Salam bung andiko,

Tulisan  ini saya tulis pertama kali 
pada 10 oktober 2008, kemudian diposting ulang oleh Buya Mas'oed di 
Scribe. Kemudian di posting  di blog Buya Mas'oed. Melihat struktur penulisan 
serta sumbernya,  Buya HMA memang mengambilnya di web blog di:

http://bundokanduang.wordpress.com/2008/10/10/kunang-kunang/

Saya merangkum tulisan ini dari pelbagai website Pemda / pemkab di Sulsel, 
dengan sedikit informasi dari yang pernah menziarahi makam Datuk itu. Sekarang 
hanya sedikit masyarakat inteletektual Bugis mengakui peran Datuk dari Minang 
ini untuk mengislamkan tanah Bugis. Lama-lama cerita ini akan habis.


Inti dari tulisan saya itu adalah :
1. adakah 3 orang datuk ini masuk dalam bagian sejarah Minangkabau ?
2. Saya.Penulis,  belum menemukan Informasi di Ranah Minang mengenai siapakah 
gerangan jati diri tiga orang datuk ini yang diduga berasal dari 
Minangkabau.?  Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah 
Minang ?.
3. Ternyata menurut  http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm 
terjadi persaingan islam dan kristen, dimana Portugis masuk dari bagian utara 
Sulawesi. 
Ada yang menduga dia pedagang dan berguru kepada Sunan Gresik

Terlepas itu semua, dalam angan-angan saya menulis kisah ini, tidak lain jika 
sulit mengilmiahkan cerita ini, yang penting bisa jasa 3 orang datuk diketahui 
oleh orang Minang. Bahkan  kalau perlu membuatnya dalam cerita Novel. Kakak 
saya malah menyarankan agar dibuat cerita anak-anak saja dulu, seperti cerita 
Anggun nan Tongga. Agar menjadi legenda 


Wassalam,


 
3vy Nizhamul
(Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan)





________________________________
 Dari: Andiko <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Kamis, 11 April 2013 15:10
Judul: [R@ntau-Net] Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/Makassar
 


http://umum.kompasiana.com/2009/08/29/serial-minang-diaspora-trio-datuk-di-tanah-bugismakassar-10819.html

Kelahiran Teluk Bayur Sum-Bar, SD di Irian Jaya, SMP di Kalimantan Selatan, SMA 
di Jawa Timur, kuliah di Sulawesi Selatan, ber-istri Maluku dan kini bermukim 
di Depok Jawa Barat
Serial Minang Diaspora-Trio Datuk di Tanah Bugis/MakassarOPINI | 29 August 2009 
| 01:09Dibaca: 1303   Komentar: 12   Nihil
Bagi masyarakat Sul-Sel, nama-nama spt Dt. Ri Bandang, Dt. Ri Tiro, Dt. 
Patimang cukup dikenal sebagai nama-nama jalan di kota Makassar. Tetapi, tidak 
banyak yang tahu siapa jatidiri trio Datuk dimaksud? Dari mana mereka berasal? 
dan apa peran mereka? Mereka bertiga hidup di abad ke 16.
Berikut ini saya mencoba rangkumkan tulisan dari Buya Masoed Abidin dalam blog 
nya, untuk menambah wawasan kebangsaan kita.
Apa yang menyebabkan tiga orang Datuk Minang ini berkunjung ke 
kerajaan-kerajaan di Sulsel itu untuk menyebarkan agama islam ?
a. Dugaan pertama karena masyarakat di wilayah itu masih menganut animisme, 
sehingga raja Tallo dan Gowa adalah raja yang pertama kali menganut agama islam.
b. Adanya persaingan antara Kristian dan Islam semakin sengit di Sulawesi 
Selatan pada awal abad ke 16 itu. Persaingan di antara Islam dan Kristian di 
Makassar disebabkan oleh raja Makassar sendiri yang tidak dapat memilih antara 
dua agama ini. Mereka meminta Abdul Makmur Datuk Ri Bandang) datang melawat ke 
Makassar bersama dua orang temannya yaitu Sulaiman (Datuk Ri Pa’timang) dan 
Nurdin Ariyani (Datuk Ri Tiro).
Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah Minang ?
Ternyata dari sumber ; http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm, 
diperoleh informasi bahwa para santri pesantren Sunan Giri - selain - dikenal 
sebagai penyebar Islam yang gigih di Pulau Jawa dan ke berbagai pulau, seperti 
Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara, ternyata para 
santri Sunan Giri ini - juga menyebarkan agama Islam hingga Sulawesi Selatan. 
Mereka itu adalah Datuk Ribandang dan dua sahabatnya. Mereka adalah murid Sunan 
Giri yang berasal dari Minangkabau.
Raja Tallo XV, Malingkaan Daeng Manynyonri merupakan orang pertama di Sulsel 
yang memeluk agama Islam melalui seorang ulama dari pantai Barat Sumatera, 
Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat Sulsel dengan 
nama Datuk Ribandang. Oleh karena itu pulalah kerajaan Tallo sering 
disebut-sebut atau diistilahkan sebagai pintu pertama Islam di daerah ini atau 
dalam bahasa Makassar ” Timunganga Ri Tallo”.
Sementara dalam itu sejarah Islam Kabupaten Luwu dan Palopo, menerangkan bahwa 
kira-kira pada akhir abad XV M dan kira-kira pada tahun 1013 H. Agama Islam 
masuk di daerah Luwu yang dibawa oleh seorang alim Ulama yang arief 
ketatanegaraannya yaitu Datuk Sulaeman asal Minangkabau. Pada waktu itu Luwu 
diperintah oleh seorang Raja yang bernama Etenrieawe. Pada waktu Datuk Sulaeman 
mengembangkan ajaran agama Islam di wilayah ini, hampir seluruh masyarakat Luwu 
menerima agama itu.
Datuk riTiro memilih berdomisili di Bulukumba yang merupakan daerah perbatasan 
Bone dan Gowa untuk syiar Islam. Islamnya Gowa adalah simbolitas kekuatan 
militer dan Luwu adalah pusat mitos Bugis Makassar. Dengan pengislaman dua 
kerajaan besar ini maka tidak ada alasan untuk menolak Islam bagi rakyatnya. 
Islamisasi secara struktur adalah menjadikan syariat sebagai dasar negara.
Datuk Ribandang sendiri menetap di Makassar dan menyebarkan agama Islam di 
Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan wafat di Tallo. Sementara itu dua 
temannya, masing-masing Datuk Patimang yang nama aslinya Khatib Sulung Datuk 
Sulaiman, menyebarkan agama Islam di daerah Suppa, Soppeng, Wajo dan Luwu, dan 
wafat dan dikebumikan di Luwu. Sedang Datuk RiTiro atau nama aslinya Syekh 
Nurdin Ariyani berkarya di sejumlah tempat meliputi Bantaeng, Tanete, 
Bulukumba. Dia wafat dan di makamkan di Tiro atau Bontotiro sekarang.
Sumber :
1. http://bulukumba.bappenas.go.id
2. http://www.bulukumbakab.go.id/?id=67
3. http://palopo.pta-makassarkota.go.id/
4. http://www.selayaronline.com
5. http://:www.gatra.com
6. http://melayuonline.com
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke