian PDRI
> bertemu dengan para tokoh yang juga terlibat dalam PRRI, saya justru
> mendapat data dari wawancara bahawa tidak ada ketakutan orang Minangkabau
> tehadap identitas selepas PRRI. Itu hanyalah mitos yang dihembuskan oleh
> orang Pusat }harun Zain dan Golkar untuk mengklaim bahwa Harun Zain Cs
> menjadi pahlawan mambangkik jati diri orang Minangkabau. Bahkan Golkar
> memanfaatkan mitos itu untuk menguasai masyarakat secarapolitik di daerah.
> pada hal saya baca ketika menulis sejarah Unand Harun Zain juga seorang
> pemgagum Soekarno.  Harun zain terlalu berlebih dalam biografinya yg
> mengatakan mahasiswa Unand selepas PRRI seperti ketakutan dan wajah lesu.
> Itu itos untuk kepentinan politik harun zain cs.
>
> Kemudian tidak ada saya pikir ketakutan orng Minang secara berlebihan
> pasca 1958 itu. Saya juga melihat masih banyak nama-nama berciri khas
> Minangkabau, seperti hamrizal, Desmawati, Zakirman, Syafrizal, M Nur, dsb.
> ketakutan yang apungkan itu menurut saya mitos.ketika penelitian sejarah
> saya tanya kepada tokoh2 PRRI bahwa mereka bangga telibat PRRI.
>
>
> terima kasih.
>
> Wassalam
> WNS
>
>   ------------------------------
> *From:* Andrinof A Chaniago <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Saturday, March 30, 2013 7:16 PM
> *Subject:* [R@ntau-Net] Tulisan menangkal tesis spekulatif ttg nama2 aneh
> orang Minang
>
> *Teras Utama, Harian Padang Ekspres*, Sabtu, 30 Maret 2013
>
> Meluruskan Tafsir Nama-nama “Aneh”
> Oleh Andrinof A Chaniago
> Akademisi dari Universitas Indonesia
>
> Untuk perkara menafsir nama-nama khas orang Minang saja, orang Minang
> ternyata bisa tersesat jauh. Seorang kawan di jaringan* facebook* yang
> berasal dari Jawa menulis status begini, “Orang padang setelah kekalahan
> Permesta tahun 1958 memang krisis identitas, jadi nama orang Minang
> aneh-aneh kedengarannya, macam Don Vitto, Geovanni, Muhammad Rika, padahal
> nama umum orang Minang kan Sutan Azwar, Nazrul Asril, Amrullah Karim atau
> Marah Rusli.” Saya tidak terlalu kaget dengan prasangka seperti itu, meski
> yang seperti ini selalu mengganjal hati saya. Tetapi, yang membuat saya
> kaget dan prihatin, status kawan *facebooker* tadi diamini oleh seorang
> kolega dan senior asal Minang di bawah status yang ditulis oleh kolega yang
> berasal dari Jawa tadi. (Ini terjadi pada 19 April 2010)
> Di kesempatan yang lain, saya menemukan lagi pikiran yang “mengejutkan”
> dan membuat saya makin prihatin dengan pengetahuan dan sikap sejumlah orang
> Minang sendiri terhadap nama-nama aneh orang-orang Minang. Sebuah tim yang
> ingin mengambil inisiatif menjadi perumus usulan syarat-syarat untuk
> menyebut seseorang Di sebagai orang Minang, tim itu mencantumkan rumusan
> usulan bahwa untuk disebut sebagai orang Minang, orang harus memiliki nama
> khas orang Minang atau nama yang islami. Saya agak terperanjat sekaligus
> makin prihatin, membaca ide dan usulan kriteria tersebut.
> Orang yang paling sering melontarkan “tesis” bahwa nama-nama aneh orang
> Minang itu adalah dampak dari Peristiwaa PRRI, adalah pengamat politik dan
> analis sejarah, yakni Fachry Ali. Fachry Ali yang secara pribadi dengan
> saya berada dalam jalinan hubungan sebagai senior dekat saya, sudah sering
> mendapat bantahan dengan bukti empiris dari saya. Sebagai pengamat, ia
> memang sering terlalu mengandalkan metode interpretatif, walau dengan data
> yang terbatas. Belakangan, saya melihat Fachry Ali sudah tidak lagi
> menggunakannya. Tetapi, celakanya, klaim bahwa nama-nama khas orang Minang
> berhubungan dengan Peristiwa PRRI sudah terlanjur diyakini oleh sejumlah
> kalangan. Walaupun sebagian dari kita sudah pernah juga mendengar versi
> lain tentang asal-usul nama “aneh” sebagian orang Minang tersebut, namun
> nyatanya, klaim yang keliru itu tetap masih dipercaya oleh sebagian orang
> Minang.
> Saya ingin tunjukkan beberapa nama “aneh” orang Minang yang jelas lahir
> sebelum Peristiwa PRRI sehingga nama itu diberikan orang tua mereka tidak
> ada hubungan dengan Peristiwa PRRI. Ada Masmimar Mangiang, seorang ahli
> bahasa media yang cukup dikenal di kalangan aktifis dan wartawan senior,
> termasuk salah satu dari banyak orang yang memiliki nama yang berasal dari
> singkatan yang punya nilai “historis”. Nama Mangiang di belakang namanya
> adalah nama orang tua laki-lakinya. Namun nama Masmimar itu adalah
> singkatan dari masa (singkatannya  dijadikan Mas) mempertahankan (M)
> Indonesia (i) mardeka (mar) yang diambil dari suasana dua setengah bulan
> sebelum KMB.
> Berikutnya, ada nama Wisber Loeis, mantan diplomat terkemuka asal Minang,
> yang pernah menjadi Duta Besar RI di PBB. Saya sudah lama meyakinin namanya
> juga berasal dari singkatan tertentu. Keyakinan ini baru saja terbukti
> pertengahan Maret 2013 lalu ketika saya bertemu beliau di sebuah resepsi.
> Rupanya orang tua Pak Wisber Loeis ini selain selalu melekatkan nama Loeis
> pada nama belakang anak-anaknya, penggalan namanya dilekatkan lagi pada
> nama depan Wisber Loeis. Pak Wisber Loeis menjelaskan bahwa nama Wisber itu
> singkat dari Luwis dan Oktober, yang merupakan bulan kelahiran Pak Wisber
> Loeis,
> Masih ada beberapa nama lain yang orangnya lahir sebelum Peristiwa PRRI.
> Setahu saya, Sotion Arjanggi almarhum, mantan Ketua Umum DPP KADIN di tahun
> 1980-an, namanya juga berasal dari singkatan. Saya belum dapat informasi
> untuk nama depan Sotion. Tetapi, Arjanggi berasal dari Aur Tajungkang
> Bukittinggi. Pemilik nama ”aneh” lainnya adalah Revrisond Baswir yang untuk
> nama  Revrisond itu berasal dari revolusionary sound (suara revolusioner).
> Beberapa contoh orang Minang yang memakai nama ”aneh” di atas kranya cukup
> untuk mementahkan tesis Fachry Ali yang mengatakan nama-nama aneh orang
> Minang itu akibat peristiwa PRRI. Penjelasan yang bisa diterima atas
> munculnya nama-nama ”aneh” pada sejumlah orang Minang adalah, kebiasaan
> sebagian keluarga membuat nama-nama yang berasal dari singkatan tertentu
> dan memiliki kaitan dengan peristiwa sejarah tertentu. Hal ini, menurut
> hemar saya, berkaitan dengan ciri orang Minang yang selalu berupaya kreatif
> untuk menghasilkan sesuatu yang khas di mata orang lain. Hal ini juga bisa
> dilihat dari sejarah jenis-jenis makanan dan minuman di Sumatera Barat
> sekarang.
> Secara personal, saya sudah melakukan pelurusan tesis Fachry Ali tersebut
> kepada yang bersangkutan. Nama saya memang aneh dan berbau Barat. Tetapi,
> walaupun saya lahir setelah Peristiwa PRRI, nama Andrinof itu tidak ada
> hubungannya dengan PRRI. Andrinof adalah ciri sebagian orang tua
> Minangkabau dalam memberikan nama kepada anak-anak mereka. Andrinof diambil
> dari tiga suku kata: an (mungkin maksud orang tua saya untuk nama
> panggilan), dri yang berasal dari drei atau dri (dekat ke Bahasa Jerman
> atau Belanda) yang artinya tiga, dan nof yang berasal dari Nof(v)ember.
> Artinya, mama ini berasal dari tanggal dan bulan kelahiran saya, yakni 3
> November.
> Kalau mau objektif membuat kategorisasi, nama-nama orang Minang berasal
> dari dua budaya besar, yakni Arab dan Barat. Kebetulan Arab itu
> diidentikkan dengan Islam, walau dalam kenyataannya, jumlah Arab Kristen
> juga signifikan di Mesir, Libanon dan Irak. Nama-nama berpengaruh Arab
> sebetulnya lebih banyak melekat pada perempuan Minang, seperti Siti
> Fatimah, Kamila, Jamillah, Habibah, dan sebagai. Sementara nama-nama
> bernada Barat lebih banyak diberikan kepada laki-laki, seperti John,
> Edward, Don, Meizon, Wisber, dan sebagainya.
> Diantara nama-nama yang bernada Barat itu bahkan ada yang sangat identik
> dengan nama laki-laki Kristen. Samuel Koto, mantan fungsionaris Partai
> Amanat Nasional (PAN) yang kini menjadi fungsionaris partai Hanura, jelas
> orang Minang. Begitu juga kawan saya Oktavianus Rizwa yang bermukim di
> Padang sebagai pengacara, pastilah orang Minang. Tentu aneh sekali kalau
> saya dan orang-orang yang bernama Barat tadi mau dijadikan orang Minang
> kelas dua. Seberapa islami kita, hanya Allah SWT yang tahu. Nama tidak akan
> menjamin seseorang pasti sangat islami. Toh, beberapa nama politisi yang
> islami dan berasal dari partai Islam juga menjadi narapidana karena
> melakukan korupsi.
> Maka, mari kita luruskan saja cara berpikir kita dalam melihat sesuatu.
> Lihatlah sesuatu itu dengan jernih, obyektif dan dengan sedikit usaha untuk
> menyelidiki sebab-akibatnya.Kalau tidak mau dan tidak bisa, janganlah latah
> lalu timbang setiap gagasan seberapa besar manfaat dan kerugian yang akan
> timbul bila kita mengusulkan sesuatu.mengamini pernyataan spekulatif orang
> lain.
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
>
>   --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>
>
>   --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Grup Google.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke