http://umum.kompasiana.com/2009/08/29/serial-minang-diaspora-trio-datuk-di-tanah-bugismakassar-10819.html
<http://www.kompasiana.com/historyaayanda>

Kelahiran Teluk Bayur Sum-Bar, SD di Irian Jaya, SMP di Kalimantan Selatan, 
SMA di Jawa Timur, kuliah di Sulawesi Selatan, ber-istri Maluku dan kini 
bermukim di Depok Jawa Barat
Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah 
Bugis/MakassarOPINI<http://www.kompasiana.com/posts/type/opinion/> | 
29 August 2009 | 01:09Dibaca: *1303 *  Komentar: *12*   Nihil

Bagi masyarakat Sul-Sel, nama-nama spt Dt. Ri Bandang, Dt. Ri Tiro, Dt. 
Patimang cukup dikenal sebagai nama-nama jalan di kota Makassar. Tetapi, 
tidak banyak yang tahu siapa jatidiri trio Datuk dimaksud? Dari mana mereka 
berasal? dan apa peran mereka? Mereka bertiga hidup di abad ke 16.

Berikut ini saya mencoba rangkumkan tulisan dari Buya Masoed Abidin dalam 
blog nya, untuk menambah wawasan kebangsaan kita.

Apa yang menyebabkan tiga orang Datuk Minang ini berkunjung ke 
kerajaan-kerajaan di Sulsel itu untuk menyebarkan agama islam ?

a. Dugaan pertama karena masyarakat di wilayah itu masih menganut animisme, 
sehingga raja Tallo dan Gowa adalah raja yang pertama kali menganut agama 
islam.
b. Adanya persaingan antara Kristian dan Islam semakin sengit di Sulawesi 
Selatan pada awal abad ke 16 itu. Persaingan di antara Islam dan Kristian 
di Makassar disebabkan oleh raja Makassar sendiri yang tidak dapat memilih 
antara dua agama ini. Mereka meminta Abdul Makmur Datuk Ri Bandang) datang 
melawat ke Makassar bersama dua orang temannya yaitu Sulaiman (Datuk Ri 
Pa’timang) dan Nurdin Ariyani (Datuk Ri Tiro).

Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah Minang ?

Ternyata dari sumber ; 
http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm, diperoleh informasi 
bahwa para santri pesantren Sunan Giri - selain - dikenal sebagai penyebar 
Islam yang gigih di Pulau Jawa dan ke berbagai pulau, seperti Bawean, 
Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara, ternyata para 
santri Sunan Giri ini - juga menyebarkan agama Islam hingga Sulawesi 
Selatan.* *Mereka itu adalah Datuk Ribandang dan dua sahabatnya. Mereka 
adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau.

Raja Tallo XV, Malingkaan Daeng Manynyonri merupakan orang pertama di 
Sulsel yang memeluk agama Islam melalui seorang ulama dari pantai Barat 
Sumatera, Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat 
Sulsel dengan nama Datuk Ribandang. Oleh karena itu pulalah kerajaan Tallo 
sering disebut-sebut atau diistilahkan sebagai pintu pertama Islam di 
daerah ini atau dalam bahasa Makassar ” Timunganga Ri Tallo”.

Sementara dalam itu sejarah Islam Kabupaten Luwu dan Palopo, menerangkan 
bahwa kira-kira pada akhir abad XV M dan kira-kira pada tahun 1013 H. Agama 
Islam masuk di daerah Luwu yang dibawa oleh seorang alim Ulama yang arief 
ketatanegaraannya yaitu Datuk Sulaeman asal Minangkabau. Pada waktu itu 
Luwu diperintah oleh seorang Raja yang bernama Etenrieawe. Pada waktu Datuk 
Sulaeman mengembangkan ajaran agama Islam di wilayah ini, hampir seluruh 
masyarakat Luwu menerima agama itu.

Datuk riTiro memilih berdomisili di Bulukumba yang merupakan daerah 
perbatasan Bone dan Gowa untuk syiar Islam. Islamnya Gowa adalah simbolitas 
kekuatan militer dan Luwu adalah pusat mitos Bugis Makassar. Dengan 
pengislaman dua kerajaan besar ini maka tidak ada alasan untuk menolak 
Islam bagi rakyatnya. Islamisasi secara struktur adalah menjadikan syariat 
sebagai dasar negara.

Datuk Ribandang sendiri menetap di Makassar dan menyebarkan agama Islam di 
Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan wafat di Tallo. Sementara itu dua 
temannya, masing-masing Datuk Patimang yang nama aslinya Khatib Sulung 
Datuk Sulaiman, menyebarkan agama Islam di daerah Suppa, Soppeng, Wajo dan 
Luwu, dan wafat dan dikebumikan di Luwu. Sedang Datuk RiTiro atau nama 
aslinya Syekh Nurdin Ariyani berkarya di sejumlah tempat meliputi Bantaeng, 
Tanete, Bulukumba. Dia wafat dan di makamkan di Tiro atau Bontotiro 
sekarang.

Sumber :
1. http://bulukumba.bappenas.go.id
2. http://www.bulukumbakab.go.id/?id=67
3. http://palopo.pta-makassarkota.go.id/
4. http://www.selayaronline.com
5. http://:www.gatra.com
6. http://melayuonline.com

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke